29C
Manado
Kamis, 21 Januari 2021

Menuju 40 Persen Mor-HJP Peluang Besar Pimpin Manado

MANADO— Pasangan Calon Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan Bastiaan dan Wakil Wali Kota Manado Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kans menang di Pilwako Manado, 9 Desember.

Paslon Nomor Urut 3 yang diusung Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sudah mengantongi 126.124 suara. Sekira 38,3 Persen dari 328.539 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilwako Manado.

Darimana saja perolehan suara? Suara Pilwako Manado 2016, pasangan GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-Mor) meraih 67.801 suara, diasumsikan bagi sama rata, Mor mendulang 33.900 suara. Senada, pasangan Hanny Joost Pajouw-Tonny Rawung (HJP-ToRa) meraup 60.564 suara, diprediksi bagi rata, HJP kantongi 30.282 suara. Ditambah suara Pileg 2019, Partai Pendukung PD 40.187 suara, PAN18.160 suara, PKB 3.595 suara. Total 126.124.

Modal suara 38 persen ini cukup mumpuni, karena Pilwako Manado ada empat pasangan calon sama kuat. Artinya siapa yang meraih minimal 35 persen hampir dapat dipastikan sebagai pemenang. Prosentase ini masih bisa bertambah dengan suara dari Tim Relawan dan Independen Mor-HJP yang terbentuk di 504 lingkungan. Tim Relawan spontanitas yang dilantik di Sekretariat Tim Pemenangan MOR-HJP, Sekretariat Tim Independen, di Sekretariat HJP Kairagi dan inisiatif warga di 504 lingkungan dan 87 kelurahan, bergerak masif mencari dukungan sebanyak-banyaknya.

Elektabilitas pun makin terdongkrak menuju 40 Persen dengan adanya dukungan penuh Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum DPP PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pengamat Politik Kota Manado Johny Senduk menilai berdasarkan paparan sejumlah lembaga survei dan pantauannya di arus bawah, Mor-HJP punya kans paling besar memenangi Pilwako Manado. Dengan peluang menang tipis dari paslon lain. Baginya dua hal penting harus dijaga. “Pertama menjaga arus dukungan dari semua pihak yang sudah menyatakan dukungan. Termasuk basis massa pada kontestasi sebelumnya. Tidak boleh hilang, karena persaingan saat ini sangat ketat,” beber akademisi Unsrat itu.

Kedua, menjaga tutur dan perilaku. Mor-HJP hingga tim sukses harus sangat berhati-hati terutama jelang pemilihan yang makin dekat. “Tidak boleh ada blunder sedikit saja. Dampaknya akan sangat terasa. Karena hilang satu suara saja sudah sangat merugikan,” urai Senduk.

Dia pun tak menampik peluang menang ada pada pasangan dengan raihan suara di atas 35 persen. Sejauh ini, kantong suara Mor-HJP yang paling jelas. “Bila suara Pilwako sebelumya dan Pileg bisa dijaga, mereka paling berpeluang. Bila tidak ada gesekan berarti, Pak Mor bisa naik pangkat,” kuncinya. (*)

Artikel Terbaru