Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Louis Schramm Terima Kunjungan Komisi III DPRD Gorontalo, Ini Tiga Hal yang Dibahas

Angel Rumeen • Minggu, 16 November 2025 | 22:05 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID—DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, pekan lalu.

Rombongan legislator dari provinsi tetangga itu diterima langsung Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm SH MH, di ruang Fraksi Gerindra di Kantor DPRD Sulut.

 

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi terkait sejumlah isu teknis yang tengah dihadapi dua daerah tersebut, terutama mengenai pokok-pokok pikiran (pokir), efisiensi anggaran, serta progress pembahasan KUA-PPAS.

 

Schramm menjelaskan salah satu pertanyaan utama dari Komisi III adalah mengenai mekanisme pelaksanaan pokir di Sulawesi Utara. Ia menegaskan sistem pengelolaan pokir telah mengikuti aturan yang ketat dan transparan.

 

“Mereka bertanya mengenai bagaimana pelaksanaan pokir di Sulawesi Utara. Kami jelaskan pokir anggota dewan tidak pernah masuk ke satuan tiga, dan seluruh proses penginputan dilakukan melalui SIPD,” kata Schramm.

 

Ia memastikan anggota dewan tidak terlibat dalam pengerjaan teknis pokir sehingga alur kerja tetap terjaga sesuai regulasi.

 

Selain membahas pokir, dibahas juga situasi efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Sulut.

 

Schramm mengungkapkan efisiensi anggaran bukan hanya terjadi di pemerintah provinsi melainkan turut berdampak pada lembaga legislatif. “Di dewan juga ada efisiensi. Dengan adanya potongan anggaran serta ketiadaan dana transfer dari pusat, beberapa SKPD memang mengalami kekosongan program. Banyak yang tidak bisa berjalan dan hanya cukup untuk belanja pegawai,” ujarnya. Kondisi ini, menurut Schramm, sedang dalam proses pembahasan untuk penyesuaian berikutnya agar operasional pemerintahan tetap bisa berjalan efektif.

 

Menariknya, dalam diskusi tersebut terungkap Pemerintah Provinsi Gorontalo menghadapi persoalan serupa, bahkan dengan kapasitas anggaran yang lebih kecil dibanding Sulawesi Utara. Hal itu menimbulkan diskusi komparatif yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. “Ternyata di Gorontalo juga kurang lebih sama bahkan anggaran mereka lebih kecil,” tambah Schramm.

 

Di akhir pertemuan, pembahasan bergeser pada progres penyusunan KUA-PPAS, yang menjadi perhatian.

 

Schramm menyampaikan pembahasan di DPRD Sulut sudah hampir rampung. “Mereka menanyakan proses pembahasan KUA-PPAS. Di Sulut torang so berjalan, mungkin minggu depan kalau sudah selesai sudah bisa paripurna. Kalau di Gorontalo, mereka minggu depan baru mulai pembahasan,” tutupnya.(gel)

 

Editor : Angel Rumeen