alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Proyek PU Sulut Aroma ‘Mencurigakan’

MANADO—Setelah sempat membuat Komisi III DPRD Sulut ‘kesal’, karena pada undangan sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ‘mangkir’, Kamis (4/6) kemarin, para wakil rakyat di gedung cengkih ini berhasil menguliti dinas yang dipimpin Adolf Harry Tamengkel itu.
Sejumlah program yang dinilai tak masuk akal dan mencurigakan ini menjadi sorotan dinas yang membidangi infrastruktur tersebut. Di antaranya mengenai proyek pembersihan eceng gondok di Danau Tondano. Anggaran yang disiapkan tak tanggung-tanggung. Sebesar Rp 10 miliar. Ketua Fraksi Partai Demokrat Netty Agnes Pantow (NAP) menilai angka ini terlalu besar karena setiap tahun pasti ada anggaran untuk proyek tersebut. “Kapan persoalan eceng gondok ini tuntas. Sementara alokasi anggaran yang diberikan setiap tahunnya cukup besar namun tak kunjung selesai,” sebut NAP, sapaan akrabnya. Ditambahnya personel Fraksi Partai NasDem Stella Runtuwene. “Dinas PUPR perlu melakukan studi atau belajar dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama berhasil mengangkat enceng gondok di Danau Sunter,” sebutnya.
Kemudian Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian yang pernah duduk di DPRD Minahasa mengatakan masalah ini memang harus dituntaskan. Wajib berkoordinasi dengan Pemkab Minahasa.
Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai Golkar Raski Mokodompit pada wartawan mengatakan, ada program pergeseran pajak kendaraan. “Kalau pajak digeser, artinya tahun ini tak bayar pajak donk,” tukas Raski.
Lebih jauh dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas PUPR ini dibahas mengenai pergeseran anggaran untuk Covid-19. Di mana dari Rp 283 miliar, Rp 126,5 miliar digeser untuk penanganan Covid-19.
Ada enam Proyek DAK yang ditunda. Yakni ruas jalan Wasian Simbol-Walian Rp 12,5 miliar, ruas jalan Pontak-Kalait Rp 7 miliar, ruas jalan Laine, Ngalipaeng-Pintareng Rp 11 miliar, jembatan di Talaud Lirung-Kolongan Rp 3,3 miliar. Kemudian peningkatan jalak Bukit Tetempangan Rp 4 miliar.
Dalam hearing ini Komisi 3 meminta ada perencanaan matang dalam melaksanakan pembagunan. “Pembagunan ruas jalan harus melakukan koordinasi dengan pemerintan kabupaten/kota sehingga sinergis,” tandasnya.
Terkait eceng gondok, Kepala Dinas PUPR Adolf Harry Tamengkel menyatakan manfaat besar dari Danau Tondano untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Sehingga eceng gondok harus diselesaikan. “Sejak dipercayakan menjadi Kepala Dinas PUPR pada pertengahan Desember, proyek ini menjadi salah satu target,” tandasnya. (*)

MANADO—Setelah sempat membuat Komisi III DPRD Sulut ‘kesal’, karena pada undangan sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ‘mangkir’, Kamis (4/6) kemarin, para wakil rakyat di gedung cengkih ini berhasil menguliti dinas yang dipimpin Adolf Harry Tamengkel itu.
Sejumlah program yang dinilai tak masuk akal dan mencurigakan ini menjadi sorotan dinas yang membidangi infrastruktur tersebut. Di antaranya mengenai proyek pembersihan eceng gondok di Danau Tondano. Anggaran yang disiapkan tak tanggung-tanggung. Sebesar Rp 10 miliar. Ketua Fraksi Partai Demokrat Netty Agnes Pantow (NAP) menilai angka ini terlalu besar karena setiap tahun pasti ada anggaran untuk proyek tersebut. “Kapan persoalan eceng gondok ini tuntas. Sementara alokasi anggaran yang diberikan setiap tahunnya cukup besar namun tak kunjung selesai,” sebut NAP, sapaan akrabnya. Ditambahnya personel Fraksi Partai NasDem Stella Runtuwene. “Dinas PUPR perlu melakukan studi atau belajar dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama berhasil mengangkat enceng gondok di Danau Sunter,” sebutnya.
Kemudian Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian yang pernah duduk di DPRD Minahasa mengatakan masalah ini memang harus dituntaskan. Wajib berkoordinasi dengan Pemkab Minahasa.
Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai Golkar Raski Mokodompit pada wartawan mengatakan, ada program pergeseran pajak kendaraan. “Kalau pajak digeser, artinya tahun ini tak bayar pajak donk,” tukas Raski.
Lebih jauh dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas PUPR ini dibahas mengenai pergeseran anggaran untuk Covid-19. Di mana dari Rp 283 miliar, Rp 126,5 miliar digeser untuk penanganan Covid-19.
Ada enam Proyek DAK yang ditunda. Yakni ruas jalan Wasian Simbol-Walian Rp 12,5 miliar, ruas jalan Pontak-Kalait Rp 7 miliar, ruas jalan Laine, Ngalipaeng-Pintareng Rp 11 miliar, jembatan di Talaud Lirung-Kolongan Rp 3,3 miliar. Kemudian peningkatan jalak Bukit Tetempangan Rp 4 miliar.
Dalam hearing ini Komisi 3 meminta ada perencanaan matang dalam melaksanakan pembagunan. “Pembagunan ruas jalan harus melakukan koordinasi dengan pemerintan kabupaten/kota sehingga sinergis,” tandasnya.
Terkait eceng gondok, Kepala Dinas PUPR Adolf Harry Tamengkel menyatakan manfaat besar dari Danau Tondano untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Sehingga eceng gondok harus diselesaikan. “Sejak dipercayakan menjadi Kepala Dinas PUPR pada pertengahan Desember, proyek ini menjadi salah satu target,” tandasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/