Oleh: Yurike Makisurat, SPsi
Mahasiswa Magister Psikologi, Universitas Kristen Maranatha Bandung
PROGRAM Teman Bus yang dihadirkan Pemerintah Kota Manado merupakan langkah nyata dalam menghadirkan layanan transportasi modern yang lebih aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.
Ini adalah kebijakan progresif yang selaras dengan kebutuhan kota yang terus berkembang, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.
Dari perspektif Psikologi Sosial, langkah pemerintah menghadirkan Teman Bus justru memberikan kepastian dan stabilitas baru bagi masyarakat luas.
Transportasi yang teratur membantu mengurangi stres mobilitas, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat rasa aman di ruang publik.
Tidak berlebihan untuk menyebut bahwa kebijakan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran negara yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Manado.
Memang, sebagian sopir mikro merasa cemas dengan perubahan ini. Namun penolakan tersebut dapat dipahami sebagai reaksi wajar ketika sebuah sistem lama bergeser menuju sistem baru yang lebih modern.
Perubahan selalu menimbulkan ketidaknyamanan awal. Tetapi bukan berarti perubahan tersebut salah. Justru disinilah perlunya pendekatan transisi yang humanis agar mereka tidak merasa ditinggalkan.
Pengalaman kota lain menunjukkan bahwa pemerintah berada di jalur yang tepat. Bandung, Medan dan Banjarmasin kini mampu mengoperasikan Teman Bus secara mandiri tanpa bergantung pada subsidi pusat.
Ini bukti bahwa modernisasi transportasi tidak hanya bisa diterima masyarakat. Tetapi juga berkelanjutan secara finansial dan sosial.
Contoh dari Makassar juga menunjukkan bahwa resistensi dapat dikelola ketika pemerintah hadir, berdialog dan memberikan penjelasan langsung kepada sopir pete-pete.
Dengan komunikasi terbuka dan kolaborasi, kebijakan Teman Bus justru dapat diterima dan didukung.
Karena itu, dukungan terhadap kebijakan pemerintah patut diperkuat. Teman Bus bukan hanya proyek fisik. Tetapi bagian dari perubahan lebih besar menuju kota yang tertib, ramah masyarakat dan siap menghadapi masa depan.
Dengan tetap memperhatikan aspek sosial—melalui sosialisasi, pendampingan, pelatihan dan peluang adaptasi bagi sopir mikro, Manado dapat membuktikan bahwa modernisasi dapat berlangsung tanpa meninggalkan siapa pun.
Kita semua menginginkan Manado yang lebih baik. Dan melalui Teman Bus, pemerintah telah menunjukkan langkah yang berani, visioner dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Kini saatnya kita mendukung penuh agar transformasi ini berjalan lancar dan benar-benar membawa Manado maju bersama dan berkelanjutan. (*)
Editor : Tanya Rompas