33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Target 16, Eh Malah Capai 27 Emas, Jepang Panen Medali di Cabor Ini

MANADOPOST.ID–Jepang memungkasi Olimpiade Tokyo 2020 dengan catatan 27 emas, 14 perak, dan 17 perunggu. Itu jauh melebihi rekor tertinggi sebelumnya yakni 16 emas dari Olimpiade Athena 2004.

Manajer umum untuk delegasi nasional Jepang Mitsugi Ogata memuji performa atlet. Jepang sendiri berada di posisi ketiga klasemen akhir. Tepat di bawah Amerika Serikat (39 emas) dan Tiongkok (38 emas). “Kami senang dapat menyampaikan beberapa berita yang menggembirakan,” kata Ogata kepada Reuters.

Menurut Ogata, ada kekhawatiran tentang Olimpiade yang dianggap “tidak perlu” di tengah pandemi. Tetapi, dengan penampilan para atlet Jepang yang luar biasa, penyelenggara secara bertahap mendapatkan kepercayaan publik.

Secara total, medali Jepang mencapai 58 keping. Itu juga rekor. Melebihi catatan tertinggi sebelumnya, yakni 37 medali di Athena.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Medali tersebut termasuk selancar ombak, panjat tebing, dan skateboard. Ketiganya merupakan olahraga yang menjalani debut di Tokyo 2020.

Jepang mendulang emas terbanyak lewat cabang judo. Jepang total meraih 9 emas dari olahraga asli Jepang tersebut. Uniknya, dua atlet Jepang Uta dan Hifumi Abe menjadi saudara kandung pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangi emas pada hari yang sama.

Uta meraih emas kelas 52kg putri. Sedangkan Hifumi merebut emas kelas 66kg putra. Perusahaan data Gracenote awalnya memperkirakan Jepang bisa mengamankan 60 medali.

Jepang juga menghadapi beberapa kekecewaan besar ketika bintang tenis Naomi Osaka tersingkir di putaran ketiga. Itu cuma beberapa hari setelah dia menjadi sorotan saat menyalakan kaldron api Olimpiade pada upacara pembukaan.

Di cabang olahraga golf, Hideki Matsuyama yang memenangi Turnamen Master 2021, gagal mengantongi perunggu di nomor putra.

IOC sendiri mengabarkan bahwa jumlah penonton televisi Olimpiade ini sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa dukungan publik Jepang terhadap Olimpiade sangat besar.

Bahkan, menurut harian Yomiuri Shimbun, jumlah penonton televisi untuk semifinal sepak bola antara Jepang melawan Spanyol melonjak sampai 43 persen.

Penyelenggara juga memuji keberhasilan mereka dalam mencegah penyebaran Covid-19 di antara staf dan atlet Olimpiade.

Namun, kasus Covid-19 harian di Tokyo membengkak selama Olimpiade. Ini melebihi jumlah sebelumnya. Bahkan sepanjang Olimpiade, kasus korona baru sempat mencapai lebih dari 5.000 kasus.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Jepang memungkasi Olimpiade Tokyo 2020 dengan catatan 27 emas, 14 perak, dan 17 perunggu. Itu jauh melebihi rekor tertinggi sebelumnya yakni 16 emas dari Olimpiade Athena 2004.

Manajer umum untuk delegasi nasional Jepang Mitsugi Ogata memuji performa atlet. Jepang sendiri berada di posisi ketiga klasemen akhir. Tepat di bawah Amerika Serikat (39 emas) dan Tiongkok (38 emas). “Kami senang dapat menyampaikan beberapa berita yang menggembirakan,” kata Ogata kepada Reuters.

Menurut Ogata, ada kekhawatiran tentang Olimpiade yang dianggap “tidak perlu” di tengah pandemi. Tetapi, dengan penampilan para atlet Jepang yang luar biasa, penyelenggara secara bertahap mendapatkan kepercayaan publik.

Secara total, medali Jepang mencapai 58 keping. Itu juga rekor. Melebihi catatan tertinggi sebelumnya, yakni 37 medali di Athena.

Medali tersebut termasuk selancar ombak, panjat tebing, dan skateboard. Ketiganya merupakan olahraga yang menjalani debut di Tokyo 2020.

Jepang mendulang emas terbanyak lewat cabang judo. Jepang total meraih 9 emas dari olahraga asli Jepang tersebut. Uniknya, dua atlet Jepang Uta dan Hifumi Abe menjadi saudara kandung pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangi emas pada hari yang sama.

Uta meraih emas kelas 52kg putri. Sedangkan Hifumi merebut emas kelas 66kg putra. Perusahaan data Gracenote awalnya memperkirakan Jepang bisa mengamankan 60 medali.

Jepang juga menghadapi beberapa kekecewaan besar ketika bintang tenis Naomi Osaka tersingkir di putaran ketiga. Itu cuma beberapa hari setelah dia menjadi sorotan saat menyalakan kaldron api Olimpiade pada upacara pembukaan.

Di cabang olahraga golf, Hideki Matsuyama yang memenangi Turnamen Master 2021, gagal mengantongi perunggu di nomor putra.

IOC sendiri mengabarkan bahwa jumlah penonton televisi Olimpiade ini sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa dukungan publik Jepang terhadap Olimpiade sangat besar.

Bahkan, menurut harian Yomiuri Shimbun, jumlah penonton televisi untuk semifinal sepak bola antara Jepang melawan Spanyol melonjak sampai 43 persen.

Penyelenggara juga memuji keberhasilan mereka dalam mencegah penyebaran Covid-19 di antara staf dan atlet Olimpiade.

Namun, kasus Covid-19 harian di Tokyo membengkak selama Olimpiade. Ini melebihi jumlah sebelumnya. Bahkan sepanjang Olimpiade, kasus korona baru sempat mencapai lebih dari 5.000 kasus.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/