27C
Manado
Rabu, 14 April 2021

Terjerat Kasus Korupsi, Oknum Kepsek Terancam 20 Tahun Penjara

MAANDOPOST.ID–Kasus Korupsi Dana Bansos USB (Unit Sekolah Baru) SMA Negeri 2 Beo di Niampak tahun anggaran 2013 akhirnya di Tahap 2 ke Cabang kejaksaan Negeri Talaud di Beo, Selasa (6/4).

Diketahui, satuan Reskrim Polres Kepulauan Talaud melalui Unit Tipikor Polres Kepulauan Talaud Kanit Tipikor Aiptu Marco Agimat SH bersama anggota unit Aipda Julius Kalungan, SH dan Briptu Okrianto Nae SH melaksanakan Pelimpahan berkas Tahap II.

Kasus Tindak Pidana Korupsi dana Bansos USB dengan tersangka lelaki berinisial H.B (44) bersama barang bukti diserahkan. Yang di terima JPU Godang Paulus di kantor cabang Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud di Beo.

Kasus Korupsi ini berawal pada tahun 2013 di SMA Negeri 2 Beo di Niampak mendapat bantuan sosial dari direktorat pembinaan SMA Kemendikbud RI. melalui dinas Dikpora Talaud sebesar Rp. 2.350.000.000,- untuk pekerjaan konstruksi pembangunan Unit Sekolah Baru.

Namun pekerjaan tersebut dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi dan dipergunakan bukan pada peruntukannya antara lain pembayaran lahan atau lokasi USB, dana taktis, THR, biaya operasional panitia.

Penyidik tipikor Sat Reskrim Polres Kepulauan Talaud Aipda Julius Kalungan SH mengukapkan, terkait kasus korupsi ini yang tak sesuai spesifikasi pembanguan USB.” Meyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 335.200.000,”terangnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kepulauan Talaud Iptu Ricky Hermawan STrK melalui Kanit Tipikor Aiptu Marco Agimat menerangkan, tersangka akan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.” Untuk ancaman hukuman sendiri maksimal 20 tahun penjara” Pungkasnya.

Diketahui bahwa saat dilakukan tahap II tersangka sedang menjabat sebagai Kepsek disalah satu SMA di melonguane.(cw-02)

Artikel Terbaru