Minggu, 4 Juni 2023

Sulut Super Parah! Balap di Trotoar, Tak Pakai Helm, Bonceng 3-4 Orang dan Knalpot Ribut

- Senin, 17 April 2023 | 13:17 WIB

Oleh: Jeremy Barens KETIKA saya mengenang hari-hari saya di Sulawesi Utara, saya sering merasa seperti kalah dalam peperangan. Saya dulu sering diingatkan isteri. Mengapa datang ke Indonesia yang notabenenya negara sedang berkembang? Kedamaian, ketenangan, orang-orang ramah dan menyenangkan, keindahan alam yang berlimpah, serta keindahan laut yang mempesona adalah alasan. Isteri saya berkata: “Nikmati saja keindahannya seperti kita menikmati keindahan bunga mawar.” Tetapi semua kenangan indah itu memudar layaknya kereta api cepat yang melaju dengan kecepatan 250 KM/Jam. Sekarang pemandangan semrawut kendaraan roda empat dan roda dua di Sulawesi Utara sungguh sangat menyayat jiwa dan raga. Banyak sekali sepeda motor yang melintas di trotoar. Sepeda motor melawan arah. Pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Sepeda motor ditumpangi 3-4 orang. Knalpot yang sangat bising. Dan polusi udara dari truk dan bis. Belum lagi kendaraaan yang tidak peduli dengan para pejalan kaki di zebra cross. Serta penutupan jalan oleh masyarakat sekitar. Contohnya beberapa lorong antara jalan Sam Ratulangi ke arah Boulevard yang mengakibatkan kemacetan, terutama di jam pergi dan pulang kantor. Itu telah memudarkan kenangan indah. Sepertinya semua pelanggaran lalu lintas di Sulawesi Utara ini hanyalah dipandang sebelah mata. Atau sengaja dibiarkan terus terjadi karena memang sudah selalu terjadi selama bertahun-tahun. Tanpa adanya tindakan tegas Aparat Penegak Hukum. Peraturan lalu lintas dan penegakan hukum yang tegas tanpa memandang bulu oleh aparat berwenang adalah kunci untuk mengembalikan ini semua ke keadaan tertib berlalu lintas. Jika keadaan ini terus dibiarkan terjadi begitu saja, maka keselamatan dan kualitas hidup dari setiap masyarakat di Sulawesi Utara akan menurun drastis. Sebaliknya tingkat kejahatan akan meningkat dan kesadaran akan tertib berlalu lintas bakal terus merosot. Sudah bertahun-tahun kedisiplinan dari warga masyarakat Sulawesi Utara telah memudar secara berkala. Apakah ini semua terjadi karena aparat kepolisian yang tidak pro aktif dan takut dalam penegakan hukum? Atau apakah kesadaran moral dari masyarakat sudah punah? Jika anda meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan ini, serta melihat gambarannya maka anda juga akan menyadari jika ini semua adalah fakta yang benar terjadi setiap hari di sekeliling kita. Ini bukanlah ocehan eksentrik dari orang berusia 60 tahun ke atas yang telah memilih untuk menetap di sini. Bukan karena saya tidak memiliki pilihan lain seperti orang yang memang terlahir di sini. Saya sangat berharap adanya perubahan positif yang bermanfaat bagi semua masyarakat. Berupa Penegakan Hukum – sesederhana itu saja -. Jika hanya mengadakan kampanye ataupun sosialisasi, itu bertahan paling banter 30 hari. Setelah itu, semua tidak ada gunanya lagi. Sekarang ini waktunya untuk segera menindak tegas pelanggar lalu lintas! Sekali lagi, tindak tegas !!!.(*)
-
-
-
-

Editor: Clavel Lukas

Tags

Terkini

Kamsahamnida Daisy Park

Minggu, 21 Mei 2023 | 09:52 WIB

Sisi Gelap Pemilu Proporsional Terbuka

Senin, 20 Maret 2023 | 11:05 WIB

MEMAKNAI ALIH TAHUN DALAM SYUKUR DAN WASPADA

Selasa, 3 Januari 2023 | 20:35 WIB

PENGELOLAAN IDLE CASH PEMERINTAH DAERAH

Jumat, 16 Desember 2022 | 15:38 WIB

UU KUHP DAN KEKALAHAN BELANDA DI PIALA DUNIA

Selasa, 13 Desember 2022 | 17:28 WIB

Menjaga Inflasi Sulawesi Utara Tetap Terkendali

Jumat, 9 Desember 2022 | 18:29 WIB

PENGELOLAAN KEUANGAN PEMERINTAH DESA

Rabu, 7 Desember 2022 | 11:56 WIB
X