24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Masih Ingat Legenda Jerman Miroslav Klose? Kini Resmi Jadi Pelatih Klub Liga Austria

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Jerman dikenal punya sejarah dalam menghasilkan asisten pelatih yang ciamik. Kapabilitas mereka teruji saat naik ke level pelatih.

Joachim Loew, misalnya. Dia awalnya merupakan asisten Juergen Klinsmann di timnas Jerman. Nah, setelah menggantikan posisi Klinsmann, Loew sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia. Lalu, ada pula Hans Dieter Flick yang mengasistensi Loew.

Ketika di Bayern Munchen, dia jadi tangan kanan Niko Kovac. Flick kemudian mampu menyabet tiga trofi juara setelah duduk di kursi pelatih Die Roten (julukan Bayern).

Nah, tantangan itulah yang sekarang berada di hadapan Miroslav Klose. Di musim 2020–2021 sebelum Hansi diangkat jadi der trainer timnas Jerman, Klose jadi tangan kanannya.

- Advertisement -

Musim depan, Klose pun akan menjajal peruntungannya. Dia menjadi pelatih di klub Bundesliga Austria, SC Rheindorf Altach. Klose menggantikan Ludovich Magnin.

Klose akan memulai tugasnya setelah diperkenalkan ke publik Altach hari ini. Di tangan Klose, Altach diharapkan bisa menembus posisi 10 besar Bundesliga Austria seperti di musim-musim sebelumnya.

’’Aku sangat menantikan petualangan baruku ini,’’ ucap Klose seperti dikutip dari laman Der Standard. Pengalamannya sebagai asisten dua pelatih top Jerman, Loew dan Hansi, disebut bisa menjadi bekalnya dalam memulai pekerjaan sebagai pelatih kepala.

’’Sejak awal mendapatkan tawaran di sini (Altach), feeling-ku selalu positif bahwa aku akan berada di klub yang tepat,’’ tambah Klose yang sudah mengantongi UEFA Pro Licence itu.

Pengalamannya sebagai salah satu bomber terbaik Jerman yang juga ditugasi melatih penyerang-penyerang top di Die Mannschaft (julukan timnas Jerman) dan Bayern itu berguna bagi SCRA.

Musim lalu, SCRA merupakan klub dengan produktivitas terendah di musim reguler. Mereka hanya mampu mengoleksi 10 gol dari 22 pertandingan.

’’Dia pelatih yang sudah memiliki rekam jejak jelas dan sudah mendapat banyak pengalaman dalam melatih dan mengembangkan pemain-pemainnya,’’ puji Direktur Olahraga SCRA Werner Grabherr.

Grabherr pun berjanji mendukung apa pun yang diinginkan pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2006 dan Bundesliga 2005–2006 itu.

’’Kami akan memberi Miro (sapaan karibnya) lingkungan yang dia butuhkan dalam tugas pertamanya sebagai pelatih kepala dalam sepak bola profesional,’’ sambung Grabherr.

Bukan hanya Klose, asisten pelatih yang akan naik pangkat jadi pelatih kepala saat musim 2022–2023. Beban serupa juga akan dihadapi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City, Juanma Lillo.

Juanma sudah jadi tangan kanan Pep sejak musim panas 2020. Tugas itu sejatinya baru akan berakhir pada musim panas 2023.

Juanma akan terbang menuju ke Qatar dan bergabung bersama klub yang pernah dibesut entrenador FC Barcelona Xavi Hernandez Al Sadd SC.

Juanma akan menggantikan tugas pelatih sebelumnya, Javi Gracia. Juanma memulai debutnya di QNB Stars League di musim depan.

Berbicara dalam laman resmi City, Juanma menilai dua musim duduk di samping Pep sudah bisa memberinya ilmu tambahan. Terutama dari sisi taktikal.

’’Juanma merupakan salah satu bagian integral dari klub yang back-to-back menjuarai Premier League ini.”

”Dedikasinya, gairahnya, dan keinginannya agar klub ini bisa lebih baik berdampak dengan hasil yang kami capai di lapangan sepanjang waktunya ada di klub ini (City),’’ tutur Direktur Sepak Bola City Txiki Begiristain seperti yang dikutip di laman resmi klub.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Jerman dikenal punya sejarah dalam menghasilkan asisten pelatih yang ciamik. Kapabilitas mereka teruji saat naik ke level pelatih.

Joachim Loew, misalnya. Dia awalnya merupakan asisten Juergen Klinsmann di timnas Jerman. Nah, setelah menggantikan posisi Klinsmann, Loew sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia. Lalu, ada pula Hans Dieter Flick yang mengasistensi Loew.

Ketika di Bayern Munchen, dia jadi tangan kanan Niko Kovac. Flick kemudian mampu menyabet tiga trofi juara setelah duduk di kursi pelatih Die Roten (julukan Bayern).

Nah, tantangan itulah yang sekarang berada di hadapan Miroslav Klose. Di musim 2020–2021 sebelum Hansi diangkat jadi der trainer timnas Jerman, Klose jadi tangan kanannya.

Musim depan, Klose pun akan menjajal peruntungannya. Dia menjadi pelatih di klub Bundesliga Austria, SC Rheindorf Altach. Klose menggantikan Ludovich Magnin.

Klose akan memulai tugasnya setelah diperkenalkan ke publik Altach hari ini. Di tangan Klose, Altach diharapkan bisa menembus posisi 10 besar Bundesliga Austria seperti di musim-musim sebelumnya.

’’Aku sangat menantikan petualangan baruku ini,’’ ucap Klose seperti dikutip dari laman Der Standard. Pengalamannya sebagai asisten dua pelatih top Jerman, Loew dan Hansi, disebut bisa menjadi bekalnya dalam memulai pekerjaan sebagai pelatih kepala.

’’Sejak awal mendapatkan tawaran di sini (Altach), feeling-ku selalu positif bahwa aku akan berada di klub yang tepat,’’ tambah Klose yang sudah mengantongi UEFA Pro Licence itu.

Pengalamannya sebagai salah satu bomber terbaik Jerman yang juga ditugasi melatih penyerang-penyerang top di Die Mannschaft (julukan timnas Jerman) dan Bayern itu berguna bagi SCRA.

Musim lalu, SCRA merupakan klub dengan produktivitas terendah di musim reguler. Mereka hanya mampu mengoleksi 10 gol dari 22 pertandingan.

’’Dia pelatih yang sudah memiliki rekam jejak jelas dan sudah mendapat banyak pengalaman dalam melatih dan mengembangkan pemain-pemainnya,’’ puji Direktur Olahraga SCRA Werner Grabherr.

Grabherr pun berjanji mendukung apa pun yang diinginkan pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2006 dan Bundesliga 2005–2006 itu.

’’Kami akan memberi Miro (sapaan karibnya) lingkungan yang dia butuhkan dalam tugas pertamanya sebagai pelatih kepala dalam sepak bola profesional,’’ sambung Grabherr.

Bukan hanya Klose, asisten pelatih yang akan naik pangkat jadi pelatih kepala saat musim 2022–2023. Beban serupa juga akan dihadapi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City, Juanma Lillo.

Juanma sudah jadi tangan kanan Pep sejak musim panas 2020. Tugas itu sejatinya baru akan berakhir pada musim panas 2023.

Juanma akan terbang menuju ke Qatar dan bergabung bersama klub yang pernah dibesut entrenador FC Barcelona Xavi Hernandez Al Sadd SC.

Juanma akan menggantikan tugas pelatih sebelumnya, Javi Gracia. Juanma memulai debutnya di QNB Stars League di musim depan.

Berbicara dalam laman resmi City, Juanma menilai dua musim duduk di samping Pep sudah bisa memberinya ilmu tambahan. Terutama dari sisi taktikal.

’’Juanma merupakan salah satu bagian integral dari klub yang back-to-back menjuarai Premier League ini.”

”Dedikasinya, gairahnya, dan keinginannya agar klub ini bisa lebih baik berdampak dengan hasil yang kami capai di lapangan sepanjang waktunya ada di klub ini (City),’’ tutur Direktur Sepak Bola City Txiki Begiristain seperti yang dikutip di laman resmi klub.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/