26C
Manado
Senin, 19 April 2021

Instruksi OD, `Habiskan Energi` Tangani Covid-19

MANADOPOST.ID—Penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sampai saat ini masih terus terjadi. Pemprov Sulut serta pemerintah di 15 kabupaten/kota, masih melakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemik Covid-19.

Karena itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), meminta bupati dan wali kota di 15 kabupaten/kota fokus dan ‘menghabiskan energi’ melakukan penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah. OD menegaskan, bupati dan wali kota sebagai Ketua Gugus Tugas di masing-masing daerah, harus melaporkan secara berkala setiap kebijakan yang diambil dalam penanganan dampak penularan Covid-19.

“Waktu lalu saya sudah mengeluarkan Surat Edaran meminta semua bupati dan wali kota menyeriusi penanganan Covid-19. Sampai sekarang masih berlaku. Semua juga harus terlebih dahulu berkonsultasi kepada gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut dan melaporkan perkembangannya secara berkala.

Saya juga menegaskan bahwa jabatan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 daerah tidak dapat didelegasikan oleh bupati dan wali kota kepada pejabat lain di daerah,” tuturnya.

OD meminta, bupati dan wali kota di Sulut tidak meninggalkan daerah selama proses penanganan Covid-19.

“Alangkah baiknya tidak boleh ada yang berangkat selama proses penanganan. Apalagi ke luar negeri. Bupati dan wali kota konsentrasi penuh dalam melakukan penanganan. Akan ada saksi bagi kepala daerah yang tidak patuh dalam penanganan Covid-19. Saya juga meminta, antisipasi dan penanganan Covid-19 di daerah dilakukan dengan memperhatikan arahan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Agar semua sinkron dan terorganisir,” katanya.

OD mengatakan, pendanaan yang diperlukan untuk keperluan penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah, dibebankan pada APBD masing-masing daerah.

“Anggaran itu pada masing-masing APBD. Dan saya juga ingatkan, bahwa kabupaten/kota itu, dapat menetapkan status keadaan darurat siaga bencana Covid-19 daerah atau keadaan tanggap darurat bencana di tingkat kabupaten/kota dengan mempertimbangkan beberapa hal. Dan harus didasarkan pada kajian atau penilaian kondisi daerah perihal penyebaran Covid-19,” urainya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, penanganan Covid-19 di bumi Nyiur Melambai, sangat intensif. Semua potensi-potensi penularan telah ditracking.

“Kita juga sudah menyiapkan anggaran, serta langkah-langkah antisipasi jika kasus ini kembali membludak. Karena dalam beberapa pekan, kasus kita sudah sangat turun. Karena itu, masyarakat kita minta untuk tetap tenang, dan percaya pada semua imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat, Pemprov Sulut maupun pemerintah di 15 kabupaten/kota. Jangan lengah dengan menurunnya kasus, tetap utamakan protokol kesehatan,” kuncinya.(ewa/gel)

Artikel Terbaru