29.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Masih Berhasrat Raih Emas di Olimpiade Kelima, Eko Yuli Irawan: Saya Belum Pensiun

MANADOPOST.ID–Meraih empat medali secara beruntun dalam empat Olimpiade tidak membuat Eko Yuli Irawan puas.

Dia masih menyimpan ambisi untuk bisa meraih emas pada Olimpiade Paris 2024. Saat ini Eko sudah mengoleksi dua perak dan dua perunggu.

Namun, Eko juga menyadari faktor usia. Tahun ini dia berusia 32 tahun. Pada 2024, Eko akan berumur 35 tahun. Dia sadar persaingan lebih berat dengan hadirnya lifter-lifter baru di kelas 61 kg nanti.

”Masih ingin (meraih emas, Red), tapi melihat kondisi saya juga. Bukannya saya pesimistis. Nanti saya juga melihat kondisi bisa bersaing apa tidak. Yang pasti, saya belum pensiun,” kata Eko kepada Jawa Pos.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Eko membawa pulang perak. Dia meraih catatan snatch 137 kg, clean and jerk 165 kg, serta total angkatan 302 kg.

Dia kalah dari rivalnya, Li Fabin, yang memperoleh total angkatan 313 kg. Fabin juga masih memegang rekor dunia snatch dan total angkatan. Sementara, Eko memiliki rekor clean and jerk.

Untuk menuju Paris 2024, Eko harus melalui babak kualifikasi. Kemudian, dia melihat capaiannya pada beberapa kejuaraan mendatang.

”Coba lihat hasil di Asian Games 2022, kualifikasi lolos apa tidak. Ambisi emas mungkin nggak sebesar sebelumnya. Belum bisa bicara terlalu jauh soal itu,” jelas Eko.

Karena belum pensiun, Eko masih turun pada PON XX/2020. Dia mewakili Jawa Timur. Multievent yang bakal berlangsung di Papua itu menjadi penutup kejuaraan Eko tahun ini.

Setelah itu, Eko menargetkan Asian Games 2022 yang akan berlangsung di Hangzhou, Tiongkok. Event tersebut dijadwalkan pada 10 September 2022 sampai 25 September 2022. Eko ingin mempertahankan emas yang diraihnya pada Asian Games 2018.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Meraih empat medali secara beruntun dalam empat Olimpiade tidak membuat Eko Yuli Irawan puas.

Dia masih menyimpan ambisi untuk bisa meraih emas pada Olimpiade Paris 2024. Saat ini Eko sudah mengoleksi dua perak dan dua perunggu.

Namun, Eko juga menyadari faktor usia. Tahun ini dia berusia 32 tahun. Pada 2024, Eko akan berumur 35 tahun. Dia sadar persaingan lebih berat dengan hadirnya lifter-lifter baru di kelas 61 kg nanti.

”Masih ingin (meraih emas, Red), tapi melihat kondisi saya juga. Bukannya saya pesimistis. Nanti saya juga melihat kondisi bisa bersaing apa tidak. Yang pasti, saya belum pensiun,” kata Eko kepada Jawa Pos.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Eko membawa pulang perak. Dia meraih catatan snatch 137 kg, clean and jerk 165 kg, serta total angkatan 302 kg.

Dia kalah dari rivalnya, Li Fabin, yang memperoleh total angkatan 313 kg. Fabin juga masih memegang rekor dunia snatch dan total angkatan. Sementara, Eko memiliki rekor clean and jerk.

Untuk menuju Paris 2024, Eko harus melalui babak kualifikasi. Kemudian, dia melihat capaiannya pada beberapa kejuaraan mendatang.

”Coba lihat hasil di Asian Games 2022, kualifikasi lolos apa tidak. Ambisi emas mungkin nggak sebesar sebelumnya. Belum bisa bicara terlalu jauh soal itu,” jelas Eko.

Karena belum pensiun, Eko masih turun pada PON XX/2020. Dia mewakili Jawa Timur. Multievent yang bakal berlangsung di Papua itu menjadi penutup kejuaraan Eko tahun ini.

Setelah itu, Eko menargetkan Asian Games 2022 yang akan berlangsung di Hangzhou, Tiongkok. Event tersebut dijadwalkan pada 10 September 2022 sampai 25 September 2022. Eko ingin mempertahankan emas yang diraihnya pada Asian Games 2018.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/