alexametrics
27.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Benda Sederhana Ini yang Menyelamatkan 3 Warga Talaud yang Terombang-ambing di Laut Selama 19 Jam

MANADOPOST.ID – Cuaca buruk yang disertai ombak besar dan angin kencang di Kabupaten Talaud masih terjadi di sejumlah wilayah. Peristiwa alam yang terjadi di luar dugaan manusia ini pun nyaris merengut nyawa tiga warga Desa Kakorotan, Kecamatan Nanusa, Talaud, Sulawesi Utara.

Kronologi kejadian yang terjadi Jumat (14/1) pukul 16.00 Wita itu saat dua warga bekerja sebagai PNS dan satu lainnya mahasiswa melakukan pelayaran laut.

Penyeberangan laut dengan menggunakan perahu pamboat itu terjadi saat ketiganya berada di perairan laut depan desa Riung Kecamatan Tampan’amma.

Saat berada di Laut laut depan desa Riung, cuaca buruk mulai menghantam perahu yang mereka tumpangi. Hantaman ombak besar disertai hujan dan angin kencang yang terjadi saat ini membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik. Imbasnya, ketiga warga ini pun terapung di laut selama 19 jam.

Kapolsek Rainis Ipda Peter Nender mengaminkan kejadian tersebut. Menurutnya, awal kejadian naas yang nyaris merenggut nyawa warga ini berawal saat ketiganya berangkat Jumat (14/1) pukul 14.30 Wita.

Berangkat dengan menggunakan pamboat putih berukuran 7 meter, ketiganya bertolak dari pelabuhan Rainis menuju pulau Kakorotan.

Cuaca buruk disertai ombak besar yang terjadi saat itu tak membuat mereka menunda keberangkatan. Tapi sebaliknya aksi pasang badan tetap dilakukan dengan memaksakan perjalanan mereka.

Imbasnya, saat perahu berada di perairan laut depan Desa Riung, pamboat yang ditumpangi ketiga korban terbalik akibat terhantam ombak. Kejadian naas ini membuat ketiganya terapung di tengah laut.

Untuk menyelamatkan diri, ketiganya ambil langkah dengan berpegangan di pambout yang terbalik. Selama beberapa jam hal itu mereka lakukan.

Tepat Sabtu (15/1) pukul 04.00 pagi, pamboat yang terbalik dihantam ombak itu mulai tengelam. Situasi ini pun memaksakan ketiganya ambil sikap dengan melepaskan diri dari pambout. Upaya penyelamatan diri pun terus mereka lakukan dengan berenang menggunakan galon berukuran 25 Liter dan 5 liter menuju pinggiran pantai.

MANADOPOST.ID – Cuaca buruk yang disertai ombak besar dan angin kencang di Kabupaten Talaud masih terjadi di sejumlah wilayah. Peristiwa alam yang terjadi di luar dugaan manusia ini pun nyaris merengut nyawa tiga warga Desa Kakorotan, Kecamatan Nanusa, Talaud, Sulawesi Utara.

Kronologi kejadian yang terjadi Jumat (14/1) pukul 16.00 Wita itu saat dua warga bekerja sebagai PNS dan satu lainnya mahasiswa melakukan pelayaran laut.

Penyeberangan laut dengan menggunakan perahu pamboat itu terjadi saat ketiganya berada di perairan laut depan desa Riung Kecamatan Tampan’amma.

Saat berada di Laut laut depan desa Riung, cuaca buruk mulai menghantam perahu yang mereka tumpangi. Hantaman ombak besar disertai hujan dan angin kencang yang terjadi saat ini membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik. Imbasnya, ketiga warga ini pun terapung di laut selama 19 jam.

Kapolsek Rainis Ipda Peter Nender mengaminkan kejadian tersebut. Menurutnya, awal kejadian naas yang nyaris merenggut nyawa warga ini berawal saat ketiganya berangkat Jumat (14/1) pukul 14.30 Wita.

Berangkat dengan menggunakan pamboat putih berukuran 7 meter, ketiganya bertolak dari pelabuhan Rainis menuju pulau Kakorotan.

Cuaca buruk disertai ombak besar yang terjadi saat itu tak membuat mereka menunda keberangkatan. Tapi sebaliknya aksi pasang badan tetap dilakukan dengan memaksakan perjalanan mereka.

Imbasnya, saat perahu berada di perairan laut depan Desa Riung, pamboat yang ditumpangi ketiga korban terbalik akibat terhantam ombak. Kejadian naas ini membuat ketiganya terapung di tengah laut.

Untuk menyelamatkan diri, ketiganya ambil langkah dengan berpegangan di pambout yang terbalik. Selama beberapa jam hal itu mereka lakukan.

Tepat Sabtu (15/1) pukul 04.00 pagi, pamboat yang terbalik dihantam ombak itu mulai tengelam. Situasi ini pun memaksakan ketiganya ambil sikap dengan melepaskan diri dari pambout. Upaya penyelamatan diri pun terus mereka lakukan dengan berenang menggunakan galon berukuran 25 Liter dan 5 liter menuju pinggiran pantai.

Most Read

Artikel Terbaru

/