32 C
Manado
Sabtu, 31 Oktober 2020

Gebrakan Polda dalam Masa Pandemi Covid-19 (Curanmor)

Oleh: Toar Palilingan

FUNGSI penegakan hukum yang diemban Polri  merupakan salah satu fungsi Polri sebagaimana telah diatur dan ditegaskan  dalam UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia  di mana dalam Pasal 2 ditegaskan bahwa salah satu fungsi kepolisian adalah fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dituangkan kembali secara eksplisit sebagai tugas dan wewenang Polri dalam pada Pasal 13 UU No. 2 tahun 2002.

Istilah keamanan dalam konteks tugas dan fungsi Polri adalah “keamanan dan ketertiban masyarakat,” dengan dua pengertian yaitu  terjaminnya keamanan, ketertiban, tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman sebagai prasyarat terselenggaranya pembangunan nasional sebagai tujuan nasional dan keamanan sebagai kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat. Jadi fungsi Polri dalam UU No. 2 Tahun 2002 bukan hanya  penindakan, tetapi juga pencegahan melalui upaya persuasif yang dapat melibatkan masyarakat.

Keberadaan Polri sangat penting bagi bangsa dan negara dalam  setiap keadaan dan kondisi yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia termasuk dalam kondisi saat ini yakni Pandemi Covid-19 yang telah masuk di Indonesia sejak akhir Februari 2020. Keberadaan Polri sebagai bagian dalam gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 menjadi sangat penting dengan berbagai tugas dan tanggung jawabnya untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tertib. Penyebaran Covid-19 tidak dapat dipungkiri, bukan hanya semata-mata masalah kesehatan karena keberadaan Covid-19 telah memasuki seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat baik ekonomi, sosial, budaya, keagamaan maupun politik.

Pada awal penyebaran Covid-19 sampai pada April 2020, penanggulangan Covid-19 dengan anjuran tinggal di rumah, sekolah dan kantor diliburkan serta pemberitaan mengenai Covid-19 menyebabkan penurunan angka kriminal karena para pelaku kehahatan pun memilih untuk tetap di rumah  dan menghindari kontak dengan pihak-pihak lain. Namun sejak Mei 2020 , ketika pandemi ini mulai memberikan dampak ekonomi dan sosial akibat penutupan toko- toko dan kegiatan ekonomi, angka kriminal pun mulai meningkat.

Covid-19 mengakibatkan penurunan pendapatan yang signifikan serta goncangan kehidupan ekonomi masyarakat secara kritis dan secara psikis menimbulkan ketidaknyamanan dan kegelisahan masyarakat dan hal inilah salah satu yang menyebabkan munculnya tindakan kriminal. Pengangguran akibat lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK), kelangkaan pangan dan naiknya harga pangan serta  distribusi bantuan pangan tidak merata memicu rantai endemik kriminalitas atau impresi kriminal.

Menyadari hal tersebut Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan surat telegram bernomor ST/1238/IV/OPS.2/2020 terkait antisipasi peningkatan kejahatan, khususnya kejahatan jalanan. Berbarengan dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 yang ditandatangani Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly

Tanggung jawab Polri sebagai salah satu garda terdepan dalam penanggulan Covid-19 dalam realitasnya tidak menyebabkan adanya pengecualiaan bagi Polri untuk melaksnakan tugas dan fungsinya dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2002 antara lain dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat. Kompleksitas permasalahan dalam masa pandemic Covid-19 terjadi antara lain  fluktuasi tingkat kejahatan sepanjang masa pandemi Covid-19, potensi kejahatan di beberapa sektor yang patut diwaspadai , kejahatan jalanan (penjambretan, perampokan, dan pencurian kendaraan bermotor).  Perubahan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia dalam masa Pandemi Covid-19 ternyata membawa pula perubahan pola kriminalitas. Bentuk-bentuk baru kriminalitas yang berevolusi sebagai pemanfaatan situasi selama masa pandemi Covid-19. Hal ini terkonfirmasi dari pandangan Polri bahwa kriminalitas yang terjadi sepanjang masa pandemi Covid  disebabkan oleh dampak secara ekonomi di tengah pandemic sehingga para pelaku kriminal memanfaatkan situasi ini  untuk melakukan aksinya. Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) mulai marak di tengah masa pandemi virus korona. Hampir setiap hari Polresta Manado dan jajaran menerima laporan kehilangan sepeda motor dari masyarakat yang datang mengadu. Diantara wabah Covid-19 yang masih menimbulkan kekhawatiran, Timsus Maleo yang dipimpin oleh Ipda Fadhly STrK melakukan penangkapan terhadap 2 orang pelaku curanmor/curanik yang dilakukan di berbagai daerah di wilayah hukum Polda Sulawesi Utara.

Dalam masa pandemi Covid-19, di tengah tugas-tugas yang berkaitan dengan physical distancing, sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19, pengawalan  pemakaman jenazah pasien Covid-19, Polri tetap mengantisipasi tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat dengan melakukan pengawasan secara khusus pada objek vital seperti pusat perbelanjaan, bandara, stasiun dan terminal bus. Hal ini menunjukkan bahwa dalam masa Pandemi, Polri tetap menjaga komitmen dan loyalitas dalam memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat meskipun di tengah wabah Covid yang sangat membutuhkan adanya kewaspadaan karena bagaimana pun pelaksanaan tugas Polri tetap harus diikuti dengan kewaspadaan mereka untuk menjaga diri dari paparan virus tersebut.

Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas langkah yang ditempuh Polda Sulawesi Utara bagi masyarakat meskipun diantara kekhawatiran dan kegelisahan karena Pandemi Covid 19 serta dalam kondisi yang sangat luar biasa, Polri tetap melaksanakan tugas dan fungsinya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.(*)

-

Artikel Terbaru

Dua Blade Adu `Jotos` di Tondano

MANADOPOST.ID—Warga masyarakat patut lebih waspada saat berkendara. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas bisa saja terjadi akibat kelalaian pengendara.

152 CPNS Bolsel Gagal

MANADOPOST.ID---Usai melalui proses yang panjang,  akhirnya hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)  Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Bolsel diumumkan.

Bendungan Kuwil Capai 75 Persen, Selesai Pertengahan 2021

MANADOPOST.ID—Salah satu bendungan yang bakal memberikan efek positif masyarakat Sulut khususnya Kota Manado selesai tahun depan.  Hal itu disampaikan Gubernur berstatus cuti Olly Dondokambey, kepada para pakar intelektual Sulut di Hotel Grand Puri Manado.

Wabup Sangihe: Olly-Steven Lanjutkan Periode Kedua

MANADOPOST.ID—Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong menyampaikan dukungan terbuka kepada pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw pada Pilkada 9 Desember 2020.

Kawanua Prediksi Donald Trump Menang Lagi

MANADOPOST.ID—Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), ikut mendapat perhatian warga Sulawesi Utara (Sulut), yang saat ini bermukim di negeri Paman Sam.