32.4 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Pep Guardiola Harus Minta Maaf ke Pemain Manchester City

MANADOPOST.ID–Kekalahan 0-1 dari Chelsea di final Liga Champions 2020/21 (UCL) sesungguhnya cukup mengejutkan bagi Manchester City. Bos Man City, Pep Guardiola dinilai jadi biang kegagalan The Citizen mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Man City yang untuk pertama kalinya tampil di final UCL, membuang kesempatan menorehkan sejarah sebagai klub ke-23 yang menjuarai Liga Champions.

Itu setelah The Citizen kalah 0-1 dari Chelsea di Estadio do Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB. Gol Kai Havertz pada menit ke-42 menjadi penentu kemenangan The Blues yang akhirnya menjadi raja Eropa untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.

Kegagalan Man City dinilai karena Guardiola melakukan kesalahan dalam penentuan Starting XI.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Penilaian itu disampaikan pakar yang juga mantan pemain Tottenham Hotspur, Jamie O’Hara di talkSPORT.

O’Hara tidak habis pikir, bagaimana seorang Guardiola tidak menggunakan gelandang bertahan murni menghadapi Chelsea yang menumpuk pemain tengah.

Pada pertandingan kemarin malam, Guardiola hanya memasang Ilkay Gundogan sebagai gelandang bertahan. Sementara Bernardo Silva dan Kevin de Bruyne fokus membantu serangan.

Formasi ini dimanfaatkan betul Chelsea asuhan Thomas Tuchel yang sangat berbahaya di setiap melancarkan serangan balik.

“Ini salah satu penampilan terburuk yang pernah saya lihat dari Manchester City dalam waktu yang lama,” kata O’Hara. “Bencana mutlak karena pemilihan tim dari Pep Guardiola.”

“Saya tidak percaya dia melakukan kesalahan begitu besar dalam momen besar … tanpa gelandang bertahan. Jika Timo Werner bisa menembak, itu akan menjadi 3-0 di babak pertama. Faktanya, mereka [Chelsea] mengungguli City.

“Saya tidak percaya apa yang saya tonton. Itu adalah aib dari Pep Guardiola.”

Bahkan sebelum kick-off di Portugal, disebutkan bahwa setidaknya satu dari Fernandinho atau Rodri telah menjadi starter dalam 59 dari 60 pertandingan City musim ini. Jadi starting XI Pep jelas merupakan kejutan.

Tapi O’Hara mengklaim kesalahan itu diperparah oleh penolakan Guardiola untuk mengubah timnya di babak pertama. Ditambah lagi N’Golo Kante yang tampil sangat dinamis, namun tak juga jadi perhatian Pep.

Guardiola dianggap arogan, tidak mau mengakui kesalahannya di babak pertama. Fernandinho baru dimasukkan di pertengahan babak kedua, dan itu dinilai O’Hara sudah terlambat.

“Dia menunggu hingga menit ke-64 untuk mengubahnya dan kemudian mereka memegang kendali, tetapi Anda tidak dapat menghancurkan tim Chelsea ini dalam setengah jam. Anda membutuhkan waktu yang lebih lama. Itu terlalu sedikit, sudah terlambat.”

Untuk itu, O’Hara menilai Guardiola harus bertanggung jawab atas kegagalan Man City menjuarai Liga Champions musim ini.

Ia juga meminta mantan pelatih Barcelona itu meminta maaf satu per satu kepada semua pemain The Citizen.

“Pep Guardiola harus pergi ke ruang ganti itu dan meminta maaf kepada setiap pemain karena dialah yang membuat mereka kehilangan Liga Champions,” tuturnya. (fat/pojoksatu)

MANADOPOST.ID–Kekalahan 0-1 dari Chelsea di final Liga Champions 2020/21 (UCL) sesungguhnya cukup mengejutkan bagi Manchester City. Bos Man City, Pep Guardiola dinilai jadi biang kegagalan The Citizen mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Man City yang untuk pertama kalinya tampil di final UCL, membuang kesempatan menorehkan sejarah sebagai klub ke-23 yang menjuarai Liga Champions.

Itu setelah The Citizen kalah 0-1 dari Chelsea di Estadio do Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB. Gol Kai Havertz pada menit ke-42 menjadi penentu kemenangan The Blues yang akhirnya menjadi raja Eropa untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.

Kegagalan Man City dinilai karena Guardiola melakukan kesalahan dalam penentuan Starting XI.

Penilaian itu disampaikan pakar yang juga mantan pemain Tottenham Hotspur, Jamie O’Hara di talkSPORT.

O’Hara tidak habis pikir, bagaimana seorang Guardiola tidak menggunakan gelandang bertahan murni menghadapi Chelsea yang menumpuk pemain tengah.

Pada pertandingan kemarin malam, Guardiola hanya memasang Ilkay Gundogan sebagai gelandang bertahan. Sementara Bernardo Silva dan Kevin de Bruyne fokus membantu serangan.

Formasi ini dimanfaatkan betul Chelsea asuhan Thomas Tuchel yang sangat berbahaya di setiap melancarkan serangan balik.

“Ini salah satu penampilan terburuk yang pernah saya lihat dari Manchester City dalam waktu yang lama,” kata O’Hara. “Bencana mutlak karena pemilihan tim dari Pep Guardiola.”

“Saya tidak percaya dia melakukan kesalahan begitu besar dalam momen besar … tanpa gelandang bertahan. Jika Timo Werner bisa menembak, itu akan menjadi 3-0 di babak pertama. Faktanya, mereka [Chelsea] mengungguli City.

“Saya tidak percaya apa yang saya tonton. Itu adalah aib dari Pep Guardiola.”

Bahkan sebelum kick-off di Portugal, disebutkan bahwa setidaknya satu dari Fernandinho atau Rodri telah menjadi starter dalam 59 dari 60 pertandingan City musim ini. Jadi starting XI Pep jelas merupakan kejutan.

Tapi O’Hara mengklaim kesalahan itu diperparah oleh penolakan Guardiola untuk mengubah timnya di babak pertama. Ditambah lagi N’Golo Kante yang tampil sangat dinamis, namun tak juga jadi perhatian Pep.

Guardiola dianggap arogan, tidak mau mengakui kesalahannya di babak pertama. Fernandinho baru dimasukkan di pertengahan babak kedua, dan itu dinilai O’Hara sudah terlambat.

“Dia menunggu hingga menit ke-64 untuk mengubahnya dan kemudian mereka memegang kendali, tetapi Anda tidak dapat menghancurkan tim Chelsea ini dalam setengah jam. Anda membutuhkan waktu yang lebih lama. Itu terlalu sedikit, sudah terlambat.”

Untuk itu, O’Hara menilai Guardiola harus bertanggung jawab atas kegagalan Man City menjuarai Liga Champions musim ini.

Ia juga meminta mantan pelatih Barcelona itu meminta maaf satu per satu kepada semua pemain The Citizen.

“Pep Guardiola harus pergi ke ruang ganti itu dan meminta maaf kepada setiap pemain karena dialah yang membuat mereka kehilangan Liga Champions,” tuturnya. (fat/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/