23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Darurat Covid-19, Olimpiade Tokyo Tanpa Penonton

MANADOOOST.ID- Olimpiade Tokyo akan menjadi penanda kemenangan umat manusia dari virus. Janji itu beberapa kali dilontarkan penyelenggara Olimpiade dan para pejabat Jepang.

 

Sayangnya, hal itu tak terealisasi. Jepang belum mampu membendung virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab pandemi.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kamis (8/7) pemerintah Jepang menetapkan status darurat di Tokyo akibat lonjakan kasus Covid-19. Berlaku mulai 12 Juli hingga 22 Agustus. Artinya, status itu berlaku sepanjang penyelenggaraan Olimpiade pada 23 Juli–8 Agustus nanti.

 

Kebijakan tersebut menjadi pukulan terbaru bagi event akbar olahraga yang dihelat empat tahun sekali itu. ’’Saya rasa kita bisa mewujudkan pertandingan yang aman dan terjamin dengan mengambil langkah ini,’’ ujar Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga seperti dikutip Agence France-Presse.

Baca Juga:  Juara Dunia Junior dari Indonesia 'Bantai' Pasangan Jerman

 

Dia menegaskan bahwa itu adalah keputusan sulit. Tapi, Suga tidak mau Tokyo menjadi awal dari persebaran virus ke wilayah lain.

 

Status darurat di Prefektur Okinawa juga diperpanjang hingga pertengahan Agustus. Di Prefektur Kanagawa, Chiba, dan Saitama berlaku status semidarurat dengan periode yang sama.

 

Kebijakan pemerintah itu juga menjadi mimpi buruk bagi penonton. Sebab, di area yang berstatus darurat, penonton dilarang sama sekali. Penonton akan dipertimbangkan pada penyelenggaraan di luar area Tokyo. Kebijakan itu diambil setelah Komite Olimpiade bertemu dengan beberapa pihak yang bertanggung jawab atas terselenggaranya Olimpiade. (jawapos)

MANADOOOST.ID- Olimpiade Tokyo akan menjadi penanda kemenangan umat manusia dari virus. Janji itu beberapa kali dilontarkan penyelenggara Olimpiade dan para pejabat Jepang.

 

Sayangnya, hal itu tak terealisasi. Jepang belum mampu membendung virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab pandemi.

 

Kamis (8/7) pemerintah Jepang menetapkan status darurat di Tokyo akibat lonjakan kasus Covid-19. Berlaku mulai 12 Juli hingga 22 Agustus. Artinya, status itu berlaku sepanjang penyelenggaraan Olimpiade pada 23 Juli–8 Agustus nanti.

 

Kebijakan tersebut menjadi pukulan terbaru bagi event akbar olahraga yang dihelat empat tahun sekali itu. ’’Saya rasa kita bisa mewujudkan pertandingan yang aman dan terjamin dengan mengambil langkah ini,’’ ujar Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga seperti dikutip Agence France-Presse.

Baca Juga:  Ancelotti Dukung AC Milan Rekrut Mike Maignan

 

Dia menegaskan bahwa itu adalah keputusan sulit. Tapi, Suga tidak mau Tokyo menjadi awal dari persebaran virus ke wilayah lain.

 

Status darurat di Prefektur Okinawa juga diperpanjang hingga pertengahan Agustus. Di Prefektur Kanagawa, Chiba, dan Saitama berlaku status semidarurat dengan periode yang sama.

 

Kebijakan pemerintah itu juga menjadi mimpi buruk bagi penonton. Sebab, di area yang berstatus darurat, penonton dilarang sama sekali. Penonton akan dipertimbangkan pada penyelenggaraan di luar area Tokyo. Kebijakan itu diambil setelah Komite Olimpiade bertemu dengan beberapa pihak yang bertanggung jawab atas terselenggaranya Olimpiade. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/