24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Cegah Banjir, BWSS I-PUPR Manado Koordinasi Pengerukan Sungai Tikala: Minta Dukungan Masyarakat

MANADOPOST.ID—Dalam mewujudkan Kota Manado bebas banjir, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar koordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, di Kantor Kecamatan Paal Dua (6/7).

(Dari kiri) Kepala Dinas PUPR Manado Johny Suwu, Kepala Satker OP-SDA BWSS I Iskandar Rahim, Kabid SDA Dinas PUPR Benedictus Salindeho dan Sekcam Paal 2 Maikel Kapoh disela-sela rapat koordinasi (6/7).

Kepala Dinas PUPR Manado Johny Suwu mewakili Pemkot Manado menyebutkan bahwa kegiatan pencegahan banjir yang dilaksanakan bersama Kementerian PUPR bersifat pemeliharaan. Dalam hal ini akan dilakukan pengerukan sungai untuk mengurangi penyempitan sehingga apabila terjadi hujan deras, sungai memiliki area penampungan yang lebih luas.

“Kita bersinergi baik Pemkot dan Kementerian. Dimana Balai Sungai punya kegiatan pengerukan dan kami juga turut memberikan dukungan dan mendampingi untuk kegiatan tersebut, sehingga tidak ada mis komunikasi dengan masyarakat,” kata Suwu mewakili Walikota Manado Andrei Angouw yang memberikan dukungan penuh untuk penuntasan banjir di Manado.

Ia pun menyebutkan bahwa baik Dinas PUPR maupun Dinas Lingkungan Hidup siap bersinergi mendukung kegiatan pengerukan di Sungai Tikala.
“Untuk masalah sampah, dari DLH akan membantu dalam melaksanakan pengangkutan sampah. Dinas PUPR dan DLH siap untuk mendukung program ini,” tambah Suwu.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, Kepala Satker OP-SDA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian PUPR Iskandar Rahim menyebutkan bahwa dengan melihat kondisi sungai saat ini, pengerukan sungai sangat penting dilakukan dalam rangka mengantisipasi banjir di Manado.

“Hasil susur sungai kemarin, sungainya sudah dangkal, sempit, dan seperti sudah berpulau-pulau. Ada bagian-bagian sungai pada titik tertentu yang ternyata sudah dangkal dan banyak sedimen. Maka untuk mengantisipasi banjir dalam 1-2 tahun kedepan, maka area sungai akan kita bersihkan. Jadi kita optimalisasikan dulu fungsi sungai,” sebut Rahim.

SEGERA DIKERUK: Tampak sedimen, penyebab banjir yang telah menumpuk di area Sungai Tikala.

Namun demikian, menurut Rahim bahwa kegiatan pengerukan sungai tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari Pemerintah Kota Manado.

“Dari kami Satker OP tidak mau bersinggungan dengan masyarakat. Alat tidak akan bekerja kalau tidak ada dari pemerintah yang mendampingi. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada beberapa masyarakat yang menolak untuk dilakukan pengerukan sungai dengan alasan lahan tersebut (sedimen yang lama menumpuk di sungai) telah digunakan untuk menanam, sungai akan menjadi dalam padahal biasanya dangkal untuk aktivitas masyarakat serta berbagai alasan lainnya. Jadi kita melibatkan pala dan lurah serta camat agar dapat menyampaikan ke masyarakat maksud tersebut,” terang Rahim.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Tikala Rommy Songgigilan menyebutkan bahwa pihaknya mendukung kegiatan tersebut. Meski demikian, ia meminta waktu sebelum kegiatan pengerukan dilakukan untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat bantaran sungai.

“Soal kesiapan, kita wajib siap. Tapi ada kendala-kendala di masyarakat. Sehingga ada baiknya diberikan waktu satu dua hari kedepan, supaya ada komunikasi yang baik antara lurah dan ketua lingkungan dengan masyarakat agar tidak ada kendala,” ucap Songgigilan.

Hal senada diungkapkan oleh Kabid SDA PUPR Manado Benedictus Salindeho. Ia pun berharap agar dengan segera lurah lurah dapat berkoordinasi dengan masyarakat dan kepala lingkungan setempat.

“Paling penting komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk teknis pengerukan di sungai seperti apa,” tambah Salindeho.

Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pelaksanaan BWSS I Allanos Kawengian pun menyebutkan bahwa Sungai Tikala merupakan salah satu sungai yang mendapatkan perhatian untuk dilakukan penanganan sehingga dapat diperjelas batas batas area sungai tersebut.

“Banyak timbunan timbunan yang sudah masuk di badan sungai, ini yang akan kita lakukan yaitu pembersihan pada badan sungai. Ini adalah swakelola dan tidak ada anggaran untuk ganti rugi. Jadi kami mohon dukungan dari semua pihak. Ini yang sangat penting. Agar dalam kami melakukan pengerukan, tidak ada kendala,” terang Kawengian.
Ia pun berharap agar pihak terkait dapat segera menyampaikan pada masyarakat, sehingga kegiatan pengerukan sedimen di Sungai Tikala dapat segera terlaksana.

“Seharusnya minggu ini sudah mulai dikerjakan. Tapi kita menyesuaikan dengan kondisi di lapangan yaitu secepatnya ketika masyarakat sudah siap,” tutup Kawengian.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, lurah-lurah di Kecamatan Tikala dan Paal Dua. (des)

MANADOPOST.ID—Dalam mewujudkan Kota Manado bebas banjir, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar koordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, di Kantor Kecamatan Paal Dua (6/7).

(Dari kiri) Kepala Dinas PUPR Manado Johny Suwu, Kepala Satker OP-SDA BWSS I Iskandar Rahim, Kabid SDA Dinas PUPR Benedictus Salindeho dan Sekcam Paal 2 Maikel Kapoh disela-sela rapat koordinasi (6/7).

Kepala Dinas PUPR Manado Johny Suwu mewakili Pemkot Manado menyebutkan bahwa kegiatan pencegahan banjir yang dilaksanakan bersama Kementerian PUPR bersifat pemeliharaan. Dalam hal ini akan dilakukan pengerukan sungai untuk mengurangi penyempitan sehingga apabila terjadi hujan deras, sungai memiliki area penampungan yang lebih luas.

“Kita bersinergi baik Pemkot dan Kementerian. Dimana Balai Sungai punya kegiatan pengerukan dan kami juga turut memberikan dukungan dan mendampingi untuk kegiatan tersebut, sehingga tidak ada mis komunikasi dengan masyarakat,” kata Suwu mewakili Walikota Manado Andrei Angouw yang memberikan dukungan penuh untuk penuntasan banjir di Manado.

Ia pun menyebutkan bahwa baik Dinas PUPR maupun Dinas Lingkungan Hidup siap bersinergi mendukung kegiatan pengerukan di Sungai Tikala.
“Untuk masalah sampah, dari DLH akan membantu dalam melaksanakan pengangkutan sampah. Dinas PUPR dan DLH siap untuk mendukung program ini,” tambah Suwu.

Sementara itu, Kepala Satker OP-SDA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian PUPR Iskandar Rahim menyebutkan bahwa dengan melihat kondisi sungai saat ini, pengerukan sungai sangat penting dilakukan dalam rangka mengantisipasi banjir di Manado.

“Hasil susur sungai kemarin, sungainya sudah dangkal, sempit, dan seperti sudah berpulau-pulau. Ada bagian-bagian sungai pada titik tertentu yang ternyata sudah dangkal dan banyak sedimen. Maka untuk mengantisipasi banjir dalam 1-2 tahun kedepan, maka area sungai akan kita bersihkan. Jadi kita optimalisasikan dulu fungsi sungai,” sebut Rahim.

SEGERA DIKERUK: Tampak sedimen, penyebab banjir yang telah menumpuk di area Sungai Tikala.

Namun demikian, menurut Rahim bahwa kegiatan pengerukan sungai tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari Pemerintah Kota Manado.

“Dari kami Satker OP tidak mau bersinggungan dengan masyarakat. Alat tidak akan bekerja kalau tidak ada dari pemerintah yang mendampingi. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada beberapa masyarakat yang menolak untuk dilakukan pengerukan sungai dengan alasan lahan tersebut (sedimen yang lama menumpuk di sungai) telah digunakan untuk menanam, sungai akan menjadi dalam padahal biasanya dangkal untuk aktivitas masyarakat serta berbagai alasan lainnya. Jadi kita melibatkan pala dan lurah serta camat agar dapat menyampaikan ke masyarakat maksud tersebut,” terang Rahim.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Tikala Rommy Songgigilan menyebutkan bahwa pihaknya mendukung kegiatan tersebut. Meski demikian, ia meminta waktu sebelum kegiatan pengerukan dilakukan untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat bantaran sungai.

“Soal kesiapan, kita wajib siap. Tapi ada kendala-kendala di masyarakat. Sehingga ada baiknya diberikan waktu satu dua hari kedepan, supaya ada komunikasi yang baik antara lurah dan ketua lingkungan dengan masyarakat agar tidak ada kendala,” ucap Songgigilan.

Hal senada diungkapkan oleh Kabid SDA PUPR Manado Benedictus Salindeho. Ia pun berharap agar dengan segera lurah lurah dapat berkoordinasi dengan masyarakat dan kepala lingkungan setempat.

“Paling penting komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk teknis pengerukan di sungai seperti apa,” tambah Salindeho.

Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pelaksanaan BWSS I Allanos Kawengian pun menyebutkan bahwa Sungai Tikala merupakan salah satu sungai yang mendapatkan perhatian untuk dilakukan penanganan sehingga dapat diperjelas batas batas area sungai tersebut.

“Banyak timbunan timbunan yang sudah masuk di badan sungai, ini yang akan kita lakukan yaitu pembersihan pada badan sungai. Ini adalah swakelola dan tidak ada anggaran untuk ganti rugi. Jadi kami mohon dukungan dari semua pihak. Ini yang sangat penting. Agar dalam kami melakukan pengerukan, tidak ada kendala,” terang Kawengian.
Ia pun berharap agar pihak terkait dapat segera menyampaikan pada masyarakat, sehingga kegiatan pengerukan sedimen di Sungai Tikala dapat segera terlaksana.

“Seharusnya minggu ini sudah mulai dikerjakan. Tapi kita menyesuaikan dengan kondisi di lapangan yaitu secepatnya ketika masyarakat sudah siap,” tutup Kawengian.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, lurah-lurah di Kecamatan Tikala dan Paal Dua. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/