32.4 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Aduh!! Coding Jadi Alasan Website Covid-19 Tak Update

MANADOPOST.ID—Terkait belum juga di-updatenya data Covid-19 di web Pemprov Sulut, Senin (3/8) kemarin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sulut Christiano Talumepa langsung mengadakan rapat dengan Dinas Kesehatan.

“Pihak Dinkes menyebut alasan belum juga diupdatenya data Covid-19 di web tersebut dikarenakan adanya coding. Atau pembaruan data,” sebut Christal, sapaan akrab Kadiskominfo Sulut ini.

Dirinya menjelaskan, coding merupakan proses pengolahan kode yang menggunakan bahasa pemrograman. Dari mulai menuliskannya, memperbaikinya, hingga memeliharanya.

“Sementara proses coding berarti ada sesuatu yang akan ditambah atau dikurangi pada suatu website atau aplikasi. Contohnya jika ditambah menu, tambah kata/kalimat, penggantian istilah ODP, PDP, OTG yang berubah itu harus masuk ke proses coding untuk diedit,” jelas dia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dirinya sudah mengarahkan pihak Dinkes menyediakan operator. “Kami fungsinya menyediakan wadahnya. Dan sebenarnya untuk pengelolaannya atau upgrade data harus dari pihak Dinkes. Maka dari itu saya mintakan siapkan operator khusus tangani website tersebut. Esok (hari ini), masyarakat sudah bisa mengakses website karena sudah ada upgrade terbarunya,” tutup dia.(cw-01/gel)

MANADOPOST.ID—Terkait belum juga di-updatenya data Covid-19 di web Pemprov Sulut, Senin (3/8) kemarin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sulut Christiano Talumepa langsung mengadakan rapat dengan Dinas Kesehatan.

“Pihak Dinkes menyebut alasan belum juga diupdatenya data Covid-19 di web tersebut dikarenakan adanya coding. Atau pembaruan data,” sebut Christal, sapaan akrab Kadiskominfo Sulut ini.

Dirinya menjelaskan, coding merupakan proses pengolahan kode yang menggunakan bahasa pemrograman. Dari mulai menuliskannya, memperbaikinya, hingga memeliharanya.

“Sementara proses coding berarti ada sesuatu yang akan ditambah atau dikurangi pada suatu website atau aplikasi. Contohnya jika ditambah menu, tambah kata/kalimat, penggantian istilah ODP, PDP, OTG yang berubah itu harus masuk ke proses coding untuk diedit,” jelas dia.

Dirinya sudah mengarahkan pihak Dinkes menyediakan operator. “Kami fungsinya menyediakan wadahnya. Dan sebenarnya untuk pengelolaannya atau upgrade data harus dari pihak Dinkes. Maka dari itu saya mintakan siapkan operator khusus tangani website tersebut. Esok (hari ini), masyarakat sudah bisa mengakses website karena sudah ada upgrade terbarunya,” tutup dia.(cw-01/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/