25.4 C
Manado
Sabtu, 31 Juli 2021

Kickoff Liga 1-2 Ditunda sampai Akhir Juli, Ini Penyebabnya

MANADOPOST.ID- Dampak masih tingginya kasus penularan Covid-19 merembet ke lapangan hijau. Setelah sebelumnya Piala Wali Kota Solo, kini giliran kickoff kompetisi Liga 1 ditunda.

Dari semula dijadwalkan bergulir 9 Juli ditunda hingga akhir bulan depan. Sekjen PSSI Yunus Nusi menyatakan, pihaknya telah menerima surat yang ditandatangani Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen Ganip Warsito terkait dengan penundaan tersebut. ”Dalam surat ini ditunda sampai akhir Juli 2021,” ujarnya saat jumpa pers virtual kemarin (29/6).

Yunus menyebutkan, pihaknya memahami serta memaklumi pandemi yang masih melanda Indonesia, khususnya di Jawa, mengkhawatirkan. ”Atas nama kemanusiaan, kami mengikuti arahan pemerintah melalui Satgas Covid-19. Covid-19 memburuk dan PSSI memberikan dukungan untuk penanganan yang dilakukan pemerintah,” ungkapnya.

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) –operator kompetisi– Sudjarno menambahkan bahwa penundaan murni semata-mata untuk mempertimbangkan kemaslahatan masyarakat. ”Bukan (karena) hal lain. Kita harus punya rasa empati untuk bersama-sama meredam dan kondisi bisa kembali normal seperti biasa,” tegasnya.

Purnawirawan polisi itu melanjutkan, secara teknis, pihaknya sangat siap menggelar kompetisi Liga 1 dengan persiapan mencapai 85 persen. Mulai pembahasan rencana kickoff hingga fasilitas hotel bagi klub. Termasuk sudah dua kali bertemu dengan para pemangku kepentingan seperti pimpinan klub. Juga dengan Polri.

Bahkan, dalam waktu dekat, pihaknya rencananya kembali menggelar pertemuan virtual dengan pimpinan Liga 1 dan Liga 2. ”Dengan situasi seperti ini, klub membutuhkan kepastian untuk bisa mempersiapkan diri dan menyikapi,” katanya.

Namun, Sudjarno memastikan bahwa penundaan itu tidak akan mengurangi persiapan. Dengan berkoordinasi bersama Polri, pihaknya merancang agar kompetisi bisa kickoff pada 23 atau 30 Juli. ”Semoga pandemi landai sehingga bisa dimainkan di tanggal itu,” harapnya.

Ya, dimulainya kompetisi memang sangat bergantung pada angka penularan Covid-19 di Indonesia, terutama Pulau Jawa. Sebab, Liga 1 dimainkan secara bubble-to-bubble di enam provinsi di Jawa.

Karena itu, pihaknya sudah menyiapkan skema dan tanggal untuk antisipasi. ”Sekali lagi, ini adalah diminta untuk ditunda Liga 1 dan Liga 2. Tapi, kalau perkembangan kondisi bagus, bisa juga maju. Kami akan terus koordinasi dengan stakeholder seperti Mabes Polri, BNPB, Kemenpora, dan lainnya,” ujarnya.

Dengan ditundanya kompetisi, tentu saja yang paling dirugikan adalah klub. Lantas, adakah kompensasi bagi klub? Mengenai itu, Sudjarno belum bisa memastikan dan akan berdiskusi dengan klub terlebih dulu.

Yunus juga meminta PT LIB mewadahi unek-unek setiap klub. ”PT LIB akan berembuk dengan kawan-kawan klub. Keputusan PSSI di meeting tadi diminta untuk koordinasi dengan klub dalam rangka menyampaikan keputusan ini dan berdiskusi tentang hal-hal apa saja yang dipersiapkan ke depan,” katanya. (jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru