25 C
Manado
Kamis, 6 Mei 2021
spot_img

Polii Cs Disambut Bak Jawara All England

ROMBONGAN tim bulutangkis Indonesia dari turnamen All England disambut bak jawara. Begitu tiba di Tanah Air, Greysia Polii dan kawan-kawan dikalungi bunga sambil dielu-elukan.

Selain Polii, tampak Marcus Gideon, Hendra Setyawan, Apriyani Rahayu, Muhammad Ahsan, beserta manajer, pelatih dan official secara bergantian keluar dari terminal 3 Bandara Soetta, usai mendarat menumpangi pesawat Turkish Airlines TK56, Senin (22/3) pukul 19.30 WIB.

Prosesi penyambutan ini dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga (RI) Zainudin Amali dan Sekjen PP PBSI Listyo Sigit Prabowo, beserta jajaran PBSI dan KONI.

Seluruh atlet dan official secara langsung menyematkan kalung bunga ke lehernya masing-masing disambut dengan riuh rendah tepuk tangan hadirin. Sesekali ada yang berteriak “Indonesia! Indonesia!”.

Setelah prosesi itu, mereka langsung memasuki ruangan untuk melakukan tes kesehatan. Lima menit kemudian, mereka langsung mengisi tempat duduk yang disediakan untuk menyelenggarakan Konfrensi Pers.

Sebagaimana diketahui, Kontingen Indonesia terpaksa harus pulang lebih awal imbas didepaknya mereka dari ajang All England 2021. Pihak panitia mendiskualifikasi seluruh wakil Indonesia di kompetisi ini, karena menumpangi pesawat yang sama dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid 19.

Pada saat itu, Pesawat yang ditumpangi tim Indonesia beranjak dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3). Namun, pada Rabu (17/3) waktu setempat, bertepatan dengan terselenggaranya babak pertama turnamen ini, mereka mendapat kabar melalui email, satu pesawat dengan terinfeksi Covid-19.

Mereka diperintahkan untuk Isolasi mandiri selama 10 hari terhitung sampai Senin (23/3) oleh otoritas kesehatan di Inggris atau National Health Service (NHS). Di hari yang sama, pihak panitia memaksa tim Indonesia untuk mundur dari ajang ini. Padahal, beberapa wakil Indonesia pada hari itu telah memenangkan pertandingan, seperti Ahsan/Hendra yang mengalahkan wakil Inggris Ben Lane/Sean Vendy.

Polii sendiri mengaku kecewa gagal mentas di All England 2021. Namun dia memetik pelajaran berharga dari situ.

Pebulutangkis berusia 33 tahun itu menilai kegagalan tampil di All England 2021 menguji mental para atlet Indonesia. Dia menilai hal tersebut sangat bagus jelang menghadapai Olimpiade Tokyo, 23 Juli-8 Agustus 2021.

Sebelum terbang ke Negeri Sakua, Polii dan kawan-kawan juga akan melewati tiga turnamen penting yakni India Open, Malaysia Open dan Singapore Open.

“Ya, kami sudah lupakan. Maksudnya begini, kami sudah tidak bisa bertanding tetapi kami masih ada tiga pertandingan yang kita harus fokus lagi untuk sebelum Olimpiade,” kata Greysia saat tiba di Indonesia, Senin (22/3).

“Justru ini adalah sebuah tempaan dan ujian yang bagus untuk kita di sini semuanya karena kita dikasih tantangan bagaimana untuk bisa berprestasi di paling tertinggi nanti, di Olimpiade 2020 itu,” lanjutnya.

“Jadi saya rasa ini adalah hal positif untuk kami setelah kami juga merenung, kami yang di sini, kami sangat bangga,” sambung peraih medali emas Asian Games 2014 tersebut.
“Saya sebagai salah satu dari tim. Itu jadi kesempatan dan motivasi buat kami untuk melakukan yang terbaik di Olimpiade nanti,” imbuhnya. (jen)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru