23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

MEMAKNAI ALIH TAHUN DALAM SYUKUR DAN WASPADA

Penulis : Dr.Abidinsyah Siregar

TAHUN telah berganti angka dari 2022 menjadi 2023. Apa yang terjadi sejak beberapa saat yang lalu, maupun mundur ribuan tahun yang lalu bahkan mungkin jutaan tahun, pasti tak akan pernah berulang.

Apa yang akan kita jalani ke depan di tahun 2023 bahkan dalam hitungan menit pun kita tak tahu apa yang akan terjadi di hadapan, apalagi dalam hitungan tahun.

Banyak kita membuat perencanaan, banyak aktivitas akan dipersiapkan, banyak cara juga sudah mulai dipikirkan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Semua hanya harapan, tidak tahu seperti apa jadinya.

Pertanyaan penting kemudian berdasarkan waktu yang sudah dilampaui apakah perhitungan-perhitungan itu tepat untuk mencapai sasaran yang di inginkan?.

Dari pengalaman dan hasil penelitian menunjukkan bahwa selalu terjadi kesenjangan antara kenyataan dan keinginan.

Uniknya, kesenjangan itu ada yang justru semakin memperlebar jarak tujuan program dengan hasil yang diinginkan. Walaupun ada yang mencapai dan melampaui sasaran. Bahkan berkembang melampaui ekspekstasi, beruntung.

KESYUKURAN

Bagi sebahagian besar capaian, waktu habis, anggaran habis, tenaga pun habis tapi ternyata bukan hasil yang didapatkan namun justru kesenjangan melebar atau masalah yang semakin memperburuk keadaan.

Selama 365 hari ditahun 2022 yang sudah dilewati, sejauh mana Probabilitas atau kebolehjadian semua Rencana atau Resolusi yang dibuat diawal tahun sudah menjadi kenyataan.

Prinsip yang dipegang teguh, jangan ada nilai hampa (Nol) dari variable yang digunakan. Misalnya tanpa usaha atau tanpa aksi, tanpa semangat, tanpa spirit dan spiritual.

Apasaja nilai dikali Nol hasilnya Nol. Kebolehjadian tidak terjadi.

Sebaliknya banyak pula orang dan atau Lembaga mencapai target dan sasaran.

Jika ditelaah kebolehjadiannya, maka sejak hulu (perencanaan), proses (aksi atau implementasi), pengawasan (kontrol) dan penilaian (monitoring) telah diselenggarakan dengan cermat dan terukur.

Sukses ditentukan banyak faktor, tetapi utamanya pada perencanaan. Perencanaan yang baik harus mempunyai tujuan yang kuat dan jelas yang dengan itu bisa membuat strategi yang tepat.

Dikenal suatu adagium, “GAGAL dalam perencanaan adalah merencanakan Kegagagalan”.

George R Terry seorang pakar Manajemen yang sudah dikenal sejak dini dalam berbagai studi manajemen sejak sekolah menengah bahkan hingga dilevel Diklat Kepemimpinan (DiklatPim), memberikan resep sukses perencanaan diawali dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar 5W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa) dan How (bagaimana), di Indonesia dalam konteks kerja disederhanakan dalam singkatan SiABiDiBa.

Syukur adalah penyempurna dari semua hasil kerja.

Syukur mencapai target adalah kekuatan yang menginspirasi pencapaian target berikutnya.
Sehingga dari waktu ke waktu, dari Tahun ke Tahun, ada perubahan, ada kemajuan dan ada kebermanfaatan bagi diri, keluarga dan lingkungan.

DEMI WAKTU

Mengawali tahun 2023 penulis mengajak sesama ciptaanNya, dengan memperhatikan satu surah dalam Al-Quran yang diturunkan di Makkah untuk sekalian manusia, yaitu Al-Ashr yang artinya Waktu Sore (waktu paling sempit bagi setiap insan), surah ke-103 yang terdiri 3 ayat pendek dan mudah dihafal, yang terjemahannya sesuai versi Kementerian Agama RI :

“ Demi waktu, Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”

Baca Juga:  Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Aturan Menuju Pilkada yang Berkepastian Hukum

Surat Al-Ashr menjelaskan bahwa saat Allah SWT telah bersumpah atas nama waktu, celakalah bagi manusia yang menyia-nyiakan waktunya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Kecuali orang yang memiliki keimanan, selalu menjalankan amal soleh, dan saling berwasiat terhadap kebenaran dan kesabaran.

Manusia diingatkan akan ancaman merugi disetiap waktu yang dilalui, baik dalam hitungan detik, menit, jam, hari, bulan, tahun dan seterusnya.
Kita berpacu mengisi waktu hidup berkualitas.

Waktu ada batasnya. Kemampuan manusia naik dan turun. Dan pada waktunya akan terus menurun. Semua fluktuatif.

Manajemen waktu menjadi penting bagi setiap manusia, karena waktu dibatasi kondisi manusia, sepanjang kondisi bernafas tentu harus berkualitas.

Surah Al-Ashr mengingatkan manusia, baik si kaya maupun miskin, dewasa maupun anak muda, pria maupun wanita, semua diingatkan meruginya manusia terhadap waktu.

Manusia “disumpah” oleh Sang PenciptaNya agar tidak merugi.
Artinya WAKTU adalah INVESTASI dan MODAL utama manusia.

Tuhan memberikan secara adil Waktu kepada semua ciptaannya 7 Milyar manusia diatas dunia.

Sebaik-baiknya manusia tentu yang menyibukkan dirinya dengan perbuatan yang baik, positif, seperti silaturrahmi, beribadah, mendalami agama dan peduli sesama membantu sesama ummat manusia.

Manusia adalah makhluk sosial, yang saling membutuhkan.

Tinggal seperti apa kadar kepeduliannya.

Ayat ini sangat tepat untuk menjadikan setiap aktivitas kita menjadi manajebel dan akuntabel, dapat mempertanggungjawabkan apa yang dijanjikan.

Pembuktian akan janji, adalah sikap pemimpin (leader) yang terpercaya yang amanah.

Setiap manusia adalah pemimpin, Nabi Muhammad SAW mengingatkan “akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang dipimpin”.

Seorang pemimpin yang baik memiliki 4 (empat) sifat paling utama dan popular dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq (jujur terpercaya), Tabligh (Komunikator dan negosiator efektif), Amanah (bertanggungjawab terhadap tugas) dan Fathonah (cerdas mulai dari perencanaan hingga implementasi). Keempat sifat tersebut disingkat STAF.

Nabi Muhammad SAW menambahkan sifat kelima, pemimpin adalah pelayan, melayani, bukan dilayani serta menolong orang lain untuk semakin maju.

Di era disrupsi dengan perubahan massif, mendorong inovasi, mengubah pola lama menjadi baru, berlangsung sangat cepat didukung era Industri generasi ke-4 (millennium) dengan dominasi tehnologi digital Internet of Things (IOT) yang menuntut persaingan menjadi efisien, efektif dan akurat.

Di era ini yang menang bertahan, yang lemah akan kalah dan tersingkir.

Mereka yang menang dalam kesyukuran dan berbagi, maupun yang kalah dan tersingkir dalam kesyukuran dan memperbaiki diri, sudah berinvestasi bagi dirinya.
Mereka tentu siap berhenti andai waktu yang Tuhan berikan berakhir.

AKHIR YANG TERBAIK

Sebaiknya manusia memanfaatkan waktu yang “masih” dimiliki selama hidup di dunia dengan tepat dan benar.

Karena sesungguhnya manusia sedang berjalan menuju kematian dan agar terhindar dari penyesalan.

Peralihan waktu yang sempat kita lewati, layak disyukuri dengan ibadah. Sembari bermohon jika waktu berakhir mendapat akhir yang terbaik.

Kematian pasti dialami semua makhluk hidup ciptaan Allah tanpa terkecuali.
Hanya Allah yang tidak pernah mati dan tetap hidup menjaga seluruh hamba-Nya dan ciptaan-Nya.

Baca Juga:  NOMINASI BPMS, Pilihan atau Titipan

Allah SWT menciptakan kehidupan dan kematian sebagai sarana untuk mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya.

Firman Allah SWT dalam Al Quran surah ke-3 Ali-Imran ayat 185 :

“ Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah”

Artinya : “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu”.

Bahagian dari ayat ini sangat jelas pesan sang Pencipta, bahwa mati tidak terjadi begitu saja. Ada RASAnya (za’iqa).

Rasa inilah yang harus menjadi doa dan usaha setiap manusia mengisi waktunya selama hidup.
Rasa lega, tanpa beban, tuntas janji, tuntas hutang, tuntas warisan, baik silaturrahim dengan sesama, benar ibadah, cukup amalan, bermanfaat bagi sesama, memaafkan, sehat fisik dan psikhis, dan ikhlas menerima takdir, akan mengantarkan setiap manusia pada akhir yang terbaik, kapanpun waktunya, dimana tempatnya dan seperti apapun caranya.

ALLAH Subhanahu Wata’ala merahasiakan kematian agar kita selalu siap setiap saat.
Kematian adalah sesuatu yang PASTI akan terjadi.

Mengawali langkah masuk ketahun 2023 hingga entah kapanpun, sikap professional ditumbuhsuburkan, bekerja dengan cara yang benar, sesuai ketentuan dan ajaran, selalu penuh tanggungjawab, setiap target dituntaskan, jika mungkin melampaui target, sebagai bukti kualitas diri dan amanah.

Ber-integritas tinggi, bekerja sepenuh hati, jujur tidak curang, membangun kerja sama dan komunikasi efektif produktif diantara sesama. Memimpin maupun mendukung sama kuatnya. Tidak ada waktu yang terbuang percuma dengan perbuatan sia-sia.

Era Industri 4.0 adalah era sukses berbasis jejaring kerja.
Tanpa kolaborasi dan sinergi, hidup bagai sendiri dan tak berarti.

Kolaborasi dan Sinergi, sendiri maupun dalam organisasi adalah keniscayaan yang tak terhindari.

Jangan lupa, basis kondisi “ semua menjadi baik ” jika setiap manusia menjaga Kesehatan dirinya, keluarganya dan lingkungannya.

Kesehatan menurut WHO adalah suatu keadaan sehat yang meliputi sehat fisik, sehat psikhis (nyaman) dan sehat social (lingkungan dengan semua makhluk).

Indonesia yang berdasarkan Nilai-nilai Keagamaan dan Pancasila, menambahkan sehat ke-4 yaitu sehat Spiritual.

Kesehatan adalah Investasi mutlak.
“Health is not everything, but without health, EVERYTHING IS NOTHING”

Selamat memasuki tahun 2023.
Mari menjadi manusia dari AWAL hingga AKHIR yang terbaik.

Jakarta Sunter, 1 Januari 2023

*)Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes :
Purna Bakti Kemenkes/BKKBN, Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes (2017-2022)/Deputi BKKBN (2013-2017)/ Komisioner KPHI (2013-2019)/Direktur Kestradkom Kemenkes (2011-2013)/ Sekretaris Inspektorat Jenderal Depkes (2010-2011)/ Kepala Pusat Promkes Depkes RI (2008-2010)/ Sekretaris KKI (2005-2008)/ Alumnus PH Management Disaster, WHO Searo, Thailand (2004).
Ketua Umum BPP OBKESINDO (IHO)/ Ketua MN Kahmi (2009-2012)/ Ketua PB IDI (2012-2015/ Ketua PP IPHI/ Ketua PP ICMI/ Ketua PP DMI/ Waketum DPP JBMI/ Ketua PP ASKLIN/ Penasehat BRINUS/ Penasehat Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FKUSU/ Ketua PP KMA-PBS/ Wakorbid.PP IKAL-Lemhannas/ Pengasuh mediasosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com

Penulis : Dr.Abidinsyah Siregar

TAHUN telah berganti angka dari 2022 menjadi 2023. Apa yang terjadi sejak beberapa saat yang lalu, maupun mundur ribuan tahun yang lalu bahkan mungkin jutaan tahun, pasti tak akan pernah berulang.

Apa yang akan kita jalani ke depan di tahun 2023 bahkan dalam hitungan menit pun kita tak tahu apa yang akan terjadi di hadapan, apalagi dalam hitungan tahun.

Banyak kita membuat perencanaan, banyak aktivitas akan dipersiapkan, banyak cara juga sudah mulai dipikirkan.

Semua hanya harapan, tidak tahu seperti apa jadinya.

Pertanyaan penting kemudian berdasarkan waktu yang sudah dilampaui apakah perhitungan-perhitungan itu tepat untuk mencapai sasaran yang di inginkan?.

Dari pengalaman dan hasil penelitian menunjukkan bahwa selalu terjadi kesenjangan antara kenyataan dan keinginan.

Uniknya, kesenjangan itu ada yang justru semakin memperlebar jarak tujuan program dengan hasil yang diinginkan. Walaupun ada yang mencapai dan melampaui sasaran. Bahkan berkembang melampaui ekspekstasi, beruntung.

KESYUKURAN

Bagi sebahagian besar capaian, waktu habis, anggaran habis, tenaga pun habis tapi ternyata bukan hasil yang didapatkan namun justru kesenjangan melebar atau masalah yang semakin memperburuk keadaan.

Selama 365 hari ditahun 2022 yang sudah dilewati, sejauh mana Probabilitas atau kebolehjadian semua Rencana atau Resolusi yang dibuat diawal tahun sudah menjadi kenyataan.

Prinsip yang dipegang teguh, jangan ada nilai hampa (Nol) dari variable yang digunakan. Misalnya tanpa usaha atau tanpa aksi, tanpa semangat, tanpa spirit dan spiritual.

Apasaja nilai dikali Nol hasilnya Nol. Kebolehjadian tidak terjadi.

Sebaliknya banyak pula orang dan atau Lembaga mencapai target dan sasaran.

Jika ditelaah kebolehjadiannya, maka sejak hulu (perencanaan), proses (aksi atau implementasi), pengawasan (kontrol) dan penilaian (monitoring) telah diselenggarakan dengan cermat dan terukur.

Sukses ditentukan banyak faktor, tetapi utamanya pada perencanaan. Perencanaan yang baik harus mempunyai tujuan yang kuat dan jelas yang dengan itu bisa membuat strategi yang tepat.

Dikenal suatu adagium, “GAGAL dalam perencanaan adalah merencanakan Kegagagalan”.

George R Terry seorang pakar Manajemen yang sudah dikenal sejak dini dalam berbagai studi manajemen sejak sekolah menengah bahkan hingga dilevel Diklat Kepemimpinan (DiklatPim), memberikan resep sukses perencanaan diawali dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar 5W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa) dan How (bagaimana), di Indonesia dalam konteks kerja disederhanakan dalam singkatan SiABiDiBa.

Syukur adalah penyempurna dari semua hasil kerja.

Syukur mencapai target adalah kekuatan yang menginspirasi pencapaian target berikutnya.
Sehingga dari waktu ke waktu, dari Tahun ke Tahun, ada perubahan, ada kemajuan dan ada kebermanfaatan bagi diri, keluarga dan lingkungan.

DEMI WAKTU

Mengawali tahun 2023 penulis mengajak sesama ciptaanNya, dengan memperhatikan satu surah dalam Al-Quran yang diturunkan di Makkah untuk sekalian manusia, yaitu Al-Ashr yang artinya Waktu Sore (waktu paling sempit bagi setiap insan), surah ke-103 yang terdiri 3 ayat pendek dan mudah dihafal, yang terjemahannya sesuai versi Kementerian Agama RI :

“ Demi waktu, Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”

Baca Juga:  Alhamdulillah, Ismed Hasan Putro Dukung IPHI Sulut Kembangkan Ekosistem Ekonomi Binis Halal

Surat Al-Ashr menjelaskan bahwa saat Allah SWT telah bersumpah atas nama waktu, celakalah bagi manusia yang menyia-nyiakan waktunya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Kecuali orang yang memiliki keimanan, selalu menjalankan amal soleh, dan saling berwasiat terhadap kebenaran dan kesabaran.

Manusia diingatkan akan ancaman merugi disetiap waktu yang dilalui, baik dalam hitungan detik, menit, jam, hari, bulan, tahun dan seterusnya.
Kita berpacu mengisi waktu hidup berkualitas.

Waktu ada batasnya. Kemampuan manusia naik dan turun. Dan pada waktunya akan terus menurun. Semua fluktuatif.

Manajemen waktu menjadi penting bagi setiap manusia, karena waktu dibatasi kondisi manusia, sepanjang kondisi bernafas tentu harus berkualitas.

Surah Al-Ashr mengingatkan manusia, baik si kaya maupun miskin, dewasa maupun anak muda, pria maupun wanita, semua diingatkan meruginya manusia terhadap waktu.

Manusia “disumpah” oleh Sang PenciptaNya agar tidak merugi.
Artinya WAKTU adalah INVESTASI dan MODAL utama manusia.

Tuhan memberikan secara adil Waktu kepada semua ciptaannya 7 Milyar manusia diatas dunia.

Sebaik-baiknya manusia tentu yang menyibukkan dirinya dengan perbuatan yang baik, positif, seperti silaturrahmi, beribadah, mendalami agama dan peduli sesama membantu sesama ummat manusia.

Manusia adalah makhluk sosial, yang saling membutuhkan.

Tinggal seperti apa kadar kepeduliannya.

Ayat ini sangat tepat untuk menjadikan setiap aktivitas kita menjadi manajebel dan akuntabel, dapat mempertanggungjawabkan apa yang dijanjikan.

Pembuktian akan janji, adalah sikap pemimpin (leader) yang terpercaya yang amanah.

Setiap manusia adalah pemimpin, Nabi Muhammad SAW mengingatkan “akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang dipimpin”.

Seorang pemimpin yang baik memiliki 4 (empat) sifat paling utama dan popular dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq (jujur terpercaya), Tabligh (Komunikator dan negosiator efektif), Amanah (bertanggungjawab terhadap tugas) dan Fathonah (cerdas mulai dari perencanaan hingga implementasi). Keempat sifat tersebut disingkat STAF.

Nabi Muhammad SAW menambahkan sifat kelima, pemimpin adalah pelayan, melayani, bukan dilayani serta menolong orang lain untuk semakin maju.

Di era disrupsi dengan perubahan massif, mendorong inovasi, mengubah pola lama menjadi baru, berlangsung sangat cepat didukung era Industri generasi ke-4 (millennium) dengan dominasi tehnologi digital Internet of Things (IOT) yang menuntut persaingan menjadi efisien, efektif dan akurat.

Di era ini yang menang bertahan, yang lemah akan kalah dan tersingkir.

Mereka yang menang dalam kesyukuran dan berbagi, maupun yang kalah dan tersingkir dalam kesyukuran dan memperbaiki diri, sudah berinvestasi bagi dirinya.
Mereka tentu siap berhenti andai waktu yang Tuhan berikan berakhir.

AKHIR YANG TERBAIK

Sebaiknya manusia memanfaatkan waktu yang “masih” dimiliki selama hidup di dunia dengan tepat dan benar.

Karena sesungguhnya manusia sedang berjalan menuju kematian dan agar terhindar dari penyesalan.

Peralihan waktu yang sempat kita lewati, layak disyukuri dengan ibadah. Sembari bermohon jika waktu berakhir mendapat akhir yang terbaik.

Kematian pasti dialami semua makhluk hidup ciptaan Allah tanpa terkecuali.
Hanya Allah yang tidak pernah mati dan tetap hidup menjaga seluruh hamba-Nya dan ciptaan-Nya.

Baca Juga:  Mari Berbenah & Jangan Menyerah

Allah SWT menciptakan kehidupan dan kematian sebagai sarana untuk mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya.

Firman Allah SWT dalam Al Quran surah ke-3 Ali-Imran ayat 185 :

“ Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah”

Artinya : “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu”.

Bahagian dari ayat ini sangat jelas pesan sang Pencipta, bahwa mati tidak terjadi begitu saja. Ada RASAnya (za’iqa).

Rasa inilah yang harus menjadi doa dan usaha setiap manusia mengisi waktunya selama hidup.
Rasa lega, tanpa beban, tuntas janji, tuntas hutang, tuntas warisan, baik silaturrahim dengan sesama, benar ibadah, cukup amalan, bermanfaat bagi sesama, memaafkan, sehat fisik dan psikhis, dan ikhlas menerima takdir, akan mengantarkan setiap manusia pada akhir yang terbaik, kapanpun waktunya, dimana tempatnya dan seperti apapun caranya.

ALLAH Subhanahu Wata’ala merahasiakan kematian agar kita selalu siap setiap saat.
Kematian adalah sesuatu yang PASTI akan terjadi.

Mengawali langkah masuk ketahun 2023 hingga entah kapanpun, sikap professional ditumbuhsuburkan, bekerja dengan cara yang benar, sesuai ketentuan dan ajaran, selalu penuh tanggungjawab, setiap target dituntaskan, jika mungkin melampaui target, sebagai bukti kualitas diri dan amanah.

Ber-integritas tinggi, bekerja sepenuh hati, jujur tidak curang, membangun kerja sama dan komunikasi efektif produktif diantara sesama. Memimpin maupun mendukung sama kuatnya. Tidak ada waktu yang terbuang percuma dengan perbuatan sia-sia.

Era Industri 4.0 adalah era sukses berbasis jejaring kerja.
Tanpa kolaborasi dan sinergi, hidup bagai sendiri dan tak berarti.

Kolaborasi dan Sinergi, sendiri maupun dalam organisasi adalah keniscayaan yang tak terhindari.

Jangan lupa, basis kondisi “ semua menjadi baik ” jika setiap manusia menjaga Kesehatan dirinya, keluarganya dan lingkungannya.

Kesehatan menurut WHO adalah suatu keadaan sehat yang meliputi sehat fisik, sehat psikhis (nyaman) dan sehat social (lingkungan dengan semua makhluk).

Indonesia yang berdasarkan Nilai-nilai Keagamaan dan Pancasila, menambahkan sehat ke-4 yaitu sehat Spiritual.

Kesehatan adalah Investasi mutlak.
“Health is not everything, but without health, EVERYTHING IS NOTHING”

Selamat memasuki tahun 2023.
Mari menjadi manusia dari AWAL hingga AKHIR yang terbaik.

Jakarta Sunter, 1 Januari 2023

*)Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes :
Purna Bakti Kemenkes/BKKBN, Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes (2017-2022)/Deputi BKKBN (2013-2017)/ Komisioner KPHI (2013-2019)/Direktur Kestradkom Kemenkes (2011-2013)/ Sekretaris Inspektorat Jenderal Depkes (2010-2011)/ Kepala Pusat Promkes Depkes RI (2008-2010)/ Sekretaris KKI (2005-2008)/ Alumnus PH Management Disaster, WHO Searo, Thailand (2004).
Ketua Umum BPP OBKESINDO (IHO)/ Ketua MN Kahmi (2009-2012)/ Ketua PB IDI (2012-2015/ Ketua PP IPHI/ Ketua PP ICMI/ Ketua PP DMI/ Waketum DPP JBMI/ Ketua PP ASKLIN/ Penasehat BRINUS/ Penasehat Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FKUSU/ Ketua PP KMA-PBS/ Wakorbid.PP IKAL-Lemhannas/ Pengasuh mediasosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com

Most Read

Artikel Terbaru