MANADOPOST.ID—Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, memaparkan secara komprehensif tindak lanjut atas rekomendasi DPRD dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa sinergitas antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi utama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurut Gubernur Yulius, setiap rekomendasi yang diberikan DPRD pada tahun anggaran sebelumnya tidak hanya dipandang sebagai formalitas, melainkan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan internal pemerintah provinsi. Ia menyebut rekomendasi DPRD sebagai “kompas” yang menjaga arah kebijakan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saran dan rekomendasi dari DPRD menjadi pedoman penting bagi kami untuk memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” ujar Yulius.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN). Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), pemerintah provinsi kini menerapkan metode blended learning dalam pelatihan ASN. Selain itu, kerja sama juga dijalin dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) serta sejumlah perguruan tinggi ternama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam menghadapi era digital.
Di bidang pengelolaan aset, pemerintah provinsi terus melakukan penataan secara sistematis. Proses sertifikasi dan pengamanan aset berupa tanah dan bangunan menjadi prioritas guna mencegah potensi konflik hukum serta mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber pendapatan daerah.
Selain itu, evaluasi terhadap program-program strategis juga menjadi fokus utama. Program yang sebelumnya mendapatkan catatan kritis dari DPRD telah ditelaah ulang secara mendalam, terutama terkait ketepatan waktu pelaksanaan dan kesesuaian manfaat di lapangan.
Gubernur Yulius juga menyoroti berbagai capaian yang telah diraih selama satu tahun kepemimpinannya, mulai dari realisasi pendapatan daerah hingga peningkatan layanan dasar seperti ketersediaan listrik di sejumlah wilayah kepulauan. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara.
Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih ada. Keterbatasan fiskal serta tantangan global menjadi faktor yang mempengaruhi belum optimalnya pemenuhan seluruh aspirasi masyarakat.
“Kami menyadari masih ada kekurangan, namun kami tidak akan berhenti untuk terus berbenah dan bekerja lebih baik,” tegasnya.
Dengan mengusung semangat “PETARUNG” dan prinsip “Satu Komando”, Gubernur memastikan seluruh jajaran birokrasi akan terus didorong untuk bekerja dengan disiplin, integritas, dan loyalitas kepada rakyat. Ia menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya membangun peradaban dan masa depan generasi mendatang.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur Yulius mengajak DPRD untuk terus memberikan masukan konstruktif. Ia menyebut rekomendasi dari legislatif sebagai “vitamin” yang memperkuat kinerja pemerintah dalam menyempurnakan tata kelola pemerintahan.
Sinergi antara pemerintah provinsi dan DPRD, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.(gel)
Editor : Angel Rumeen