24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Puan Maharani Disambut Bak Presiden, Pengamat: Bukan Kunjungan Biasa

MANADOPOST.ID—Kedatangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani ke Sulawesi Utara (Sulut) kali ini, terasa spesial. Pasalnya, Bumi Nyiur Melambai dikunjungi Ketua DPP PDI Perjuangan saat dirinya sedang santer dijagokan maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024-2029.

Ditambah lagi sorotan terhadap renggangnya hubungan mantan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Pantauan Manado Post, kunjungan Puan kali ini memang tampak semarak. H-2 sebelum kedatangannya, papan reklame dan baliho-baliho di Kota Manado dan sekitarnya ramai dengan ucapan selamat datang dari para kader PDI Perjuangan kepada putri Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri itu.

Pun saat dia tiba di Bandara Sam Ratulangi, Sabtu (5/6). Seluruh kepala daerah dari partai berlambang banteng moncong putih itu, terlihat ikut menyambut Puan. Tak ketinggalan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut ikut hadir. Sebut saja Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Sekprov Edwin Silangen, Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana hingga Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong. Sambutan serupa hanya diterima Presiden Joko Widodo.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pengamat politik Goinpeace Tumbel berpendapat, kunjungan ke Sulut bisa jadi langkah awal Puan dalam safari politik hingga Pilpres 2024 mendatang. Dia menilai, Sulut dipilih karena PDI Perjuangan menjadi penguasa di hampir semua wilayah. Apalagi dengan adanya sosok Olly Dondokambey (OD) yang merupakan Bendahara Umum DPP sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut.

“Pak OD punya magnet politik. Apalagi beliau baru saja mengantarkan kemenangan signifikan bagi PDI Perjuangan pada Pilkada 2020 lalu. Bisa jadi OD diandalkan untuk meraup dukungan di Sulut. Untuk kemudian secara perlahan masuk ke wilayah lain,” nilai dia.

Secara kuantitas memang suara di Sulut sangat kecil bila dibandingkan dengan daerah lain. Namun bisa jadi justru strategi itulah yang sedang dilakukan PDI Perjuangan untuk mendongkrak elektabilitas Puan.

“Bila di Sulut, posisi Puan lebih powerfull karena disokong kader-kader partai yang menguasai Sulut. Selain itu, posisi Puan lebih bisa diterima di Sulut saat ini bila dibandingkan dengan daerah lain,” tuturnya.

Sayang, kala diminta menanggapi ramainya pemberintaan terkait dirinya yang akan maju capres, Puan hanya melempar senyuman. Dia memilih untuk menyanggupi permintaan berfoto ria dari para pelayan di RM Raja Oci, tempat dia bersama jajaran pejabat yang menyambutnya makan siang usai landing di bandara.

OD menyebut, memang belum diberikan kesempatan kepada awak media untuk mewawancarai Puan di hari pertama kunjungannya. “Wartawan nanti wawancara besok. Sekarang belum,” tukas orang nomor satu di Sulut itu. (jen)

MANADOPOST.ID—Kedatangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani ke Sulawesi Utara (Sulut) kali ini, terasa spesial. Pasalnya, Bumi Nyiur Melambai dikunjungi Ketua DPP PDI Perjuangan saat dirinya sedang santer dijagokan maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024-2029.

Ditambah lagi sorotan terhadap renggangnya hubungan mantan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Pantauan Manado Post, kunjungan Puan kali ini memang tampak semarak. H-2 sebelum kedatangannya, papan reklame dan baliho-baliho di Kota Manado dan sekitarnya ramai dengan ucapan selamat datang dari para kader PDI Perjuangan kepada putri Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri itu.

Pun saat dia tiba di Bandara Sam Ratulangi, Sabtu (5/6). Seluruh kepala daerah dari partai berlambang banteng moncong putih itu, terlihat ikut menyambut Puan. Tak ketinggalan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut ikut hadir. Sebut saja Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Sekprov Edwin Silangen, Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana hingga Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong. Sambutan serupa hanya diterima Presiden Joko Widodo.

Pengamat politik Goinpeace Tumbel berpendapat, kunjungan ke Sulut bisa jadi langkah awal Puan dalam safari politik hingga Pilpres 2024 mendatang. Dia menilai, Sulut dipilih karena PDI Perjuangan menjadi penguasa di hampir semua wilayah. Apalagi dengan adanya sosok Olly Dondokambey (OD) yang merupakan Bendahara Umum DPP sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut.

“Pak OD punya magnet politik. Apalagi beliau baru saja mengantarkan kemenangan signifikan bagi PDI Perjuangan pada Pilkada 2020 lalu. Bisa jadi OD diandalkan untuk meraup dukungan di Sulut. Untuk kemudian secara perlahan masuk ke wilayah lain,” nilai dia.

Secara kuantitas memang suara di Sulut sangat kecil bila dibandingkan dengan daerah lain. Namun bisa jadi justru strategi itulah yang sedang dilakukan PDI Perjuangan untuk mendongkrak elektabilitas Puan.

“Bila di Sulut, posisi Puan lebih powerfull karena disokong kader-kader partai yang menguasai Sulut. Selain itu, posisi Puan lebih bisa diterima di Sulut saat ini bila dibandingkan dengan daerah lain,” tuturnya.

Sayang, kala diminta menanggapi ramainya pemberintaan terkait dirinya yang akan maju capres, Puan hanya melempar senyuman. Dia memilih untuk menyanggupi permintaan berfoto ria dari para pelayan di RM Raja Oci, tempat dia bersama jajaran pejabat yang menyambutnya makan siang usai landing di bandara.

OD menyebut, memang belum diberikan kesempatan kepada awak media untuk mewawancarai Puan di hari pertama kunjungannya. “Wartawan nanti wawancara besok. Sekarang belum,” tukas orang nomor satu di Sulut itu. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/