23.4 C
Manado
Monday, 3 October 2022

SEJARAH PANJANG

Catatan: Leonardo Axsel Galatang

MANADOPOST.ID – Sejak Kota Administratif, Bitung sudah aktif mengirimkan dutanya ke kontes Nyong Noni Sulut. Tepatnya sejak iven pemilihan duta wisata itu digelar di penghujung 1970an.

Hanya saja, di masa- masa itu, utusan Kota multikultur “hanya ditunjuk” dari kalangan mahasiswa asal Bitung yang sedang studi di IKIP dan Unsrat. Pasalnya, pada masa itu, Bitung belum ada iven untuk menyaring duta pariwisata.

Nanti 1986, saat kota ini mulai dinakhodai SH Sarundajang barulah diadakan Pemilihan Nyong Noni Bitung yang kelak diprotes oleh Dinas Pariwisata Propinsi karena dianggap mendompleng tajuk Nyong Noni Sulut.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Akhirnya, (kebetulan) saya yang dipercayakan mencari nama pengganti, menawarkan nama Pemilihan Putra Putri Bitung yang langsung disetujui oleh SH Sarundajang.

Baca Juga:  Tinta di Kelingking dan Sulut Memerah
Presiden Lima Perisai Leonardo Axsel Galatang, saat menerima Putra Putri Bitung yang baru meraih prestasi sekaligus mengharumkan Kota Bitung di kontes Nyong Noni Sulut 2022. (Dok. Pribadi)

Nah, dalam perjalanan panjang itu, setidaknya ada tiga orang Putri Bitung yang akhirnya meraih makhota Noni Sulut. Mereka adalah Ester Mantiri yang terpilih Noni Sulut 1997, Hillery Tuwo Noni Sulut 2013, dan Yvette Rondonuwu yang tadi malam dinobatkan sebagai Noni Sulut 2022.

Sedang untuk Nyong Sulut ada dua orang, yakni Nick Adicipta Lomban Nyong Sulut 2010 dan Brayen Pangemanan Nyong Sulut 2012. Selebihnya adalah gelar Wakil I Nyong Noni maupun Harapan serta gelar atribut lainnya.

Khusus Tahun ini, selain Ivette Rondonuwu yang meraih gelar utama Noni Sulut, tiga utusan Kota Digital juga tidak pulang dengan tangan hampa. Masing-masing dr Yoel Montolalu meraih gelar Nyong Sulut Harapan II, Jonathan Bojo Nyong Intelegensia dan Jessica Bullu Noni Sulut Favorit. (*)

Baca Juga:  Nasehat Kiyosaki dan Para Miliarder untuk Anak Muda

Catatan: Leonardo Axsel Galatang

MANADOPOST.ID – Sejak Kota Administratif, Bitung sudah aktif mengirimkan dutanya ke kontes Nyong Noni Sulut. Tepatnya sejak iven pemilihan duta wisata itu digelar di penghujung 1970an.

Hanya saja, di masa- masa itu, utusan Kota multikultur “hanya ditunjuk” dari kalangan mahasiswa asal Bitung yang sedang studi di IKIP dan Unsrat. Pasalnya, pada masa itu, Bitung belum ada iven untuk menyaring duta pariwisata.

Nanti 1986, saat kota ini mulai dinakhodai SH Sarundajang barulah diadakan Pemilihan Nyong Noni Bitung yang kelak diprotes oleh Dinas Pariwisata Propinsi karena dianggap mendompleng tajuk Nyong Noni Sulut.

Akhirnya, (kebetulan) saya yang dipercayakan mencari nama pengganti, menawarkan nama Pemilihan Putra Putri Bitung yang langsung disetujui oleh SH Sarundajang.

Baca Juga:  Keren! Maurits Mantiri Bekali Calon Paskibraka Bitung
Presiden Lima Perisai Leonardo Axsel Galatang, saat menerima Putra Putri Bitung yang baru meraih prestasi sekaligus mengharumkan Kota Bitung di kontes Nyong Noni Sulut 2022. (Dok. Pribadi)

Nah, dalam perjalanan panjang itu, setidaknya ada tiga orang Putri Bitung yang akhirnya meraih makhota Noni Sulut. Mereka adalah Ester Mantiri yang terpilih Noni Sulut 1997, Hillery Tuwo Noni Sulut 2013, dan Yvette Rondonuwu yang tadi malam dinobatkan sebagai Noni Sulut 2022.

Sedang untuk Nyong Sulut ada dua orang, yakni Nick Adicipta Lomban Nyong Sulut 2010 dan Brayen Pangemanan Nyong Sulut 2012. Selebihnya adalah gelar Wakil I Nyong Noni maupun Harapan serta gelar atribut lainnya.

Khusus Tahun ini, selain Ivette Rondonuwu yang meraih gelar utama Noni Sulut, tiga utusan Kota Digital juga tidak pulang dengan tangan hampa. Masing-masing dr Yoel Montolalu meraih gelar Nyong Sulut Harapan II, Jonathan Bojo Nyong Intelegensia dan Jessica Bullu Noni Sulut Favorit. (*)

Baca Juga:  PILKADA DAN KEDEWASAAN BERDEMOKRASI

Most Read

Artikel Terbaru

/