28.6 C
Manado
Kamis, 13 Mei 2021
spot_img
spot_img

Bawa Sulut Raih Perunggu di PON 1996, Ini Sederet Prestasi Leo Soputan di Lapangan Hijau

MANADOPOST.ID— Sulawesi Utara (Sulut) baru saja kehilangan salah satu legenda sepak bolanya, Leo Soputan, yang meninggal dunia Senin (19/4).

Selama merumput di lapangan hijau, pria yang menjabat Asisten Pelatih Sulut United FC itu, berhasil mengukir sederet prestasi.

Pemilik nama lengkap Akira Leonard Soputan kelahiran 18 April 1976 itu, mengawali karir sepakbolanya bersama Persma Manado pada 1993 hingga 1994. Dia kemudian memperkuat tim sepakbola Sulut diajang PON XIV Jakarta tahun 1996 dan berhasil mempersembahkan medali perunggu.

Di tahun yang sama, Leo bergabung dengan klub Pelita Jaya. Dua tahun kemudian dia hengkang ke Persita Tangerang. Setahun berselang pengidola Herri Kiswanto dan Paolo Maldini ini kembali ke Pelita Jaya lalu Persijatim (kini Sriwijaya FC) pada tahun berikutnya.

Tahun 2003, Leo kembali ke Persita Tangerang. Di tahun itu, Persita Tangerang meraih peringkat ke-3 pada kompetisi Liga Indonesia, dan sebagai peserta di Piala Champions Asia.

Mmembela Persita hingga 2005, Leo lalu hengkang ke Arema Malang pada tahun 2006 dan kembali lagi di tahun 2007. Leo ikut membawa AREMA meraih Juara 1 pada Copa Indonesia.

Pada 2008, Leo memilih kembali ke Sulut, memperkuat Persibom Bolaang Mongondow. Leo kembali ke Tangerang pada 2009, memperkuat Persikota hingga mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola profesional pada 2012.

Leo kemudian melanjutkan karir di dunia sepakbola sebagai juru taktik. Pemilik Lisensi D Nasional (2010), Lisensi C Nasional (2012), Lisensi C AFC (2017), Lisensi B AFC (2019) itu, tercatat pernah melatih di SSI Arsenal, PT. Unilever Indonesia, SSB South Tangerang City, Boca Junior Football Academy, Serpong City Soccer School, Firman Utina Football Academy dan 2018 – 2020 di FIFA Farmel Academy.(mpid)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru