alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Penemuan Mayat di Kebun Hebohkan Warga

MANADOPOST.ID–Warga Kelurahan Beo Barat Kecamatan Beo dihebohkan dengan penemuan seorang mayat. Dari informasi yang dihimpun, mayat tersebut ditemukan di perkebunan Masing sekitar pukul 15: 30 Wita, dengan identitas bernama George Paniilan (63) pensiunan PNS warga Beo Barat Kecamatan Beo.

Berdasarkan keterangan saksi perempuan Meli Hengkebala (38) warga yang sama. Hari itu sekitar pukul 10.00 Wita saksi melewati kebun korban dan melihat korban berada di bawa pohon pala dan saksi berkata kepada korban “akang ada bikin apa”.

Dan korban menjawab “ada kase bersih pohon ini mar akang ada kurang sehat ini panyaki so kambuh”. dan saksi berkata “kalau saki akang (korban) so boleh pulang” selanjutnya saksi melanjutkan perjalanannya untuk pergi kekebun milik saksi.

Pada Pukul 14.00 Wita saat saksi mau pulang dari kebun, saksi  melihat korban sudah tergeletak di bawah pohon pala milik korban dan saksi menegur. “Akang, so istrahat belum mo pulang,” tanya saksi.

Akan tetapi korban tidak menjawab teguran saksi, karena penasaran lalu saksi mendekati korban dan melihat bahwa korban sudah tidak bergerak. Karena takut lalu saksi dengan cepat berjalan menuju kampung untuk memberi tahu kepada keluarga korban agar segera melihat korban karena sudah tidak bergerak.

Sekira Pukuk 16.30 Wita keluarga korban bersama anak korban Donal Paniilan bergegas ke kebun, setelah menerima informasi, dan memang benar saat tiba, korban sudah tidak bernafas dan kangsung membawanya pulang korban ke rumah.

Menurut keterangan anak korban Donal Paniilan bahwa memang ayahnya (korban) ada riwayat penyakit asam lambung tinggi atau Maag, jadi menurut anak korban bahwa ayahnya meninggal karena sakit asam lambung dan dari pihak keluarga sepakat akan membuat surat penolakan otopsi.

Polsek Beo IPDA Johan Atang membenarkan kejadian tersebut. “Saat menerima informasi, personil langsung mendatangi TKP, mengamankan Tkp dan membantu keluarga membawa korban menuju rumah korban, serta mengumpulkan bukti-bukti serta pemotretan dan membuat penolakan otopsi. Selain itu juga kami melakukan sambang duka dan membantu pembuatan bangsal serta menyampaikan ucapan  turut berduka cita,” pungkasnya. (cw-02/ewa)

MANADOPOST.ID–Warga Kelurahan Beo Barat Kecamatan Beo dihebohkan dengan penemuan seorang mayat. Dari informasi yang dihimpun, mayat tersebut ditemukan di perkebunan Masing sekitar pukul 15: 30 Wita, dengan identitas bernama George Paniilan (63) pensiunan PNS warga Beo Barat Kecamatan Beo.

Berdasarkan keterangan saksi perempuan Meli Hengkebala (38) warga yang sama. Hari itu sekitar pukul 10.00 Wita saksi melewati kebun korban dan melihat korban berada di bawa pohon pala dan saksi berkata kepada korban “akang ada bikin apa”.

Dan korban menjawab “ada kase bersih pohon ini mar akang ada kurang sehat ini panyaki so kambuh”. dan saksi berkata “kalau saki akang (korban) so boleh pulang” selanjutnya saksi melanjutkan perjalanannya untuk pergi kekebun milik saksi.

Pada Pukul 14.00 Wita saat saksi mau pulang dari kebun, saksi  melihat korban sudah tergeletak di bawah pohon pala milik korban dan saksi menegur. “Akang, so istrahat belum mo pulang,” tanya saksi.

Akan tetapi korban tidak menjawab teguran saksi, karena penasaran lalu saksi mendekati korban dan melihat bahwa korban sudah tidak bergerak. Karena takut lalu saksi dengan cepat berjalan menuju kampung untuk memberi tahu kepada keluarga korban agar segera melihat korban karena sudah tidak bergerak.

Sekira Pukuk 16.30 Wita keluarga korban bersama anak korban Donal Paniilan bergegas ke kebun, setelah menerima informasi, dan memang benar saat tiba, korban sudah tidak bernafas dan kangsung membawanya pulang korban ke rumah.

Menurut keterangan anak korban Donal Paniilan bahwa memang ayahnya (korban) ada riwayat penyakit asam lambung tinggi atau Maag, jadi menurut anak korban bahwa ayahnya meninggal karena sakit asam lambung dan dari pihak keluarga sepakat akan membuat surat penolakan otopsi.

Polsek Beo IPDA Johan Atang membenarkan kejadian tersebut. “Saat menerima informasi, personil langsung mendatangi TKP, mengamankan Tkp dan membantu keluarga membawa korban menuju rumah korban, serta mengumpulkan bukti-bukti serta pemotretan dan membuat penolakan otopsi. Selain itu juga kami melakukan sambang duka dan membantu pembuatan bangsal serta menyampaikan ucapan  turut berduka cita,” pungkasnya. (cw-02/ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/