23.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Perjuangan Dokter Residen Unsrat Cs Dapat Perhatian Kemendikbud

MANADOPOST.ID—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI), mengeluarkan surat terkait Rapid Survey: Refleksi Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesi Dokter Spesialis-Subspesialis dengan Kenormalan Baru.

Surat yang diteken Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Aris Junaidi ini, ditujukan untuk para Dekan Fakultas Kedokteran Penyelenggara Program Profesi Dokter Spesialis (PPDS) (lihat grafis di bawah). “Dalam rangka implementasi kebijakan pendidikan kedokteran di tatanan kenormalan baru dan menindaklanjuti rekomendasi Komite Bersama Kemdikbud dan Kemkes tentang pemenuhan hak mahasiswa program dokter spesialis-subspesialis dalam penanganan Covid-19, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud bersama dengan Kemkes dan stakeholders, akan menyusun kebijakan yang lebih spesifik tentang penyelenggaraan pendidikan Program Profesi Dokter Spesialis-subspesialis (PPDS) dengan kenormalan baru,” bunyi surat tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melakukan opinion channeling terhadap refleksi penyelenggaraan pendidikan PPDS dengan kenormalan baru, melalui rapid survey yang dapat diakses melalui tautan sebagai berikut; Untuk diisi oleh Dekan FK: https://www.surveymonkey.com/r/DekanFKPPDS dan Untuk diisi oleh Mahasiswa PPDS: https://www.surveymonkey.com/r/MahasiswaPPDS.

Diharapkan survei ini diisi paling lambat 5 Agustus 2020 pukul 7.00 WIB. Dipaparkan refleksi dari Dekan FK dan mahasiswa sangat penting sebagai dasar pertimbangan kebijakan penyelenggaraan pendidikan PPDS dengan kenormalan baru. “Untuk itu, diharapkan Bapak/Ibu Dekan FK dapat mengisi survey dan juga mengoordinir mahasiswa untuk mengisi survey ini dengan memberikan data yang valid dan masukan yang relevan. Data dan masukan dari hasil survey ini akan menjadi bahan pertemuan Dirjen Pendidikan Tinggi dengan para Rektor dan Dekan FK pada tanggal 5 Agustus 2020 (undangan resmi akan disampaikan menyusul),” bunyi kalimat lainnya. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat menghubungi Aprilia Ekawati Utami, melalui WhatsApp +6281310551454. Tembusan surat tersebut yakni Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Para Rektor penyelenggara PPDS.(gnr)

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

Lampiran

Surat Nomor: 1661/E2/PT/2020

Tanggal: 3 Agustus 2020

Daftar Fakultas Kedokteran Penyelenggara PPDS:

  1. Universitas Airlangga
  2. Universitas Andalas
  3. Universitas Brawijaya
  4. Universitas Diponegoro
  5. Universitas Gadjah Mada
  6. Universitas Hasanuddin
  7. Universitas Indonesia
  8. Universitas Jenderal Soedirman
  9. Universitas Lambung Mangkurat
  10. Universitas Mulawarman
  11. Universitas Padjadjaran
  12. Universitas Riau
  13. Universitas Sam Ratulangi
  14. Universitas Sebelas Maret
  15. Universitas Sriwijaya
  16. Universitas Sumatera Utara
  17. Universitas Syiah Kuala
  18. Universitas Udayana

*Sumber: Kemendikbud

MANADOPOST.ID—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI), mengeluarkan surat terkait Rapid Survey: Refleksi Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesi Dokter Spesialis-Subspesialis dengan Kenormalan Baru.

Surat yang diteken Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Aris Junaidi ini, ditujukan untuk para Dekan Fakultas Kedokteran Penyelenggara Program Profesi Dokter Spesialis (PPDS) (lihat grafis di bawah). “Dalam rangka implementasi kebijakan pendidikan kedokteran di tatanan kenormalan baru dan menindaklanjuti rekomendasi Komite Bersama Kemdikbud dan Kemkes tentang pemenuhan hak mahasiswa program dokter spesialis-subspesialis dalam penanganan Covid-19, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud bersama dengan Kemkes dan stakeholders, akan menyusun kebijakan yang lebih spesifik tentang penyelenggaraan pendidikan Program Profesi Dokter Spesialis-subspesialis (PPDS) dengan kenormalan baru,” bunyi surat tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melakukan opinion channeling terhadap refleksi penyelenggaraan pendidikan PPDS dengan kenormalan baru, melalui rapid survey yang dapat diakses melalui tautan sebagai berikut; Untuk diisi oleh Dekan FK: https://www.surveymonkey.com/r/DekanFKPPDS dan Untuk diisi oleh Mahasiswa PPDS: https://www.surveymonkey.com/r/MahasiswaPPDS.

Diharapkan survei ini diisi paling lambat 5 Agustus 2020 pukul 7.00 WIB. Dipaparkan refleksi dari Dekan FK dan mahasiswa sangat penting sebagai dasar pertimbangan kebijakan penyelenggaraan pendidikan PPDS dengan kenormalan baru. “Untuk itu, diharapkan Bapak/Ibu Dekan FK dapat mengisi survey dan juga mengoordinir mahasiswa untuk mengisi survey ini dengan memberikan data yang valid dan masukan yang relevan. Data dan masukan dari hasil survey ini akan menjadi bahan pertemuan Dirjen Pendidikan Tinggi dengan para Rektor dan Dekan FK pada tanggal 5 Agustus 2020 (undangan resmi akan disampaikan menyusul),” bunyi kalimat lainnya. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat menghubungi Aprilia Ekawati Utami, melalui WhatsApp +6281310551454. Tembusan surat tersebut yakni Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Para Rektor penyelenggara PPDS.(gnr)

 

Lampiran

Surat Nomor: 1661/E2/PT/2020

Tanggal: 3 Agustus 2020

Daftar Fakultas Kedokteran Penyelenggara PPDS:

  1. Universitas Airlangga
  2. Universitas Andalas
  3. Universitas Brawijaya
  4. Universitas Diponegoro
  5. Universitas Gadjah Mada
  6. Universitas Hasanuddin
  7. Universitas Indonesia
  8. Universitas Jenderal Soedirman
  9. Universitas Lambung Mangkurat
  10. Universitas Mulawarman
  11. Universitas Padjadjaran
  12. Universitas Riau
  13. Universitas Sam Ratulangi
  14. Universitas Sebelas Maret
  15. Universitas Sriwijaya
  16. Universitas Sumatera Utara
  17. Universitas Syiah Kuala
  18. Universitas Udayana

*Sumber: Kemendikbud

Most Read

Artikel Terbaru

/