alexametrics
28.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pertanian Bakal kembali Bergairah

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 yang melanda dunia internasional termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun dengan melemahnya sejumlah sektor, pertanian di 2020 lalu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulut.

Pasalnya di tengah pandemi, harga berbagai komoditi seperti kopra mengalami peningkatan harga. Karena itu, pemerintah di tahun 2021 ini, bakal kembali menggairahkan sektor pertanian.

Hal ini disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Senin (4/1) kemarin dalam apel perdana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. OD mengatakan pertanian di Sulut serta sektor perikanan memberikan angin segar di tengah melemahnya sejumlah sektor yang mendatangkan pendapatan daerah.

Karena itu, OD mengatakan bahwa kegiatan pertanian di tahun 2021 ini, akan kembali dorong secara maksimal. “Pertanian di Sulut itu akan kita gairahkan lagi. Banyak masyarakat menggantungkan hidup di sektor pertanian dan perikanan ini,” tuturnya.

OD juga mengatakan, alasan sektor pertanian dan perikanan digalakkan karena menjadi kontributor terbesar di Sulut.

“Gerakan sentuh tanah akan kita galakan terus. Tidak boleh berhenti. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memantau dan menyukseskan program ini di masyarakat. Jangan sampai berhenti. Pertanian harus menjadi kontributor dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena produksi pertanian dan perikanan kita mengalami peningkatan. Maka akan kita galakan terus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut Novly Wowiling juga membenarkan bahwa sektor pertanian memberikan progres yang besar dalam pendapatan daerah dalam masa pandemi.

“Sektor pertanian itu tumbuh, dalam masa pandemi Covid-19. Kita harus akui, karena produksi di 15 kabupaten/kota menunjukkan tren positif. Dan dengan adanya gerakan sentuh tanah yang telah dilakukan sejak tahun lalu, dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga setiap masyarakat,” sebutnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut Refly Ngantung mengatakan, dengan meningkatnya produksi kopra dan dibarengi dengan harga yang tinggi, membuat perputaran ekonomi di daerah semakin baik.

“Sudah terbukti dengan perayaan Nataru belum lama ini. Walaupun dilakukan secara sederhana, namun minat beli masyarakat juga ikut meningkat. Karena pendapatan masyarakat khususnya petani juga ikut naik. Ya pasti sesuai permintaan Pak Gubernur Olly Dondokambey, kita akan dorong terus sektor perkebunan di masyarakat,” terangnya.

Ngantung juga mengatakan 2020 lalu untuk produksi komoditi perkebunan mencatatkan nilai ekspor sekira 3 triliun.

“Kalau untuk perbandingan dengan tahun sebelumnya, di 2020 itu komoditi perkebunan naik drastis. Sekira 16 persen kenaikan yang terjadi. Kalau kita hitung pada 9 bulan pertama di tahun 2020, sudah 2,4 triliun nilai ekspor yang kita catat. Sedangkan pada 3 bulan terakhir naik 6 miliar. Sehingga total nilai ekspor komoditi perkebunan mencapai 3 triliun. Ini merupakan hal yang luar biasa dicapai Pak Gubernur Olly Dondokambey,” tutupnya.(ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 yang melanda dunia internasional termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun dengan melemahnya sejumlah sektor, pertanian di 2020 lalu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulut.

Pasalnya di tengah pandemi, harga berbagai komoditi seperti kopra mengalami peningkatan harga. Karena itu, pemerintah di tahun 2021 ini, bakal kembali menggairahkan sektor pertanian.

Hal ini disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), Senin (4/1) kemarin dalam apel perdana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. OD mengatakan pertanian di Sulut serta sektor perikanan memberikan angin segar di tengah melemahnya sejumlah sektor yang mendatangkan pendapatan daerah.

Karena itu, OD mengatakan bahwa kegiatan pertanian di tahun 2021 ini, akan kembali dorong secara maksimal. “Pertanian di Sulut itu akan kita gairahkan lagi. Banyak masyarakat menggantungkan hidup di sektor pertanian dan perikanan ini,” tuturnya.

OD juga mengatakan, alasan sektor pertanian dan perikanan digalakkan karena menjadi kontributor terbesar di Sulut.

“Gerakan sentuh tanah akan kita galakan terus. Tidak boleh berhenti. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memantau dan menyukseskan program ini di masyarakat. Jangan sampai berhenti. Pertanian harus menjadi kontributor dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena produksi pertanian dan perikanan kita mengalami peningkatan. Maka akan kita galakan terus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut Novly Wowiling juga membenarkan bahwa sektor pertanian memberikan progres yang besar dalam pendapatan daerah dalam masa pandemi.

“Sektor pertanian itu tumbuh, dalam masa pandemi Covid-19. Kita harus akui, karena produksi di 15 kabupaten/kota menunjukkan tren positif. Dan dengan adanya gerakan sentuh tanah yang telah dilakukan sejak tahun lalu, dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga setiap masyarakat,” sebutnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut Refly Ngantung mengatakan, dengan meningkatnya produksi kopra dan dibarengi dengan harga yang tinggi, membuat perputaran ekonomi di daerah semakin baik.

“Sudah terbukti dengan perayaan Nataru belum lama ini. Walaupun dilakukan secara sederhana, namun minat beli masyarakat juga ikut meningkat. Karena pendapatan masyarakat khususnya petani juga ikut naik. Ya pasti sesuai permintaan Pak Gubernur Olly Dondokambey, kita akan dorong terus sektor perkebunan di masyarakat,” terangnya.

Ngantung juga mengatakan 2020 lalu untuk produksi komoditi perkebunan mencatatkan nilai ekspor sekira 3 triliun.

“Kalau untuk perbandingan dengan tahun sebelumnya, di 2020 itu komoditi perkebunan naik drastis. Sekira 16 persen kenaikan yang terjadi. Kalau kita hitung pada 9 bulan pertama di tahun 2020, sudah 2,4 triliun nilai ekspor yang kita catat. Sedangkan pada 3 bulan terakhir naik 6 miliar. Sehingga total nilai ekspor komoditi perkebunan mencapai 3 triliun. Ini merupakan hal yang luar biasa dicapai Pak Gubernur Olly Dondokambey,” tutupnya.(ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/