alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Rugikan Negara hingga Puluhan Miliar, Kejari Bidik Beberapa Korupsi di Talaud

MANADOPOST.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepulauan Talaud tak kendor untuk memerangi korupsi di beranda NKRI atau tepatnya di Kabupaten Kepulauan Talaud. Pasalnya saat ini pihak Kejari sedang membidik beberapa kasus yang terindikasi merugikan negara hingga puluhan miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Talaud Agustiawan Umar SH MH membeberkan, beberapa kasus korupsi sedang dipantau karena merugikan negara atau daerah sendiri.

“Jadi pihak kami saat ini sedang melakukan penelusuran di beberapa kasus. Ini terkait pengelolaan dana daerah antara di tahun anggaran 2015 sampai tahun 2019. Kerugiannya terindikasi puluhan miliar,” tuturnya.

Kajari yang akrab dengan awak media ini menambahkan, jadi ada beberapa kasus yang menjadi atensi Kejaksaan.

“Dari informasi dari intelejen kami, ada yang berkaitan dengan dana hibah yang membuat indikasi kerugian negara cukup besar dan salah satu kasus lagi yang kami bidik terkait alat angkut pelayaran di Talaud yang dimiliki pemerintah daerah, dan masih ada beberapa kasus lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa kasus dugaan korupsi tersebut, pihak Kejari sudah dalam tahap penelusuran. “Jadi tinggal tunggu waktu saja hingga beberapa kasus ini terang benderang. Dan itu saya pastikan akan diseleskaikan dengan cepat,” pungkasnya. (ridel)

MANADOPOST.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepulauan Talaud tak kendor untuk memerangi korupsi di beranda NKRI atau tepatnya di Kabupaten Kepulauan Talaud. Pasalnya saat ini pihak Kejari sedang membidik beberapa kasus yang terindikasi merugikan negara hingga puluhan miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Talaud Agustiawan Umar SH MH membeberkan, beberapa kasus korupsi sedang dipantau karena merugikan negara atau daerah sendiri.

“Jadi pihak kami saat ini sedang melakukan penelusuran di beberapa kasus. Ini terkait pengelolaan dana daerah antara di tahun anggaran 2015 sampai tahun 2019. Kerugiannya terindikasi puluhan miliar,” tuturnya.

Kajari yang akrab dengan awak media ini menambahkan, jadi ada beberapa kasus yang menjadi atensi Kejaksaan.

“Dari informasi dari intelejen kami, ada yang berkaitan dengan dana hibah yang membuat indikasi kerugian negara cukup besar dan salah satu kasus lagi yang kami bidik terkait alat angkut pelayaran di Talaud yang dimiliki pemerintah daerah, dan masih ada beberapa kasus lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa kasus dugaan korupsi tersebut, pihak Kejari sudah dalam tahap penelusuran. “Jadi tinggal tunggu waktu saja hingga beberapa kasus ini terang benderang. Dan itu saya pastikan akan diseleskaikan dengan cepat,” pungkasnya. (ridel)

Most Read

Artikel Terbaru

/