23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Kemenangan Italia Bukti Penelitian Profesor Asal Spanyol Ini Tepat

MANADOPOST.ID–Italia mencapai final Euro 2020 dengan cara dramatis. Gli Azzurri berhasil lolos ke partai puncak via kemenangan adu penalti melawan Spanyol pada semifinal di Stadion Wembley, London dini hari ini WIB (7/7).

Italia unggul lebih dulu dalam laga ini lewat tendangan melengkung cantik dari winger Juventus Federico Chiesa pada menit ke-60. Spanyol membalas dan menyamakan kedudukan melalui sepakan Alvaro Morata pada menit ke-80.

Dalam babak tambahan waktu, baik Spanyol dan Italia gagal mencetak gol. Jadilah, adu penalti ditempuh untuk mencari pemenang dalam pertandingan ini.

Pada adu penalti, Italia yang menjadi tim penendang pertama tidak memulai aksinya dengan mulus. Tendangan Manuel Locatelli berhasil ditepis oleh kiper Spanyol Unai Simon.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tetapi, Spanyol juga gagal sempurna di awal. Sepakan Dani Olmo justru melayang di atas mistar Gianluigi Donnarumma. Setelah itu, tendangan Andrea Belotti, Leonardo Bonucci, dan Federico Bernardeschi dari kubu Italia sukses menemui sasaran.

Baca Juga:  Pemilik 20 Gelar Grand Slam Dikandaskan Rangking 50 Dunia

Begitu pula eksekusi pemain Spanyol Gerard Moreno dan Thiago Alcantara. Momen kekalahan Spanyol terjadi saat sepakan Morata ditepis Donnarumma.

Dan Jorginho yang maju sebagai penendang terakhir Italia, tampil sangat tenang. Dia dengan dingin menendang ke arah kanan, mengecoh Simon yang bergerak ke arah sebaliknya.

Kemengan Italia sekali lagi membuktikan penelitian dari pakar ekonomi dari Brown University Profesor Ignacio Palacios-Huerta. Ilmuwan asal Spanyol itu mengatakan bahwa 60 persen tim penendang pertama akan menjadi pemenang dalam adu penalti.

Alasan Palacios-Huerta, tim penendang kedua akan memiliki beban psikologis yang lebih berat. Palacios-Huerta sendiri mengamati lebih kurang 110 tendangan penalti dalam penelitiannya.

“Semua orang menjadikan Italia tim favorit di sini. Tetapi kami mendemonstrasikan bahwa kami adalah tim yang superior,” ucap kapten Spanyol Sergio Busquets setelah pertandingan dikutip dari situs resmi UEFA.

Baca Juga:  Inilah, Calon Lawan Italia di Babak 16 Besar Euro 2020

Pemain Italia setuju. Spanyol memang tampil baik. “Spanyol membawa banyak masalah bagi kami hari ini. Penguasaan bola mereka luar biasa. Namun, saya kira kami berhak untuk bermain di final. Saya tidak ingin berbicara soal final hari ini. Saya ingin menikmati momen. Kami akan berpikir ketika tiba saatnya berpikir,” kata Donnarumma.

Dengan keberhasilan ini, Italia mencapai final Euro keempat dalam sejarah. Italia hanya kalah dari Jerman yang mampu menembus enam final. Tetapi, Italia hanya sekali juara yakni pada 1968.

Di final, Italia akan berhadapan melawan pemenang antara Inggris melawan Denmark. Final berlangsung di Wembley, 12 Juli dini hari WIB.(jawapos)

MANADOPOST.ID–Italia mencapai final Euro 2020 dengan cara dramatis. Gli Azzurri berhasil lolos ke partai puncak via kemenangan adu penalti melawan Spanyol pada semifinal di Stadion Wembley, London dini hari ini WIB (7/7).

Italia unggul lebih dulu dalam laga ini lewat tendangan melengkung cantik dari winger Juventus Federico Chiesa pada menit ke-60. Spanyol membalas dan menyamakan kedudukan melalui sepakan Alvaro Morata pada menit ke-80.

Dalam babak tambahan waktu, baik Spanyol dan Italia gagal mencetak gol. Jadilah, adu penalti ditempuh untuk mencari pemenang dalam pertandingan ini.

Pada adu penalti, Italia yang menjadi tim penendang pertama tidak memulai aksinya dengan mulus. Tendangan Manuel Locatelli berhasil ditepis oleh kiper Spanyol Unai Simon.

Tetapi, Spanyol juga gagal sempurna di awal. Sepakan Dani Olmo justru melayang di atas mistar Gianluigi Donnarumma. Setelah itu, tendangan Andrea Belotti, Leonardo Bonucci, dan Federico Bernardeschi dari kubu Italia sukses menemui sasaran.

Baca Juga:  Sanksi Fabio Quartararo Bertambah, Hasil MotoGP Catalunya Berubah

Begitu pula eksekusi pemain Spanyol Gerard Moreno dan Thiago Alcantara. Momen kekalahan Spanyol terjadi saat sepakan Morata ditepis Donnarumma.

Dan Jorginho yang maju sebagai penendang terakhir Italia, tampil sangat tenang. Dia dengan dingin menendang ke arah kanan, mengecoh Simon yang bergerak ke arah sebaliknya.

Kemengan Italia sekali lagi membuktikan penelitian dari pakar ekonomi dari Brown University Profesor Ignacio Palacios-Huerta. Ilmuwan asal Spanyol itu mengatakan bahwa 60 persen tim penendang pertama akan menjadi pemenang dalam adu penalti.

Alasan Palacios-Huerta, tim penendang kedua akan memiliki beban psikologis yang lebih berat. Palacios-Huerta sendiri mengamati lebih kurang 110 tendangan penalti dalam penelitiannya.

“Semua orang menjadikan Italia tim favorit di sini. Tetapi kami mendemonstrasikan bahwa kami adalah tim yang superior,” ucap kapten Spanyol Sergio Busquets setelah pertandingan dikutip dari situs resmi UEFA.

Baca Juga:  Pensiun dari MotoGP, Valentino Rossi Akan Lakukan Ini

Pemain Italia setuju. Spanyol memang tampil baik. “Spanyol membawa banyak masalah bagi kami hari ini. Penguasaan bola mereka luar biasa. Namun, saya kira kami berhak untuk bermain di final. Saya tidak ingin berbicara soal final hari ini. Saya ingin menikmati momen. Kami akan berpikir ketika tiba saatnya berpikir,” kata Donnarumma.

Dengan keberhasilan ini, Italia mencapai final Euro keempat dalam sejarah. Italia hanya kalah dari Jerman yang mampu menembus enam final. Tetapi, Italia hanya sekali juara yakni pada 1968.

Di final, Italia akan berhadapan melawan pemenang antara Inggris melawan Denmark. Final berlangsung di Wembley, 12 Juli dini hari WIB.(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/