32C
Manado
Kamis, 15 April 2021

262 Usaha Tutup, Ribuan Karyawan di Sulut Dirumahkan

MANADOPOST.ID-Sektor ekonomi Sulut kian terpukul akibat penyebaran virus corona (Covid-19). Perputaran uang mulai tersendat.

262 perusahaan terpaksa menghentikan operasionalnya. Beberapa bahkan terancam gulung tikar. Imbasnya, ribuan karyawan terpaksa diberhentikan. Berdasarkan Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, sudah ada 1.275 karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Selain itu, ada 2.576 karyawan yang dirumahkan tanpa menerima gaji. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo menyebut, jumlah tersebut bisa saja bertambah.

Pasalnya, belum semua perusahaan terdata melaporkan kondisi terbaru. “Untuk pendataan karyawan dan perusahaan terdampak corona, pihak kami masih berdasarkan laporan perusahaan dan juga teman-teman perangkat daerah,” beber dia.

Pengamat ekonomi Robert Winerungan menilai kerugian yang diakibatkan Covid-19, mencapai miliaran rupiah per bulan. Sektor pariwisata paling terasa. Alhasil, hotel dan rumah makan turut merasakan dampak. Saling bertautan. Dari sisi permintaan turut down karena konsumsi juga menurun.

Permintaan terhadap barang, komoditas yang selama ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wisman tentu tertentu. “Multiplier effectnya besar,” terang Sekretaris ISEI Manado.

Tidak sampai di situ, bila hunian hotel dan transportasi turun, dampaknya menyasar penerimaan daerah atau PAD. Lanjut dia, akibat dari dihentikannya penerbangan dari dan ke Tiongkok bukan hanya merugikan sektor pariwisata tapi juga sektor ekspor dan imp or Indonesia termasuk Sulut.

Di mana, volume ekspor dan import Tiongkok dan Indonesia cukup mendominasi perdagangan Indonesia. “Jika ini tidak pulih secepatnya, akan berdampak pada adanya PHK dari sektor industri yg berhubungan dengan pariwisata dan perdagangan,” katanya.

Terbaru, Manado Town Square sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Manado telah mengumumkan perpanjangan penutupan sementara. Manager Marketing Mantos Sindy Moningka menyebut pemberhentian operasi akan dilakukan hingga 22 April 2020.

“Sebelumnya kami informasikan sampai 8 April, namun ditambah 14 hari ke depan,” ungkap dia. Kebijakan ini, kata Sindy, dilakukan karena melihat progres penanggulangan penyebaran Covid-19 masih terus diseriusi pemerintah. Kondisi ini membuat manajemen Mantos perlu mendukung upaya tersebut, salah satunya dengan mencegah kerumunan bannyak orang pada satu area.

“Untuk sementara sampai 22 April. Namun kita tetap pelajari kondisi terkini, jika tidak memungkinkan bisa diperpanjang lagi,” terangnya. Meski demikian, beberapa gerai di Mantos tetap buka. “Khusus penjualan bahan makanan kami izinkan beroperasi,” kata Sindy.

Ia menambahkan, penutupan sementara Mantos sudah dimulai sejak 29 Maret 2020. Imbasnya, banyak gerai yang memberhentikan aktifitas jual-beli. “Kalau ditotal dengan semua tenant, mungkin ada ribuan karyawan dirumahkan,” pungkasnya. (***)

Artikel Terbaru