25.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Recoki Dana Desa, 2 Tersangka Korupsi Kakorotan Terancam 20 Tahun Penjara

MANADOPOST.ID – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kepulauan Talaud terus tancap gas. Salah satunya terkait kasus dugaan korupsi Dana Desa Kakorotan tahun anggaran 2017 sampai dengan 2019.

Kasat Reskrim Polsek Kepulauan Talaud Iptu I Gusti Made Andre, S.Tr.K didampingi Kanit Tipikor Aiptu Marco Agimat SH kabar terkini proses pemeriksaan saksi dan tersangka kasus Dana Desa Kakorotan tahun 2017 sampai dengan 2019.

“Proses selanjutnya ini yaitu pengiriman berkas perkara (Tahap I) ke Jaksa Penuntut Umum pada hari Jumat 10 Juni 2022 lalu,” terang kasat.

Ia melanjutkan, hal ini mengacu pada Surat Pengantar Tahap I Nomor : B/456/Res 3.3/VI/2022/Reskrim tanggal 9 juni 2022 untuk tersangka BR (50) sedangkan untuk tersangka WT (43) Nomor : B/457/Res 3.3/VI/2022/Reskrim tanggal 9 Juni 2022.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Untuk berkas perkara diterima langsung oleh Plt Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud,” bebernya.

Ia menambahkan, saat ini kedua tersangka masih dalam masa penahanan perpanjangan selama 40 hari dari kejaksaan sampai tanggal 4 juli 2022 di Rutan Polres Kepulauan Talaud untuk tersangka BR dan tersangka WT di Rutan Polsek Melonguane Polres Kepulauan Talaud.

“Kedua tersangka di jerat pasal 2 ayat 1, dan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 thn 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Yang ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Diketahui dua tersangka Korupsi Dana Desa Kakorotan ini merugikan negara hingga 480 Juta Rupiah. BR duketahui adalah mantan Kades Kakorotan pada waktu itu dan perempuan WT (43) selaku bendahara pada perkara dugaan tindak pidana Korupsi Dana Desa Kakorotan Tahun anggaran 2017 sampai dengan 2019. (del)

MANADOPOST.ID – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kepulauan Talaud terus tancap gas. Salah satunya terkait kasus dugaan korupsi Dana Desa Kakorotan tahun anggaran 2017 sampai dengan 2019.

Kasat Reskrim Polsek Kepulauan Talaud Iptu I Gusti Made Andre, S.Tr.K didampingi Kanit Tipikor Aiptu Marco Agimat SH kabar terkini proses pemeriksaan saksi dan tersangka kasus Dana Desa Kakorotan tahun 2017 sampai dengan 2019.

“Proses selanjutnya ini yaitu pengiriman berkas perkara (Tahap I) ke Jaksa Penuntut Umum pada hari Jumat 10 Juni 2022 lalu,” terang kasat.

Ia melanjutkan, hal ini mengacu pada Surat Pengantar Tahap I Nomor : B/456/Res 3.3/VI/2022/Reskrim tanggal 9 juni 2022 untuk tersangka BR (50) sedangkan untuk tersangka WT (43) Nomor : B/457/Res 3.3/VI/2022/Reskrim tanggal 9 Juni 2022.

“Untuk berkas perkara diterima langsung oleh Plt Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud,” bebernya.

Ia menambahkan, saat ini kedua tersangka masih dalam masa penahanan perpanjangan selama 40 hari dari kejaksaan sampai tanggal 4 juli 2022 di Rutan Polres Kepulauan Talaud untuk tersangka BR dan tersangka WT di Rutan Polsek Melonguane Polres Kepulauan Talaud.

“Kedua tersangka di jerat pasal 2 ayat 1, dan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 thn 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Yang ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Diketahui dua tersangka Korupsi Dana Desa Kakorotan ini merugikan negara hingga 480 Juta Rupiah. BR duketahui adalah mantan Kades Kakorotan pada waktu itu dan perempuan WT (43) selaku bendahara pada perkara dugaan tindak pidana Korupsi Dana Desa Kakorotan Tahun anggaran 2017 sampai dengan 2019. (del)

Most Read

Artikel Terbaru

/