alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kaloh Minta Usut Perusakan RS Swasta

MANADO—Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fabian Kaloh angkat bicara terkait peristiwa yang viral di media sosial, Senin (1/6) lalu terkait dugaan perusakan fasilitas rumah sakit swasta di Manado.
Personel Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku sangat prihatin. “Aparat hukum harus tegas. Tidak boleh pandang bulu. Karena warga tidak boleh atau memang dilarang menekan rumah sakit dengan cara bergerombol, menakut-nakuti petugas RS, apalagi merusak fasilitas di RS,” ujar anggota Komisi I yang membidangi hukum itu.
Jika ini dibiarkan, lanjut Kaloh, petugas RS, para dokter, uingga tenaga medis lainnya bisa takut dalam bekerja.
“Kita hormati keluarga yang berduka. Tapi siapapun yang mengerakkan massa sehingga terjadi perusakan di RS harus diproses hukum. Bisa dibayangkan ketika pasien datang ke RS awalnya meminta bantuan pihak RS untuk agar pasien bisa sembuh, sudah ditangani sekemampuan petugas, tapi ajalnya pasien meninggal. Kemudian ada keluarga yang datang ngamuk di RS. Bagaimana cara berpikir mereka itu?” sesalnya.
Jadi, kata Kaloh, masalah ini harus diproses hukum. “Kalau tidak diproses hukum, akan menjadi preseden buruk dalam proses optimalisasi pencegahan penularan Covid-19. Serta berbagai permasalahan sosial lain di Sulut,” kuncinya.(gel)

MANADO—Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fabian Kaloh angkat bicara terkait peristiwa yang viral di media sosial, Senin (1/6) lalu terkait dugaan perusakan fasilitas rumah sakit swasta di Manado.
Personel Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku sangat prihatin. “Aparat hukum harus tegas. Tidak boleh pandang bulu. Karena warga tidak boleh atau memang dilarang menekan rumah sakit dengan cara bergerombol, menakut-nakuti petugas RS, apalagi merusak fasilitas di RS,” ujar anggota Komisi I yang membidangi hukum itu.
Jika ini dibiarkan, lanjut Kaloh, petugas RS, para dokter, uingga tenaga medis lainnya bisa takut dalam bekerja.
“Kita hormati keluarga yang berduka. Tapi siapapun yang mengerakkan massa sehingga terjadi perusakan di RS harus diproses hukum. Bisa dibayangkan ketika pasien datang ke RS awalnya meminta bantuan pihak RS untuk agar pasien bisa sembuh, sudah ditangani sekemampuan petugas, tapi ajalnya pasien meninggal. Kemudian ada keluarga yang datang ngamuk di RS. Bagaimana cara berpikir mereka itu?” sesalnya.
Jadi, kata Kaloh, masalah ini harus diproses hukum. “Kalau tidak diproses hukum, akan menjadi preseden buruk dalam proses optimalisasi pencegahan penularan Covid-19. Serta berbagai permasalahan sosial lain di Sulut,” kuncinya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/