MANADOPOST.ID - Sevilla harus menelan kekalahan 2-0 saat menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada Sabtu malam.
Pelatih Sevilla, Matias Almeyda, merasa sangat kesal dengan keputusan wasit Alejandro Muniz.
Almeyda mendapatkan kartu merah kedua di babak pertama karena protesnya terhadap keputusan wasit.
Sebelumnya, pelatih asal Argentina itu sudah menerima kartu kuning pertama karena menentang keputusan Muniz.
Selain Almeyda, bek Sevilla, Marcao, juga diusir oleh wasit pada babak kedua.
Almeyda menegaskan bahwa ia tidak menghina atau memaki wasit selama pertandingan.
Pelatih Sevilla meminta agar rekaman audio dari insiden kartu merah itu dirilis untuk membuktikan pernyataannya.
“Saya bukan badut di sirkus,” tegas Almeyda kepada awak media pada konferensi pers usai pertandingan.
Ia menekankan bahwa dirinya memiliki sejarah panjang dalam sepak bola dan kehidupan pribadi yang terhormat.
Almeyda mengaku sakit hati atas kartu merah yang diterimanya dan merasa wajib mengungkapkan pendapatnya.
Ia juga menekankan bahwa kekalahan ini bukan karena tim lawan diuntungkan oleh keputusan wasit.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan wasit pada laga itu sangat buruk dan merugikan jalannya pertandingan.
Almeyda mengingatkan bahwa tuduhan ketidaksopanan terhadapnya seharusnya bisa dibuktikan lewat rekaman audio.
Pelatih Sevilla ingin semua orang memahami bahwa ia memiliki nilai-nilai dan rasa hormat dalam bertindak.
Ia menyatakan bahwa wasit merasa lelah menghadapi protes dari dirinya, yang menurut Almeyda tidak pantas.
Almeyda tetap memberikan selamat kepada Real Madrid atas kemenangan mereka.
Ia menekankan bahwa kritiknya ditujukan pada kualitas wasit, bukan pada tim lawan.
Pernyataan Almeyda mencerminkan frustrasinya terhadap standar wasit yang dinilai rendah.
Sevilla FC juga ikut merayakan ulang tahun Almeyda dengan ucapan hangat melalui media sosial mereka.
Ucapan tersebut menegaskan hubungan positif klub dengan pelatih meski ada insiden kartu merah dalam laga tersebut. (samt)
Editor : ALengkong