26C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Merayakan Kemanusiaan

MANADOPOST.ID–Pada tengah malam, di awal tanggal 12 Februari 2021 (the Lunar New Year’s Eve) yang lalu, festival terpenting dalam kebudayaan Tionghoa telah dibuka. Festival ini tidak hanya terdiri dari satu atau dua hari libur saja. Durasi festival ini melebihi periode dua minggu dan akan diakhiri dengan festival lentera. Bahkan, secara tradisional, festival ini seharusnya berlangsung lebih lama.

Salah satu hal terpenting yang ditekankan dalam festival ini adalah berkumpulnya keluarga. Karena itu, ada kebiasaan bahwa setiap anggota keluarga berusaha untuk kembali dan berkumpul dengan keluarganya untuk merayakan festival terbesar ini. Bahkan, definisi keluarga semakin meluas sambil mencakup teman-teman dekat dan tetangga untuk bersama merayakan festival besar ini.

Tulisan ini memang bukanlah penjelasan secara tradisional tentang Tahun Baru Imlek. Penulis pun bukanlah orang yang tepat untuk memberikan penjelasan tersebut. Karena itu, penulis mencoba untuk mengungkapkan respeknya terhadap kebudayaan Tionghoa dari sudut pandang yang cukup familier bagi beliau. Tulisan ini lebih merupakan nukilan kekayaan intelektual kebudayaan Tionghoa, yaitu filsafat Tionghoa.

Karakteristik Dasar

Karakteristik utama filsafat Tionghoa beorientasi pada kesempurnaan manusia. Tujuan utama proses berpikir dan pemberdayaan semua potensi kemanusiaan menyasar kesempurnaan hidup. Kesempurnaan ini mencakup dua hal fundamental dan saling terkait: “bijaksana di dalam dan meraja di luar.”

“Bijaksana di dalam” mengacu pada proses pengembangan nilai dan potensi kemanusiaan dalam diri. Inilah proses pemberdayaan dimensi batiniah setiap individu. Individu pada saat yang sama dituntut untuk mengembangkan perbuatan-perbuatan luhur dalam hubungannya dengan sesama, “meraja di luar”. Inilah dimensi sosial dari panggilan menuju kesempurnaan. Menurut pemikiran Tionghoa, kombinasi dua elemen ini membentuk titik tertinggi manusia ideal.

Orientasi pada kesempurnaan menyiratkan bahwa filsafat Tionghoa secara eksklusif fokus pada kemanusiaan. Dengan demikian, karakteristik kedua dari filsafat Tionghoa mengacu pada kemanusiaan. Filsafat Tionghoa menaruh perhatian serius terhadap kehidupan manusia, terutama bagaimana manusia menjalani kehidupannya. Maksudnya, filsafat ini memandang teori dan praksis kehidupan sebagai suatu kemanunggalan.

Fung Yu-lan menjelaskan bahwa para filsuf Tionghoa umumnya tidak memandang pengetahuan sebagai bernilai pada dirinya sendiri. Ia tidak berusaha mengumbar perhatian dan fokus pada pembentukan pengetahuan dan teori semata. Misalnya, berhadapan dengan pengetahuan yang menjanjikan kebahagiaan manusia, filsuf Tionghoa akan berusaha untuk langsung menerapkannya dalam kehidupan konkret untuk mencapai kebahagiaan terjanji, daripada menghabiskan waktu berdiskusi tentang pengetahuan tersebut.

Konsekuensinya, filsafat Tionghoa lebih menekankan nilai-nilai kemanusiaan, moralitas dan etika, kehidupan politik dan sosial daripada filsafat alam atau kosmologi. Di pihak lain, filsafat Tionghoa lebih mengusung manifestasi hakekat individu (what man is) daripada apa yang ia miliki (what man has). Hakekat individu berhubungan dengan kapasitas moralnya sedangkan kepemilikan individu mencakup baik pengetahuan intelektual maupun kapasitas materialnya.

Menurut filsafat Tionghoa, seorang yang telah mencapai idealisme “bijaksana di dalam” akan tetap menjadi manusia ideal walaupun tanpa pengetahuan tinggi dan kapasitas material yang mumpuni. Sedangkan, individu dursila akan tetap berorientasi pada kejahatan walaupun ia mempunyai pengetahuan dan materi yang memadai.

Wang Yang-ming (1473-1529) menegaskan bahwa dalam hidup, yang pertama dan utama, adalah kualitas pribadi yang murni, bukan kepemilikan materi dan pengetahuan. Ia membandingkan individu yang memiliki kualitas pribadi yang istimewa dengan emas murni. Benar bahwa bobot emas bisa berbeda. Tapi, nilai kemurnian emas tersebut sama. Jadi, nilai kemurnian emas mengacu pada hakekat individu (what man is) sedangkan bobot emas merujuk pada kepemilikan individu (what man has).

Kemanusiaan dan Moralitas

Penegasan nilai kemanusiaan merajut salah satu benang merah yang bisa menghubungkan festival terbesar ini dengan alam pemikiran filsafat Tionghoa. Karakteristik filsafat ini menempatkan kesempurnaan manusia dalam harmoni sebagai fundamen utama. Sedemikian fundamentalnya kedudukan dan nilai manusia dalam alam pemikiran ini, sehingga pemberdayaan manusia menjadi keniscayaan.

Menurut Tang Chung-i (1909-1978), pemikir kontemporer filsafat Tionghoa yang beraliran konfusianis, pemberdayaan manusia bersumber dan berbasis pada moralitas. Kehidupan moral ini menuntut manusia untuk bertanggung jawab atas perkembangan dirinya. Bentuk praktis dari tanggung jawab ini mewujud dalam pengembangan tindakan-tindakan moral.

Menurut beliau, tindakan-tindakan moral ini menjadi usaha manusia untuk melampaui batas-batas “diri-aktual”nya yang terikat oleh ruang dan waktu. Manusia yang terikat oleh waktu dan tempat ini merujuk pada mereka yang terombang-ambingkan oleh ungkapan-ungkapan nafsu sesaat dan kebutuhan-kebutuhan instingtif. Justru karena belenggu instingtif dan sesaat ini, mereka menjauh dari “diri-otentik”nya.

Memperjuangkan Otentisitas

Pencapaian “diri-otentik” menghindarkan orang dari jeratan kebutuhan semu, insting alamiah yang liar, dan hasrat sempalan yang tak terpuaskan. Orang yang berusaha mencapai “diri-otentik” secara istimewa fokus pada usaha-usaha moral. Usaha ini tidak hanya untuk mengembangkan hidup pribadi, tapi juga untuk peningkatan nilai hidup sebanyak mungkin orang.

Usaha ini bukan hanya dalam bentuk komitmen, resolusi dan retorika. Usaha tersebut mencerminkan diri dalam tindakan-tindakan konkret. Orang yang berbasis pada “diri-otentik” akan tergerak dan melakukan sesuatu ketika melihat penderitaan sesamanya yang miskin. Mereka gerah dengan pemimpin yang tidak melayani, birokrasi yang panjang, kaku dan berbelit, dan ruang hidup publik yang digerus oleh egosentrisme.

Mereka gerah bukan karena kenyamanan pribadi dikoyak tapi karena sesama rakyat tidak menempati pusat kehidupan politik dan demokrasi. Terhadap segala bentuk kolusi dan korupsi, mereka menolak tegas. Bukan karena mereka tidak memperoleh keuntungan, tapi karena hak sesamanya telah direnggut.

Pemimpin yang menyebabkan kegerahan di atas sepatutnya merekonstruksi kehidupan mereka. Mereka seharusnya menjauhi kubangan kebutuhan semu dan periferal demi peziarahan menuju “diri-otentik”. Hal ini perlu menjadi resolusi, komitmen, serta pola bersikap dan bertindak yang baru. Ketidakmampuan untuk mencapai “diri-otentik” akan semakin mengerdilkan kualitas hati.

Tuntutan ideal ini tentunya tidak hanya berlaku pada pemimpin. Semua orang yang terbenam dalam kekerdilan karena hidup berdasarkan nafsu keserakahan, kebutuhan intingtif semata, serta kebutaan terhadap ketidakadilan, akan senantiasa tinggal dalam level “diri-aktual”. Tanpa revolusi diri, mustahilah pencapaian otentisitas sebagai manusia.

Meninggalkan “Diri-Aktual”

Jika inspirasi festival ini adalah penegasan kembali nilai kemanusiaan, maka dalam terang pemikiran Tang Chung-I, tahun ini seharusnya dikarakterisasi oleh peningkatan aktivitas-aktivitas moral. Alasannya, bagi Tang Chung-I, nilai kemanusiaan tertinggi berhulu dalam moralitas sebagai referensi utama.

Inilah panggilan untuk menegaskan sisi kemanusiaan: kepekaan terhadap segala jenis ketidakadilan, reaksi keras terhadap ketidakjujuran, protes terhadap korupsi, penolakan terhadap segala jenis kolusi, protes terhadap segala jenis nepotisme buta, terutama dalam regenerasi politik dan birokrasi. Singkatnya, manusia dipanggil untuk hidup secara otentik dengan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan sesama.

Epilog

Jelaslah, filsafat Tang Chung-i fokus pada moralitas. Sedemikian sentralnya moralitas dalam sistem pemikirannya sampai ia menegaskan bahwa semua aktivitas kultural manusia bersumber dan berbasis pada moralitas. Maksudnya, aktivitas-aktivitas kultural manusia, termasuk perayaan festival ini, seharusnya merupakan usaha manusia mencapai otentisitasnya. Happy Lunar New Year!(*)

Artikel Terbaru