33.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

SUKSES PILKADA, KAMTIBMAS TERJAGA

Oleh : Lexie Kalesaran

TAHUN 2019, Sulawesi Utara berhasil melaksanakan Pemilu Serentak yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Pemungutan suara dilakukan pada 17 April 2019.

pelaksanaan Pemilu Serentak tersebut tak terlepas kaitannya dengan peranserta semua stake-holder (pemangku kepentingan) termasuk aparat keamanan, dalam hal ini Polri mulai dari tingkat Polda sampai tingkat bawah yakni Polsek.

Semua pihak bahu-membahu menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahun sekali itu, kendati tak dapat disangkal ada rriak-riak kecil yang terjadi tapi tidak sampai mengganggu persiapan dan penyelenggaraannya. Kamtibmas terjaga dengan baik.
Tahun ini (2020), daerah Sulut akan menggelar pesta demokrasi/Pilkada Serentak yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di 7 daerah yakni Manado, Bitung, Tomohon, Minut, Bolsel, Boltim, dan Minsel.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Rencana awalnya, pemungutan suara diadakan pada 23 September 2020, namun akibat Pandemi Covid-19 digeser ke 9 Desember 2020. Sejumlah tahapanpun mengalami perubahan. Namun, kini, tahaoan Pilkada sudah dimulai lagi dengan sejumlah pertimbangan.

Tentunya, kita berharap semua tahapan Pilkada mulai dari persiapan hingga penyelenggaraan termasuk pelantikan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota) terpilih bisa berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Kita tentu berharap pula tidak ada proses atau pelaksanaan tahapan tertentu yang sampai bermuara pada adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pilkada adalah pesta demokrasi. Rakyat wajib pilih, berkesempatan menyalurkan aspirasi politiknya dalam mekanisme kepemimpinan lima tahun sekali itu dengan rasa aman, nyaman dan damai, Tanpa ada unsur paksaan, intimidasi, iming-iming atau janji yang membuat pesta ini menjadi tidak demokratis, tidak dalam suasana gembira.

Polri selaku pemangku kepentingan dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan penegakkan hukum di samping pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat tidak akan main-main bila sudah bersinggungan dengan adanya upaya terganggunya kamtibmas. Polri akan bertindak tegas tapi terukur untuk penegakkan hukum bila ada yang coba-coba atau memang sengaja melakukan tindakan yang berdampak hukum.

Berkaitan dengan Pilkada ini, Polri di semua tingkatan (mulai dari Mabes hingga Polsek) telah, sedang dan akan melakukan pelbagai upaya untuk kesuksesannya, bisa berjalan dengan aman, nyamai dan damai.

Cukup banyak personil dikerahkan untuk pengamanan Pilkada ini di samping menjalankan tugas pokok lainnya. Di Sulut sendiri tak kurang dari 1.666 personil Polda Sulut ditugaskan untuk mengamankan momen pesta demokrasi ini lewat Operasi Mantap Praja (OMP) Samrat 2020. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu.

Polri dan kita tentu berharap mulai dari persiapan hingga penyelenggaraan pilkada serentak ini bisa berjalan dengan aman, nyaman, danai dan sukses.

Oleh karena itu, seyogianya, kita semua sebagai pemangku kepentingan ikut menyukseskan pesta demokrasi ini dengan mengupayakan kondusivitas pelaksanaannya. Kita menghindari benturan-benturan kepentingan yang bisa mengganggu kamtibmas, mengganggu tahapan-tahapannya. Akan ada konsekuensi yang ditimbulkan bila kamtibmas atau tahapan-tahapan Pilkada terganggu.

Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs. R.Z. Putra Panca S, MSi ketika bersilaturahmi (di awal kepemimpinannya) dengan pimpinan/tokoh agama di daerah ini mengajak agar mereka senantiasa mengimbau kepada umatnya agar terus menjaga kamtibmas termasuk dalam kaitannya dengan momen Pilkada Serentak 2020.

Mari jaga Bumi Nyiur Melambai tercinta ini, yang memiliki semboyan “Torang Samua Basudara.” Mari baku jaga, baku bae, baku kase inga.

Beda partai politik silahkan saja, beda pilihan calon tidak dilarang, tapi hendaknya kita punya satu tekad bersama menyukseskan pilkada, pesta demokrasi, mekanisme kepemimpinan lima tahunan ini bisa berjalan dengan aman, nyaman, damai, lancar dan sukses.(*)

Oleh : Lexie Kalesaran

TAHUN 2019, Sulawesi Utara berhasil melaksanakan Pemilu Serentak yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Pemungutan suara dilakukan pada 17 April 2019.

pelaksanaan Pemilu Serentak tersebut tak terlepas kaitannya dengan peranserta semua stake-holder (pemangku kepentingan) termasuk aparat keamanan, dalam hal ini Polri mulai dari tingkat Polda sampai tingkat bawah yakni Polsek.

Semua pihak bahu-membahu menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahun sekali itu, kendati tak dapat disangkal ada rriak-riak kecil yang terjadi tapi tidak sampai mengganggu persiapan dan penyelenggaraannya. Kamtibmas terjaga dengan baik.
Tahun ini (2020), daerah Sulut akan menggelar pesta demokrasi/Pilkada Serentak yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di 7 daerah yakni Manado, Bitung, Tomohon, Minut, Bolsel, Boltim, dan Minsel.

Rencana awalnya, pemungutan suara diadakan pada 23 September 2020, namun akibat Pandemi Covid-19 digeser ke 9 Desember 2020. Sejumlah tahapanpun mengalami perubahan. Namun, kini, tahaoan Pilkada sudah dimulai lagi dengan sejumlah pertimbangan.

Tentunya, kita berharap semua tahapan Pilkada mulai dari persiapan hingga penyelenggaraan termasuk pelantikan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota) terpilih bisa berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Kita tentu berharap pula tidak ada proses atau pelaksanaan tahapan tertentu yang sampai bermuara pada adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pilkada adalah pesta demokrasi. Rakyat wajib pilih, berkesempatan menyalurkan aspirasi politiknya dalam mekanisme kepemimpinan lima tahun sekali itu dengan rasa aman, nyaman dan damai, Tanpa ada unsur paksaan, intimidasi, iming-iming atau janji yang membuat pesta ini menjadi tidak demokratis, tidak dalam suasana gembira.

Polri selaku pemangku kepentingan dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan penegakkan hukum di samping pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat tidak akan main-main bila sudah bersinggungan dengan adanya upaya terganggunya kamtibmas. Polri akan bertindak tegas tapi terukur untuk penegakkan hukum bila ada yang coba-coba atau memang sengaja melakukan tindakan yang berdampak hukum.

Berkaitan dengan Pilkada ini, Polri di semua tingkatan (mulai dari Mabes hingga Polsek) telah, sedang dan akan melakukan pelbagai upaya untuk kesuksesannya, bisa berjalan dengan aman, nyamai dan damai.

Cukup banyak personil dikerahkan untuk pengamanan Pilkada ini di samping menjalankan tugas pokok lainnya. Di Sulut sendiri tak kurang dari 1.666 personil Polda Sulut ditugaskan untuk mengamankan momen pesta demokrasi ini lewat Operasi Mantap Praja (OMP) Samrat 2020. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu.

Polri dan kita tentu berharap mulai dari persiapan hingga penyelenggaraan pilkada serentak ini bisa berjalan dengan aman, nyaman, danai dan sukses.

Oleh karena itu, seyogianya, kita semua sebagai pemangku kepentingan ikut menyukseskan pesta demokrasi ini dengan mengupayakan kondusivitas pelaksanaannya. Kita menghindari benturan-benturan kepentingan yang bisa mengganggu kamtibmas, mengganggu tahapan-tahapannya. Akan ada konsekuensi yang ditimbulkan bila kamtibmas atau tahapan-tahapan Pilkada terganggu.

Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs. R.Z. Putra Panca S, MSi ketika bersilaturahmi (di awal kepemimpinannya) dengan pimpinan/tokoh agama di daerah ini mengajak agar mereka senantiasa mengimbau kepada umatnya agar terus menjaga kamtibmas termasuk dalam kaitannya dengan momen Pilkada Serentak 2020.

Mari jaga Bumi Nyiur Melambai tercinta ini, yang memiliki semboyan “Torang Samua Basudara.” Mari baku jaga, baku bae, baku kase inga.

Beda partai politik silahkan saja, beda pilihan calon tidak dilarang, tapi hendaknya kita punya satu tekad bersama menyukseskan pilkada, pesta demokrasi, mekanisme kepemimpinan lima tahunan ini bisa berjalan dengan aman, nyaman, damai, lancar dan sukses.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/