27C
Manado
Rabu, 27 Januari 2021

Primitif Atau Tinggal Landas?

Oleh: Tommy Waworundeng

TIGA sesi debat pasangan calon gubenur dan wakil gubernur Sulawesi Utara telah selesai. Masyarakat yang belum sempat menonton, bisa menonton di page facebook Manado Post. Bisa juga membaca isi debat dan visi misi para calon di Manado Post koran. Ini penting untuk menentukan pilihan pada 9 Desember nanti.

Suara 1.831.867 rakyat Sulut (berdasarkan daftar pemilih tetap), akan sangat menentukan nasib daerah ini ke depan. Rakyat bebas menentukan pilihan. Memilih daerah ini mundur atau maju. Memilih lepas landas atau tergilas di landasan.

Dalam visi misi dan isi debat, bisa melihat calon mana yang realistis, tidak jual kecap, dan programnya terstruktur siap membawa daerah ini mengalami lompatan kemajuan dalam pembangunan. Baik pembangunan manusianya maupun pembangunan fisik.

Berbicara Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi, kita mengenal Walt Whitman Rostow. Ia adalah seorang ahli ekonomi dunia. Ia profesor sekaligus politikus yang bekerja kepada National Security Advisor Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden Johnson. Ia berperan penting dalam pembentukan kebijakan Amerika Serikat di Asia Tenggara selama tahun 1960. Termasuk di awal pembangunan Indonesia. Musuh komunis ini, bekerja sebagai penasihat utama selama pemerintahan John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson.

Dalam beberapa literatur Pertumbuhan Pembangunan Ekonomi, WW Rostow menulis, pertumbuhan pembangunan ekonomi merupakan proses tranformasi suatu masyarakat primitif menjadi masyarakat modern. Prosesnya multidimensional. Pembangunan ekonomi bukan berarti hanya perubahan struktur ekonomi suatu negara, tetapi juga ditunjukan oleh peranan sektor pertanian dan peranan sektor industry.

Menurut Rostow, pembangunan ekonomi berarti pula sebagai suatu proses yang menyebabkan antara lain: Pertama, perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik, dan social yang mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar. Kedua, perubahan pandangan masyarakat menganai jumlah anak dalam keluarga, dari kenginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil.

Ketiga, perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat, dari melakuakn investasi yang tidak produktif (menumpuk emas, membeli rumah dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif. Keempat, perubahan sikap hidup dan adat istiadat. Misalnya penghargaan terhadap waktu dan penghargaan terhadap prestasi perorangan. Kegiatan pertemuan sosial dianggap tidak produktif dan membuang waktu.

WW Rostow terkenal dengan 5 tahap pembangunannya: Tahapan pembangunan pertama yakni masyarakat tradisional (primitif). Masyarakat tradisional ini ekonominya masih sangat bergantung dari sektor pertanian, dengan cara-cara bertani yang tradisional. Produktivitas kerja manusia masih sangat rendah.

Masyarakat ini dicirikan oleh struktur hirarkis sehingga mobilitas sosial dan vertikal rendah. Pada masyarakat tradisional, ilmu pengetahuan belum begitu banyak dikuasai. Karena masyarakat masih mempercayai kepercayaan-kepercayaan tentang kekuatan di luar kekuasaan menusia atau hal gaib. Manusia yang percaya akan hal demikian, tunduk kepada alam dan belum bisa menguasai alam. Akibatnya produksi sangat terbatas.

Masyarakat tradisioanal itu cenderung bersifat statis (kemajuan berjalan sangat lamban). Produksi dipakai untuk konsumsi sendiri, tidak ada diinvestasi. Generasi ke generasi tidak ada perkembangan. Dalam hal ini, antara orangtua dan anaknya, memilki pekerjaan yang sama dan kedudukan yang sederajat.

Tahapan pembangunan kedua yakni Pra-kondisi Tinggal Landas. Selama tahapan ini, tingkat investasi menjadi lebih tinggi. Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self-sustainable growth). Menurut Rostow, pada tahap ini dan sesudahnya, pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara otomatis.

Rostow sangat menekankan perlunya perubahan-perubahan yang multidimensional. Karena ia tak yakin akan kebenaran pandangan yang menyatakan bahwa pembangunan akan dapat dengan mudah dicipkatan hanya jika jumlah tabungan ditingkatkan. Menurut Rostow, pertumbuhan ekonomi hanya akan tercapai jika diikuti oleh perubahan-perubahan lain dalam masyarakat.

Perubahan-perubahan itulah yang akan memungkinkan terjadinya kenaikan tabungan dan penggunaan tabungan itu sebaik-baiknya. Perubahan-perubahan yang dimaksud Rostow, misalnya kemampuan masyarakat untuk menggunakan ilmu pengetahuan modern dan membuat penemuan-penemuan baru yang bisa menurunkan biaya produksi.

Disamping itu harus ada pula orang-orang yang menggunakan penemuan baru tersebut untuk memodernisir cara produksi dan harus didukung pula dengan adanya sekelompok masyarakat yang menciptakan tabungan dan meminjamkannya kepada wiraswasta, yang inovativ untuk meningkatkan porduksi dan menaikkan produktivitas.

Singkatnya, kenaikan investasi yang akan menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih cepat dari sebelumnya bukan semata-mata tergantung pada kenaikkan tingkat tabungan, tetapi juga kepada perubahan radikal dalam sikap masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, perubahan teknik produksi, pengambilan resiko, dan sebagainya.

Tahapan pembangunan ketiga yakni Tinggal Landas (Lepas Landas). Tahapan ini dicirikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Karakteristik utama dari pertumbuhan ekonomi ini adalah pertumbuhan dari dalam yang berkelanjutan yang tidak membutuhkan dorongan dari luar.

Tabungan dan investasi yang efektif meningkat dari 5% menjadi 10 % dari pendapatan nasional atau lebih. Industri berkembang dengan sangat pesat. Dan sector modern dalam perekonomian pun berkembang.

Pada tahap tinggal landas, pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. Pada awal tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat seperti seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi, atau berupa terbukanya pasar baru.

Sebagai akibat dari perubahan-perubahan tersebut secara teratur akan tercipta inovasi-inovasi dan peningkatan investasi. Investasi yang semakin tinggi ini akan mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Dengan demikian pendapatan perkapita semakin besar.

Tahapan pembangunan WW Rostow keempat yakni Menuju Kedewasaan. Setelah lepas landas, akan terjadi proses kemajuan yang terus bergerak ke depan, meskipun kadang-kadang terjadi pasang surut. Pendapatan nasional selalu diinvestasikan kembali sebesar 10% sampai 20%, untuk mengatasi persoalan pertambahan penduduk.

Kedewasaan pembangunan ditandai oleh investasi yang terus-menerus antara 40 hingga 60 persen. Dalam tahap ini mulai bermunculan industri dengan teknologi baru, misalnya industri kimia atau industri listrik. Ini merupakan konsekuensi dari kemakmuran ekonomi dan sosial. Pada umumnya, tahapan ini dimulai sekitar 60 tahun setelah tinggal landas. Di Eropa, tahapan ini berlangsung sejak tahun 1900.

Kedewasaan dimulai ketika perkembangan industry terjadi tidak saja meliputi teknik-tiknik produksi, tetapi juga dalam aneka barang yang diproduksi. Yang diproduksikan bukan saja terbatas pada barang konsumsi, tetapi juga barang modal.

Contoh: Industry berkembang dengan pesat. Negara menetapkan posisinya dalam perekonomian global. Barang-barang yang tadinya diimpor, sekarang diproduksi sendiri di dalam negari. Untuk mengimbangi barang impor, barang-barang ekspor harus berkualitas.

Tahapan pembangunan kelima yakni, Era Konsumsi Tinggi. Ini merupakan tahapan terakhir dari lima tahap model pembangunan Rostow. Pada tahap ini, sebagian besar masyarakat hidup makmur.

Menurut Rostow, saat ini masyarakat yang sedang berada dalam tahapan ini adalah masyarakat Barat dan Utara. Pada tahap ini, perhatian masyarakat sudah lebih menekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan. Bukan lagi kepada masalah produksi.

Titik sentral argumentasi Rostow, cepat atau lambat, semua masyarakat dunia akan melewati rentetan dari kelima tahap pertumbuhan ekonomi di atas. Faktor penentunya adalah kondisi alam, ekonomi, politik, dan budaya.

Sekarang ini masyarakat Sulut akan menentukan nasib daerah ini ke depan. Akan bergerak maju menuju tinggal landas. Atau mundur ke masyarakat tradisional? Kedaulatan ada di tangan rakyat. Gunakan momentum 9 Desember untuk masa depan anak cucu kita. (*)

Artikel Terbaru