28 C
Manado
Rabu, 2 Desember 2020

Mereka (Juga) Garda Terdepan: dr Steaven Dandel, Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Utara

Pandemi yang melanda dunia saat ini sesungguhnya telah melahirkan beberapa pahlawan baru. Tak hanya para dokter dan tenaga kesehatan. Mereka ini pula turut berada di garis terdepan dalam melawan COVID-19. Berikut, cerita dr Steaven Dandel, Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Utara saat menjalankan tugas.

WAJAHNYA sering berseliweran di media. Tiap sore, ia selalu tampil mengabarkan update terbaru virus Corona di Sulawesi Utara (Sulut). Dialah dr Steaven Dandel. “Penunjukkan saya sebagai juru bicara (jubir) terjadi secara natural. Karena saya kebetulan bertugas di bidang penanganan dan penanggulangan penyakit Dinas Kesehatan Sulut. Dan COVID-19 termasuk yang ditangani,” jawab Dandel ketika ditanya bagaimana ia bisa menjadi seorang jubir gugus tugas.

Berbeda dengan rekan-rekan seprofesinya yang memang turun lapangan menangani pasien, dokter Dandel punya tugas berbeda. Namun perannya tidak boleh dianggap remeh. Ia mengatur program kegiatan penanggulangan COVID-19. Belum lagi, Dandel harus meluruskan informasi keliru di masyarakat.

“Saya tidak memiliki keahlian yang seharusnya dimiliki oleh orang yang melakukan komunikasi resiko. Namun, mau tidak mau, saya harus bisa melakukan komunikasi yang mengurangi resiko kepanikan masyarakat tanpa menyembunyikan kegawatan situasi sebenarnya,” kata Dandel saat diwawancarai Manado Post di ruang kerjanya.

Jadi jubir, Dandel harus bisa mengontrol perkataan yang disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan kepanikan. Namun, informasi yang disampaikan itu harus sesuai keadaan. “Apalagi kalau ada opini tidak benar yang menyebar harus segera diklarifikasi kebenarannya,” imbuhnya lagi. Tugasnya memang berat. Di beberapa bulan awal kasus COVID-19 di Sulut, ia harus tampil di media tiap hari, menjadi yang ‘terdepan’ mengabarkan kabar terkini penambahan kasus. Tak jarang, ia beberapa kali jatuh sakit. “Jujur, capek! Itu yang bisa saya rasakan sejak jadi jubir,” ungkapnya.

Dandel menjelaskan, COVID-19 akan tetap ada. Di semua Negara, tak hanya Indonesia. Dan mau tidak mau pemerintah harus berusaha memitigasi dampak ekonomi dari COVID-19. Yakni dengan memberlakukan suatu kebiasaan baru. Dengan harapan mampu menekan transmisi. Tetapi menjadi masalah baru dimana masyarakat beranggapan kehidupan di era New Normal yaitu kembali ke kehidupan sebelum pandemi. “Bepergian tanpa masker, melaksanakan acara semaunya. Pemahaman ini benar-benar salah. Sehingga menjadi tantangan kami mengenai bagaimana pemahaman masyarakat terkait New Normal atau kebiasaan baru ini,” kata Dandel.(*)

-

Artikel Terbaru

Menuju 40 Persen Mor-HJP Peluang Besar Pimpin Manado

Pasangan Calon Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan  Bastiaan dan Wakil Wali Kota Manado Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kans menang di Pilwako Manado, 9 Desember.

Tiga Nelayan Hilang Akhirnya Ditemukan, Bertahan dengan Layar Manual

Tiga nelayan, yakni Abdul Gani Lamusu (49) warga Desa Pinolosian Selatan (Pinsel), Ferdi Lamusu (15) warga Pinsel dan Feldi Potabuga (39) warga Desa Nunuk, Kecamatan Pinolosian, akhirnya ditemukan di perairan Kabupaten Boltim.

Pegadian Kanwil Manado Serahkan 4.200 Paket Bantuan Pangan

Selasa hingga Rabu tadi, Pegadaian Kanwil V Manado kembali menyalurkan paket bantuan pangan, melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) bagi nasabah dan masyarakat.

Tatong Warning ASN Terkait Politik Praktis

Jelang Pilkada 9 Desember mendatang, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara me-warning kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu agar tidak terlibat politik praktis.

Kelangkaan LPG Jelang Nataru Diatensi Pemkab Minahasa

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, LPG subsidi 3 kilogram sering langka jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk itu Pemkab Minahasa berupaya melakukan upaya antisipasi menjaga kelangkaan LPG subsidi pemerintah tersebut.