31.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Langgar Aturan, Tiga Kapal Ikan Diamankan

MANADOPOST.ID—Akibat melanggar ketentuan terkait daerah penangkapan ikan (fishing ground, Red), tiga kapal yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diamankan di perairan Laut Halmahera oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI).

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulut Tineke Adam mengatakan, akan ada sanksi yang diberikan bagi ketiga kapal tersebut.

“Ke depan kami akan beri sanksi untuk penundaan perpanjangan izin bagi kapal-kapal yang lebih dari dua kali melanggar peraturan. Karena kan semua sudah jelas,” imbuhnya.

Adam mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Koordinasi itu dilakukan untuk menindak kapal melanggar fishing ground.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kami koordinasi dengan Dirjen PDSKP yang berwenang terhadap penindakan kapal-kapal yang melanggar penangkapan ikan di laut. Jadi kita himbau kepada semua pemilik kapal perikanan di Sulut, agar mematuhi semua aturan yang ada. Jangan lagi melanggar aturan seperti tiga kapal ini. Pasti akan ada sanksi,” tuturnya.

Adam menilai, pemilik dan nakhoda sudah paham mengenai aturan fishing ground. Namun mereka mencoba-coba melakukan pelanggaran itu.

“Pemilik izin dan nakhoda paham tentang hal ini, cuma seperti biasa, coba-coba, akhirnya tertangkap. Karena saat ini KKP RI lagi operasi menertibkan kapal-kapal di laut. Pemprov akan membuat MoU dengan PSDKP untuk pengawasan di laut. Ya salah sendiri jika memang ingin melawan aturan. Pasti penindakannya sudah sangat jelas,” tutupnya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Akibat melanggar ketentuan terkait daerah penangkapan ikan (fishing ground, Red), tiga kapal yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diamankan di perairan Laut Halmahera oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI).

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulut Tineke Adam mengatakan, akan ada sanksi yang diberikan bagi ketiga kapal tersebut.

“Ke depan kami akan beri sanksi untuk penundaan perpanjangan izin bagi kapal-kapal yang lebih dari dua kali melanggar peraturan. Karena kan semua sudah jelas,” imbuhnya.

Adam mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Koordinasi itu dilakukan untuk menindak kapal melanggar fishing ground.

“Kami koordinasi dengan Dirjen PDSKP yang berwenang terhadap penindakan kapal-kapal yang melanggar penangkapan ikan di laut. Jadi kita himbau kepada semua pemilik kapal perikanan di Sulut, agar mematuhi semua aturan yang ada. Jangan lagi melanggar aturan seperti tiga kapal ini. Pasti akan ada sanksi,” tuturnya.

Adam menilai, pemilik dan nakhoda sudah paham mengenai aturan fishing ground. Namun mereka mencoba-coba melakukan pelanggaran itu.

“Pemilik izin dan nakhoda paham tentang hal ini, cuma seperti biasa, coba-coba, akhirnya tertangkap. Karena saat ini KKP RI lagi operasi menertibkan kapal-kapal di laut. Pemprov akan membuat MoU dengan PSDKP untuk pengawasan di laut. Ya salah sendiri jika memang ingin melawan aturan. Pasti penindakannya sudah sangat jelas,” tutupnya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/