25.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Aplikasi Pasiar Jo Gairahkan Wisata Sulut

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 ikut melumpuhkan pariwisata. Sektor ini menjadi primadona atau sektor unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) tak patah semangat. Strategi pengaktifan kembali pariwisata Sulut diyakini bisa membangkitkan ekonomi Bumi Nyiur Melambai. “Pariwisata di Sulut harus cepat melakukan recovery karena pariwisata adalah prime mover roda perekonomian masyarakat Sulut,” tutur OD.

Pandemi Covid-19, katanya, tak diketahui kapan berakhir. Salah satu cara terbaik adalah harus berjalan bersama, bersahabat dengan virus yang tidak kelihatan itu.

“Kita harus belajar hidup berdampingan dengan Covid-19. Itulah sebabnya kita sekarang memasuki era dan kebiasaan baru di semua lini, termasuk sektor pariwisata di Sulawesi Utara,” ujarnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Henry Kaitjily mengatakan sesuai arahan gubernur telah disiapkan strategi membangkitkan pariwisata Sulut. Diantaranya, menyiapkan aplikasi Pasiar Jo. Aplikasi ini terkait destinasi pariwisata Sulut.

Selain itu, sambungnya, bersama stakeholders melakukan bersih-bersih objek wisata. “Bahkan sudah sangat siap menghadapi semuanya dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan baru yang diterapkan,” ujarnya.

Khususnya di sektor pariwisata, katanya, atas arahan gubernur, Dinas Pariwisata telah menyusun panduan pariwisata untuk dapat diterapkan kepada para pelaku pariwisata.

“Jika para stakeholders telah siap, maka pasti akan dilakukan pembukaan dan reaktivasi secara bertahap sektor pariwisata harus dikembangkan karena menjadi pendongkrak perekonomian,” katanya.

Untuk sektor pariwisata, tambah Kaitjily, semuanya mengalami penurunan pendapatan mulai dari destinasi, perhotelan, jasa pemandu wisata, travel. Semua terdampak. Sedangkan untuk restoran hanya skala awal saja, saat ini sudah mulai beralih lewat online, ketika pandemi Covid-19 datang.

“Dan sejak berlakunya tanggap darurat, pariwisata menjadi goyah, melemah, dan seakan tak berdaya karena destinasi semuanya ditutup, kegiatan event dibatalkan dan ditunda. Ada yang mencoba bertahan seperti hotel dan beberapa destinasi. Destinasi tetap dibuka namun dalam skala kecil,” katanya.(cw-01/gel)

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 ikut melumpuhkan pariwisata. Sektor ini menjadi primadona atau sektor unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) tak patah semangat. Strategi pengaktifan kembali pariwisata Sulut diyakini bisa membangkitkan ekonomi Bumi Nyiur Melambai. “Pariwisata di Sulut harus cepat melakukan recovery karena pariwisata adalah prime mover roda perekonomian masyarakat Sulut,” tutur OD.

Pandemi Covid-19, katanya, tak diketahui kapan berakhir. Salah satu cara terbaik adalah harus berjalan bersama, bersahabat dengan virus yang tidak kelihatan itu.

“Kita harus belajar hidup berdampingan dengan Covid-19. Itulah sebabnya kita sekarang memasuki era dan kebiasaan baru di semua lini, termasuk sektor pariwisata di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Henry Kaitjily mengatakan sesuai arahan gubernur telah disiapkan strategi membangkitkan pariwisata Sulut. Diantaranya, menyiapkan aplikasi Pasiar Jo. Aplikasi ini terkait destinasi pariwisata Sulut.

Selain itu, sambungnya, bersama stakeholders melakukan bersih-bersih objek wisata. “Bahkan sudah sangat siap menghadapi semuanya dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan baru yang diterapkan,” ujarnya.

Khususnya di sektor pariwisata, katanya, atas arahan gubernur, Dinas Pariwisata telah menyusun panduan pariwisata untuk dapat diterapkan kepada para pelaku pariwisata.

“Jika para stakeholders telah siap, maka pasti akan dilakukan pembukaan dan reaktivasi secara bertahap sektor pariwisata harus dikembangkan karena menjadi pendongkrak perekonomian,” katanya.

Untuk sektor pariwisata, tambah Kaitjily, semuanya mengalami penurunan pendapatan mulai dari destinasi, perhotelan, jasa pemandu wisata, travel. Semua terdampak. Sedangkan untuk restoran hanya skala awal saja, saat ini sudah mulai beralih lewat online, ketika pandemi Covid-19 datang.

“Dan sejak berlakunya tanggap darurat, pariwisata menjadi goyah, melemah, dan seakan tak berdaya karena destinasi semuanya ditutup, kegiatan event dibatalkan dan ditunda. Ada yang mencoba bertahan seperti hotel dan beberapa destinasi. Destinasi tetap dibuka namun dalam skala kecil,” katanya.(cw-01/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/