27 C
Manado
Jumat, 27 November 2020

Debat Paslon, Pengamat: Belum Memuaskan

MANADO— Bagaimana para pengamat melihat debat perdana yang digelar kemarin? Dr Goinpeace Tumbel menyebut secara keseluruhan jalannya debat paslon dari aspek komunikasi politik belum memberikan informasi soal fokus program, yang memiliki kualifikasi dalam pandangan setiap paslon.

“Informasi dari Paslon harusnya menunjuk pada perbandingan secara eksplisit yang menunjukkan kualitas, rekam jejak, dan platform antara para kandidat itu sendiri. Ini yang belum dielaborasi atau dieksplor oleh paslon,” kata Tumbel.
Lanjut dia, debat harusnya berisi berbagai informasi dari isi program bersifat spesifik, untuk membawa dan memberikan perubahan dalam memori publik/pemilih baik dalam perspektif jangka pendek maupun jangka panjang.
“Komparasi antar paslon terhadap informasi program kegiatan sebagai turunan aplikasi dari visi dan misi paslon juga belum muncul pada lima sesi debat pertama ini. Harusnya sudah spesifik dimunculkan supaya dari komparasi itu akan kelihatan keunggulan oleh publik,” tuturnya. Namun Tumbel mengakui jika paslon nomor urut 3 lebih unggul. “Secara kualitatif performance paslon nomor urut 3 lebih unggul, diikuti paslon nomor urut 1, dan 2,” sambungnya.
Kemudian pengamat politik Sulut Dr Stefanus Sampe melihat, para calon telah tampil maksimal dengan gaya masing-masing dalam memaparkan visi, misi, dan program-program kerja ke depan setelah menjadi gubernur. Namun demikian, kata dia kelihatan program-program yang ditawarkan masih sangat umum dan kurang spesifik. Sehingga menurut Sampe terkesan program yang ditawarkan masih kurang realistis dengan kebutuhan dan permasalahan masyarakat di Sulut.
“Kemudian mekanisme debat juga masih tertutup dan tidak melibatkan masyarakat untuk mengajukan pertanyaan mengenai visi, misi dan program-program kerja dari para kandidat,” sebut dia.
Padahal dikatakan Sampe, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk membedah visi, misi dan program dari para kandidat. “Masyarakat perlu dihadirkan agar para kandidat ini juga mengetahui apa kebutuhan dan permasalahan masyarakat dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh masyarakat,” ujar dia.

Dirinya pun berharap, debat berikutnya dapat melibatkan masyarakat untuk bertanya dan menanggapi serta waktu menjawab juga perlu ditambah supaya memberikan kesempatan para kandidat untuk menjelaskan program mereka.
Lebih jauh dia mengungkap, memang ada kriteria-kriteria penilaian. “Ada kandidat yang unggul dalam penyampaian, tetapi lemah dalam konten program. Ada juga yang sebaliknya. Tapi overall ketiga kandidat ini dapat skor 7,” tuturnya.(*)

-

Artikel Terbaru

Gran Puri Siapkan Pesta Pergantian Tahun Berkesan

PENAWARAN spesial di malam tahun baru. Hotel Gran Puri Manado mempersembahkan Aloha Pool and Grill Party 2021.

538 Wasit Pemilu Dirapid test

MANADOPOST.ID—Menjamin kesehatan penyelenggara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) gelar rapid tes massal. Bagi seluruh jajaran pengawas pemilihan di setiap tingkatan, Kamis (26/11) kemarin.

Distanak Kena Sorot, Pupuk di Minsel Langka

MANADOPOST.ID—Bulan November 2020 ini musim tanam bagi petani. Tapi saat ini kelangkaan pupuk terjadi. Membuat petani kesulitan mencari pupuk.

KPU Minsel Beber 15 Hal Baru di Pilkada

MANADOPOST.ID—Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tak lama lagi selesai. Masyarakat pada 9 Desember nanti bakal

ISPA `Serang` Warga Bolmong

MANADOPOST.ID--Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dr Erman Paputungan mengatakan, untuk penyakit yang paling banyak terjadi di Bolmong adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).