24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Bantuan Bencana di Kepulauan Nusa Utara Lambat dan Sedikit Dibandingkan di Daratan

MANADOPOST.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi diminta memberi perhatian ketika terjadi bencana di daerah kepulauan Nusa Utara.

Itu disampaikan Anggota Komisi 3 DPRD Sulut, Toni Supit (Tonsu) dalam rapat bersama BPBD Sulut, Selasa (5/7) di ruang rapat.

Menurut mantan Bupati Sitaro ini, banyak dimaklumi penanganan bencana di daratan jauh lebih siap dan cepat dari pada di kepulauan.

“Apakah kita (di Nusa Utara) bagian dari Sulut? Saya ingat Alm Pak Winsu katakan bahwa Nusa Utara ini hanya ada dalam peta tapi tidak di APBD. Itu jelas dan dikatakan di paripurna kala itu. Kami rasakan begitu,” ungkap Tonsu.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dicontohkan politisi PDI Perjuangan dari Nusa Utara ini, waktu ada bencana di Sitaro, bantuan lambat dan datang sedikit. Dibandingkan ketika bencana di daratan seperti Minahasa Selatan atau di Tomohon.

“Letusan bencana di Tomohon di bandingkan dengan di daerah Nusa Utara jauh sekali. Apalagi di Nusa Utara ada gunung yang aktif. Daerah lain juga di kepulauan sering datang puting beliung,” bebernya.

“Tapi bantuannya sangat lambat dan sempit datang ke Nusa Utara. Mohon ini jadi perhatian Kepala BPBD supaya stok bantuan untuk daerah Kepulauan memadai,” sambungnya.

Dirinya juga meminta agar ada koordinasi dengan DPRD Sulut dan pemerintah di kabupaten/kota.

“Supaya bisa sama-sama kita tangani dan berikan sumbangsi agar masyarakat tahu kami benar-benar peduli bersama pemerintah,” tutupnya. (ando)

MANADOPOST.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi diminta memberi perhatian ketika terjadi bencana di daerah kepulauan Nusa Utara.

Itu disampaikan Anggota Komisi 3 DPRD Sulut, Toni Supit (Tonsu) dalam rapat bersama BPBD Sulut, Selasa (5/7) di ruang rapat.

Menurut mantan Bupati Sitaro ini, banyak dimaklumi penanganan bencana di daratan jauh lebih siap dan cepat dari pada di kepulauan.

“Apakah kita (di Nusa Utara) bagian dari Sulut? Saya ingat Alm Pak Winsu katakan bahwa Nusa Utara ini hanya ada dalam peta tapi tidak di APBD. Itu jelas dan dikatakan di paripurna kala itu. Kami rasakan begitu,” ungkap Tonsu.

Dicontohkan politisi PDI Perjuangan dari Nusa Utara ini, waktu ada bencana di Sitaro, bantuan lambat dan datang sedikit. Dibandingkan ketika bencana di daratan seperti Minahasa Selatan atau di Tomohon.

“Letusan bencana di Tomohon di bandingkan dengan di daerah Nusa Utara jauh sekali. Apalagi di Nusa Utara ada gunung yang aktif. Daerah lain juga di kepulauan sering datang puting beliung,” bebernya.

“Tapi bantuannya sangat lambat dan sempit datang ke Nusa Utara. Mohon ini jadi perhatian Kepala BPBD supaya stok bantuan untuk daerah Kepulauan memadai,” sambungnya.

Dirinya juga meminta agar ada koordinasi dengan DPRD Sulut dan pemerintah di kabupaten/kota.

“Supaya bisa sama-sama kita tangani dan berikan sumbangsi agar masyarakat tahu kami benar-benar peduli bersama pemerintah,” tutupnya. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/