33.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Siswa-siswi di Sitaro Bakal ‘Mandi Duit’ Ada Apa?

MANADOPOST.ID – Siswa dan siswi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, dalam waktu dekat bakal ‘mandi duit’. Hal itu terjadi pasalnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan mekanisme penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2021 terdapat perubahan yang lebih afirmatif.

Meski demikian, penggunaan dana BOS tetap fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah termasuk untuk memenuhi pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 dan mendukung asesmen nasional.

BerdasarkanPermendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis (Juknis) BOS Reguler SD SMP SMA SMK Tahun 2021, penggunaan dana BOS dapat untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang meliputi 12 komponen.

Sekolah berhak menentukan komponen penggunaan dana BOS Reguler sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sitaro Budi Mukau mengapresiasi perubahan mekanisme dana BOS tahun 2021.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Selain diberikan langsung ke rekening sekolah, jumlah pagu dana BOS tahun ini juga meningkat sehingga membuat sekolah lebih leluasa dalam pengelolaannya.

Besaran dana BOS untuk sekolah di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro mengalami peningkatan untuk Sekolah Dasar (SD) dari 900 ribu saat ini naik menjadi 1,1 juta per siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 1,1 juta saat ini naik menjadi 1,360 ribu.

“Sangat bersyukur dana BOS tahun ini naik sehingga lebih leluasa sekolah bisa memaksimalkan dengan dana operasional ini. Kalau dulu kan untuk bayar listrik sama gaji sudah habis, kalau sekarang patut disyukuri bisa dengan tambahan-tambahan ini termasuk untuk kebutuhan siswa lebih terpenuhi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, diantara penggunaan dana BOS di masa pandemi adalah mendukung persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah bisa menggunakan dana BOS untuk menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan.

Penggunaan dana BOS untuk membuat tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker cadangan kalau ada siswa yang tidak membawa, kemudian thermo gun untuk mengukur suhu tubuh. Itu sekolah sudah menyiapkan belanja dari dana BOS, memang di juknisnya dibolehkan untuk itu.

Dan sekarang penyaluran dana BOS tengah berlangsung. Di tahun ini pun total dana BOS diterima Sitaro sebesar Rp 10.877.300.000 diantaranya untuk SD sebesar Rp 3.644.800.000, dan untuk SMP sebesar RP 7.232.500.000.

Dan tiap tahun pencairan dana BOS dilakukan tiga kali. Kata Budi, bahwa tahap satu pencairan dimulai dari dari Januari sampai dengan Maret. Tahap dua dimulai dari April sampai dengan Agustus, dan sedangkan untuk tahap tiga di mulai dari September sampai dengan Desember.

“Jadi yang menerima ada 103 Sekolah Dasar (SD) dan 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP),” katanya sembari menambahkan, bahwa tahun 2021 Pemkab telah menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk SD Rp 1.355.617.797, dan untuk SMP sebesar Rp 944.162.100. (cw-04/ewa)

MANADOPOST.ID – Siswa dan siswi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, dalam waktu dekat bakal ‘mandi duit’. Hal itu terjadi pasalnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan mekanisme penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2021 terdapat perubahan yang lebih afirmatif.

Meski demikian, penggunaan dana BOS tetap fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah termasuk untuk memenuhi pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 dan mendukung asesmen nasional.

BerdasarkanPermendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis (Juknis) BOS Reguler SD SMP SMA SMK Tahun 2021, penggunaan dana BOS dapat untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang meliputi 12 komponen.

Sekolah berhak menentukan komponen penggunaan dana BOS Reguler sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sitaro Budi Mukau mengapresiasi perubahan mekanisme dana BOS tahun 2021.

Selain diberikan langsung ke rekening sekolah, jumlah pagu dana BOS tahun ini juga meningkat sehingga membuat sekolah lebih leluasa dalam pengelolaannya.

Besaran dana BOS untuk sekolah di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro mengalami peningkatan untuk Sekolah Dasar (SD) dari 900 ribu saat ini naik menjadi 1,1 juta per siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 1,1 juta saat ini naik menjadi 1,360 ribu.

“Sangat bersyukur dana BOS tahun ini naik sehingga lebih leluasa sekolah bisa memaksimalkan dengan dana operasional ini. Kalau dulu kan untuk bayar listrik sama gaji sudah habis, kalau sekarang patut disyukuri bisa dengan tambahan-tambahan ini termasuk untuk kebutuhan siswa lebih terpenuhi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, diantara penggunaan dana BOS di masa pandemi adalah mendukung persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah bisa menggunakan dana BOS untuk menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan.

Penggunaan dana BOS untuk membuat tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker cadangan kalau ada siswa yang tidak membawa, kemudian thermo gun untuk mengukur suhu tubuh. Itu sekolah sudah menyiapkan belanja dari dana BOS, memang di juknisnya dibolehkan untuk itu.

Dan sekarang penyaluran dana BOS tengah berlangsung. Di tahun ini pun total dana BOS diterima Sitaro sebesar Rp 10.877.300.000 diantaranya untuk SD sebesar Rp 3.644.800.000, dan untuk SMP sebesar RP 7.232.500.000.

Dan tiap tahun pencairan dana BOS dilakukan tiga kali. Kata Budi, bahwa tahap satu pencairan dimulai dari dari Januari sampai dengan Maret. Tahap dua dimulai dari April sampai dengan Agustus, dan sedangkan untuk tahap tiga di mulai dari September sampai dengan Desember.

“Jadi yang menerima ada 103 Sekolah Dasar (SD) dan 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP),” katanya sembari menambahkan, bahwa tahun 2021 Pemkab telah menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk SD Rp 1.355.617.797, dan untuk SMP sebesar Rp 944.162.100. (cw-04/ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/