27.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Cabjari Beo Endus Pengadaan Mesin Pembuat Dollar di Disperindag Talaud

MANADOPOST.ID – Cabang Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud (Cabjari) di Beo endus dugaan peyimpangan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Talaud terkait pengadaan mesin pembuatan bahan baku dolar atau serat abaka.

Kepala Cabjari Talaud di Beo Rahmad Abdul SH menjelaskan kepada Manado Post, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan tersebut. “DAK itu diperuntukkan untuk membangun Revitalisasi Centra IKM di Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud,” terangnya.

Kacabjari yang akrab dengan awak media ini menegaskan, maka dari itu dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap beberapa pihak untuk dimintai keterangan dan akan mengumpulkan data-data guna membuat terang Peristiwa Pidana yang dilaporkan kepada kami.

Rahmad menambahkan, adapun Dana DAK yang dialokasikan untuk Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra IKM yakni sebesar Rp. 1.150.112.000,00 (satu milyar seratus lima puluh juta seratus dua belas ribu rupiah) yang digunakan untuk membiayai kegiatan bidang industri kecil dan menengah dalam pengelolaan pisang abaka di Kecamatan Essang berupa pembangunan gedung Centra IKM dan Pengadaan Mesin serta Peralatan Pengolahan Pisang Abaka.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Diduga, kegiatan tersebut tidak dapat mendatangkan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat di Kecamatan Essang dalam hal pengembangan usaha Pertanian Serat Abaka karena tidak dapat difungsikan,”pungkasnya. (ridel)

MANADOPOST.ID – Cabang Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud (Cabjari) di Beo endus dugaan peyimpangan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Talaud terkait pengadaan mesin pembuatan bahan baku dolar atau serat abaka.

Kepala Cabjari Talaud di Beo Rahmad Abdul SH menjelaskan kepada Manado Post, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan tersebut. “DAK itu diperuntukkan untuk membangun Revitalisasi Centra IKM di Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud,” terangnya.

Kacabjari yang akrab dengan awak media ini menegaskan, maka dari itu dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap beberapa pihak untuk dimintai keterangan dan akan mengumpulkan data-data guna membuat terang Peristiwa Pidana yang dilaporkan kepada kami.

Rahmad menambahkan, adapun Dana DAK yang dialokasikan untuk Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra IKM yakni sebesar Rp. 1.150.112.000,00 (satu milyar seratus lima puluh juta seratus dua belas ribu rupiah) yang digunakan untuk membiayai kegiatan bidang industri kecil dan menengah dalam pengelolaan pisang abaka di Kecamatan Essang berupa pembangunan gedung Centra IKM dan Pengadaan Mesin serta Peralatan Pengolahan Pisang Abaka.

“Diduga, kegiatan tersebut tidak dapat mendatangkan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat di Kecamatan Essang dalam hal pengembangan usaha Pertanian Serat Abaka karena tidak dapat difungsikan,”pungkasnya. (ridel)

Most Read

Artikel Terbaru

/