30.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Nakes Sulut `Tambah Sekolah`

MANADOPOST.ID—Tenaga kesehatan (Nakes) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali ‘tambah sekolah’ alias mendapatkan arahan dari Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Gammy Kawatu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut yang diikuti seluruh THL tenaga medis, Nakes dan tenaga non kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan Daerah Sulut.

Dalam sambutan Wakil Gubernur Steven Kandouw yang diwakili Asisten III Provinsi Sulut Gammy Kawatu, mengingatkan kembali mengenai komitmen bersama guna membangun dunia kesehatan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sulut.

“Saya yakin kita semua masih memiliki tekad yang sama, komitmen yang sama untuk terus bersama-sama dalam membangun dunia kesehatan di daerah ini, utamanya dalam penanganan pengendalian pandemi Covid-19 di Provinsi Sulut,” tuturnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kawatu juga menjelaskan, kebijakan Pemprov Sulut terkait dengan THL untuk pemenuhan kebutuhan dalam pelaksanaan tugas pemerintah dan pembangunan di lingkungan Pemprov Sulut yang tidak dapat dipenuhi oleh PNS karena keterbatasan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur.

“Maka dari itu bentuk pengisian personil pegawai yaitu dengan mempekerjakan THL yang dikontrak selama 1 tahun anggaran. THL terikat dengan kontrak kerja, dimana kontrak tersebut dapat diperbaharui setiap tahunnya ataupun dapat diakhiri jika THL tidak dapat menaati kontrak kerjanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKD Sulut Femmy Suluh menyampaikan tentang kondisi THL di RSUD Provinsi Sulut, Tipe B. “Jumlah THL tahun 2020 sebanyak 36 orang dan yang diangkat SK Gubernur tahun 2021, 135 orang dan tenaga ahli medis 2 orang dengan distribusi jabatan dokter spesialis 16 orang, dokter umum 17 orang, dokter gigi 3 orang, asisten apoteker 2 orang, dan jabatan administrasi teknis 96 orang,” ungkapnya.

Suluh menambahkan pengadaan THL ini dilakukan berdasarkan kepastian prinsip-prinsip status kedudukan, kejelasan tugas pokok dan fungsi, kepastian jumlah serta penganggaran yang tersedia dalam APBD. Lebih lanjut dirinya menjelaskan mengenai proses rekrutmen THL tersebut.

“Proses rekrutmen berdasarkan analisis kebutuhan dan usulan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah disesuaikan analisis jabatan, beban kerja serta ketersediaan anggaran. Kemudian rekrutmen dilakukan oleh team berdasarkan evaluasi THL exsistin dan penjaringan melalui berbagai saluran, termasuk lamaran yang disampaikan dengan memperhatikan kompetensi dan spesifikasi dan dilakukan dengan Surat Keputusan dan ditandatangani langsung oleh pak gubernur,” kuncinya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Tenaga kesehatan (Nakes) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali ‘tambah sekolah’ alias mendapatkan arahan dari Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Gammy Kawatu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut yang diikuti seluruh THL tenaga medis, Nakes dan tenaga non kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan Daerah Sulut.

Dalam sambutan Wakil Gubernur Steven Kandouw yang diwakili Asisten III Provinsi Sulut Gammy Kawatu, mengingatkan kembali mengenai komitmen bersama guna membangun dunia kesehatan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sulut.

“Saya yakin kita semua masih memiliki tekad yang sama, komitmen yang sama untuk terus bersama-sama dalam membangun dunia kesehatan di daerah ini, utamanya dalam penanganan pengendalian pandemi Covid-19 di Provinsi Sulut,” tuturnya.

Kawatu juga menjelaskan, kebijakan Pemprov Sulut terkait dengan THL untuk pemenuhan kebutuhan dalam pelaksanaan tugas pemerintah dan pembangunan di lingkungan Pemprov Sulut yang tidak dapat dipenuhi oleh PNS karena keterbatasan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur.

“Maka dari itu bentuk pengisian personil pegawai yaitu dengan mempekerjakan THL yang dikontrak selama 1 tahun anggaran. THL terikat dengan kontrak kerja, dimana kontrak tersebut dapat diperbaharui setiap tahunnya ataupun dapat diakhiri jika THL tidak dapat menaati kontrak kerjanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKD Sulut Femmy Suluh menyampaikan tentang kondisi THL di RSUD Provinsi Sulut, Tipe B. “Jumlah THL tahun 2020 sebanyak 36 orang dan yang diangkat SK Gubernur tahun 2021, 135 orang dan tenaga ahli medis 2 orang dengan distribusi jabatan dokter spesialis 16 orang, dokter umum 17 orang, dokter gigi 3 orang, asisten apoteker 2 orang, dan jabatan administrasi teknis 96 orang,” ungkapnya.

Suluh menambahkan pengadaan THL ini dilakukan berdasarkan kepastian prinsip-prinsip status kedudukan, kejelasan tugas pokok dan fungsi, kepastian jumlah serta penganggaran yang tersedia dalam APBD. Lebih lanjut dirinya menjelaskan mengenai proses rekrutmen THL tersebut.

“Proses rekrutmen berdasarkan analisis kebutuhan dan usulan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah disesuaikan analisis jabatan, beban kerja serta ketersediaan anggaran. Kemudian rekrutmen dilakukan oleh team berdasarkan evaluasi THL exsistin dan penjaringan melalui berbagai saluran, termasuk lamaran yang disampaikan dengan memperhatikan kompetensi dan spesifikasi dan dilakukan dengan Surat Keputusan dan ditandatangani langsung oleh pak gubernur,” kuncinya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/