30C
Manado
Kamis, 25 Februari 2021

Sebelum Meninggal, Wanita 20 Tahun Sempat Ucap Selamat Tinggal Kepada Ibunya

MANADOPOST.ID–Warga Desa Kiama Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud dihebohkan dengan peristiwa bunuh diri, remaja wanita. Diketahui identitas korban bernama Jesika Mamalanggo (20) warga Desa Kiama Maredaren.

Saksi mata yang juga selaku ibu korban Olha Apena menerangkan pada, Selasa (2/2) sekitar pukul 15.30 Wita, dirinya sedang mencuci pakaian dikamar mandi. Kemudian Olha pergi ke kamar untuk berganti baju.

Namun saat masuk ke dalam kamar, dirinya mendapati korban sedang tidur. “Nah saat akan hendak membangunkan tiba-tiba saya melihat korban muntah-muntah sambil menangis dan mengatakan kepada saya selamat tinggal,” ungkapnya.

Olha juga menambahkan, saat anaknya muntah ia mencium ada bau racun sehingga langsung berteriak minta tolong, dan berusaha memberikan pertolongan pertama dengan susu dancow dan santan. Sementara itu saksi lain, Pingkan Apena (21) mengatakan, ia melihat korban bersama teman-temannya duduk santai didepan rumah.

Saat duduk-duduk, sekitar setengah jam kemudian datang ayahnya Beni Mamalanggo pulang kerumah bersama lelaki Barto yang hendak akan di jadikan anak angkat.

“Namun saat pada waktu itu ayah korban yang sudah mengkonsumsi minuman keras marah-marah kemudian sempat adu mulut dengan korban hingga ayah korban menampar korban berserta saudaranya,” beber Pingkan.

Ia juga melanjutkan, saat menampar anak-anaknya, ayah korban juga melanjutkan membanting kursi dan meja yang ada didalam rumah, lalu keluar rumah.

“Namun beberapa saat kemudian, mendengar ibu korban berteriak dan mendapati korban sedang muntah-muntah di dalam kamar, lalu membuat pertolongan pertama dengan memberikan minuman santan dan dancow serta langsung membawa korban ke RSUD Talaud,” terangnya.

Kapolsek Melonguane IPDA Dedy Matahari mengatakan, setelah tiba di TKP, korban langsung dibawa ke RSUD. “Sempat dilakukan upaya tindakan medis namun sekitar satu jam kemudian tepatnya pukul 16.40 Wita korban meninggal dunia. Tindakan selanjutnya meminta keterangan para saksi, dan mengamankan babuk 1 botol racun merk spontan,” ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, diduga korban telah meminum racun serangga. “Penyebab korban meminum racun tersebut karena adanya pertengkaran sebelumnya antara ayahnya, hingga ayah korban menampar korban, kakak dan adiknya. Saat akan di otopsi pihak keluarga menolak, karena meyakini korban mati dengan minum racun serangga merek spontan,” ungkapnya. (cw-02/ewa)

Artikel Terbaru