alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tes SKB CPNS Dilanjutkan Agustus

MANADOPOST.ID-Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bakal dilanjutkan.

Tahapan seleksi CPNS, kali ini sudah masuk pada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Hal tersebut dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado Wakiran, Selasa (2/6) kemarin, saat dikonfirmasi koran ini.

“Iya benar SKB tetap akan dilaksanakan dan diperkirakan pada bulan Agustus kemungkinan baru bisa dilaksanakan. Namun kebijakan resminya nanti akan ditetapkan oleh Ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) setelah mendapat persetujuan Presiden. Pelaksanaan SKB nantinya akan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana yg ditetapkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Wakiran juga mengatakan, pelaksanaan SKB untuk wilayah Sulut rencana akan dilaksanakan dengan sistem CAT di Kantor Regional XI BKN Manado. “Wilayah Sulut akan dilakukan di kantor regional, kecuali bagi yang akan melaksanakan secara mandiri dipersembahkan. Dan untuk yang melaksanakan mandiri tetap menggunakan sistem CAT dari BKN termasuk petugasnya dari Tim Kanreg BKN,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, Femmy Suluh mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dan keputusan Panselnas. “Kita masih menunggu instruksi pusat. Kapan akan dilakukan yang pasti sesuai instruksi pusat dengan menggunakan protokol kesehatan penanganan dan pencegahan Covid-19. Yang pasti rekrutmen CPNS di Sulut, tetap berjalan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pakar Pemerintahan Dr Alfons Kimbal mengatakan, kajian akan rekrutmen CPNS harus dilakukan secara baik dalam masa pandemi Covid-19. Jangan sampai jika dipaksakan tanpa ada kajian mendalam dengan memperhatikan protokol kesehatan, bisa membuat rekrutmen menjadi berbahaya. “Tentunya perlu penyesuaian dalam masa pandemik ini. Alangkah baiknya, ada inovasi dan terobosan baru dalam rekrutmen kali ini. Secara online atau bagaimana, itu harus dipikirkan,” ungkap Akademis Unsrat tersebut.

Kimbal juga mengatakan, sesuatu yang sifatnya mendesak maka harus tetap dilakukan. Namun menurutnya, jika kebijakan bersifat mendesak, maka harus ada kajian mendalam dan pertimbangan beberapa pihak. “Lihat saja kebutuhan PNS saat ini. Kalau sifatnya kurang, dan harus dilakukan penambahan lewat rekrutmen CPNS, maka harus segera dijalankan. Begitu juga sebaliknya. Pertimbangan lain, menyangkut urgen atau tidaknya, adalah sistem pelayanan publik. Jika tidak maksimal karena tenaga kurang, maka rekrutmen bersifat mendesak. Pemerintah harus melakukan pertimbangan sebaik mungkin, agar rekrutmen CPNS terus mengedepankan kualitas,” kuncinya.(ewa/gnr)

MANADOPOST.ID-Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bakal dilanjutkan.

Tahapan seleksi CPNS, kali ini sudah masuk pada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Hal tersebut dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado Wakiran, Selasa (2/6) kemarin, saat dikonfirmasi koran ini.

“Iya benar SKB tetap akan dilaksanakan dan diperkirakan pada bulan Agustus kemungkinan baru bisa dilaksanakan. Namun kebijakan resminya nanti akan ditetapkan oleh Ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) setelah mendapat persetujuan Presiden. Pelaksanaan SKB nantinya akan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana yg ditetapkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Wakiran juga mengatakan, pelaksanaan SKB untuk wilayah Sulut rencana akan dilaksanakan dengan sistem CAT di Kantor Regional XI BKN Manado. “Wilayah Sulut akan dilakukan di kantor regional, kecuali bagi yang akan melaksanakan secara mandiri dipersembahkan. Dan untuk yang melaksanakan mandiri tetap menggunakan sistem CAT dari BKN termasuk petugasnya dari Tim Kanreg BKN,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, Femmy Suluh mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dan keputusan Panselnas. “Kita masih menunggu instruksi pusat. Kapan akan dilakukan yang pasti sesuai instruksi pusat dengan menggunakan protokol kesehatan penanganan dan pencegahan Covid-19. Yang pasti rekrutmen CPNS di Sulut, tetap berjalan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pakar Pemerintahan Dr Alfons Kimbal mengatakan, kajian akan rekrutmen CPNS harus dilakukan secara baik dalam masa pandemi Covid-19. Jangan sampai jika dipaksakan tanpa ada kajian mendalam dengan memperhatikan protokol kesehatan, bisa membuat rekrutmen menjadi berbahaya. “Tentunya perlu penyesuaian dalam masa pandemik ini. Alangkah baiknya, ada inovasi dan terobosan baru dalam rekrutmen kali ini. Secara online atau bagaimana, itu harus dipikirkan,” ungkap Akademis Unsrat tersebut.

Kimbal juga mengatakan, sesuatu yang sifatnya mendesak maka harus tetap dilakukan. Namun menurutnya, jika kebijakan bersifat mendesak, maka harus ada kajian mendalam dan pertimbangan beberapa pihak. “Lihat saja kebutuhan PNS saat ini. Kalau sifatnya kurang, dan harus dilakukan penambahan lewat rekrutmen CPNS, maka harus segera dijalankan. Begitu juga sebaliknya. Pertimbangan lain, menyangkut urgen atau tidaknya, adalah sistem pelayanan publik. Jika tidak maksimal karena tenaga kurang, maka rekrutmen bersifat mendesak. Pemerintah harus melakukan pertimbangan sebaik mungkin, agar rekrutmen CPNS terus mengedepankan kualitas,” kuncinya.(ewa/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/