24.6 C
Manado
Jumat, 18 Juni 2021
spot_img

Kepergok Bawa Pacar dalam Kamar, Ditegur Ibu, Gadis 17 Tahun Pilih Minum Racun

MANADOPOST.ID— Desa Matahit, Kecamatan Beo Salatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (15/5) geger. Salah satu warganya, YT alias Yulinar, bunuh diri dengan cara meminum racun. Gadis 17 tahun itu diduga nekat mengakhiri hidup lantaran kepergok ibunya membawa pacar ke dalam kamar.

Penuturan Ester Hamaaling (60), ibu korban, sekira pukul 09.00 Wita, dia masuk ke kamar sang anak dan mendapati seorang pria, diduga pacar korban, berada di dalam  kamar tersebut. Melihat kejadian tersebut ibu korban langsung menegur dan menyuruh si pria untuk pulang.

Ilustrasi

Ester kemudian menuju dapur dan menegur Yulinar. “Kamu tidak boleh begitu. Mama dapati di kamar ada laki-laki. Kamu harus sekolah jangan buat malu orang tua,” tuturnya, mereka ulang perkataannya ke sang anak. Usai mendapat nasehat dan teguran  orang tuanya tersebut, korban langsung masuk kamar.

Pukul 14.29 Wita, Ester masuk lagi ke kamar untuk mengecek keberadaan anaknya. “Saat masuk kamar, anak saya sudah tidak tidur di ranjang melainkan di lantai dengan posisi telungkup,” ungkapnya.

Aparat kepolisian saat melakukan identifikasi di TKP. (Dok Polres Talaud)

Ia melanjutkan, dirinya mencoba mambangunkanya sang anak beberapa kali, namun tidak bergerak sehingga berusaha membalikan badan. Namun ternyata sudah meninggal dikarenakan wajah korban sudah pucat kehitaman.

“Saya langsung memanggil kakak perempuannya dan suami untuk mengangkat dan dipindahkan ke kamar belakang karena sudah diketahui korban meninggal dunia. Usai memindahkan anak saya, kami mendapati di dalam kamar masih ada setengah gelas racun hama kelapa,” bebernya.

Kapolsek Beo Ipda Johan Atang membenarkan kejadian tersebut. “Kuat dugaan korban meninggal diakibatkan minum racun hama kelapa. Di dalam kamar korban ditemukan setengah gelas racun hama tersebut. Kemungkinan korban tidak terima atas teguran ibunya yang menemukan seorang pria sedang berada di dalam kamar. Sehingga korban malu kepada keluarganya, dan mengakhri hidupnya dengan cara minum racun hama kelapa,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, keluarga sudah tidak lagi melanjutkan masalah tersebut ke proses penyidikan dan mengiklaskan kematian korban. “Adapun keterangan dari dr Marie Purba yang adalah Kepala Puskesmas Beo Selatan, korban murni meninggal dunia akibat meminum racun,” pungkasnya. (ridel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru