26C
Manado
Senin, 19 April 2021

Dampak Siklon Tropis Seroja Tak Sampai Sulut

MANADOPOST.ID— Siklon tropis Seroja, Minggu (4/4) lalu mengamuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara (Sulut) memastikan, siklon tropis ini tak sampai di bumi Nyiur Melambai. “Aman. Wilayah Sulut tidak terdampak Siklon Tropis Seroja,” ujar Koordinator Bidang Obeservasi dan Informasi BMKG Sulut Ricky Aror.

Meski begitu kata dia, ada peluang hujan di wilayah darat maupun laut dengan intensitas ringan hingga sedang. “Untuk beberapa hari ke depan, secara umum angin bergerak dari arah Utara hingga Timur dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 5 – 10 knot. Tinggi gelombang kategori sedang, 1,25 sampai 2,5 meter, berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, sebelah Timur Sitaro dan Laut Maluku,” tukasnya.

Sementara itu, diketahui 10 kabupaten dan 1 kota di NTT terdampak amukan siklon tropis Seroja. Pada saat bersamaan, bencana Hidrometeorologis juga melanda 3 Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Kabupaten Bima, Dompu dan Lombok Utara.

BMKG mulai mendeteksi keberadaan potensi bibit siklon 98S berupa pusat tekanan rendah (low pressure area) di perairan selatan NTT sejak 2 April lalu. Pada Sabtu tanggal 3 April, BMKG merilis peringatan semakin menguatnya pusat tekanan renda ini sehingga tumbuh menjadi bibit siklon tropis 98S.

98S tumbuh semakin kuat hingga pada Minggu 4 April 2021, menjelang tengah malam BMKG mengumumkan bahwa 98S bakal matang dan berubah menjadi siklon tropis dalam waktu 2 hingga 3 jam kedepan atau diperkirakan matang pada Senin dini hari pukul 01.00 WIB atau 02.00 WITA.

”Karena ini masih dalam yurisdiksi TCWC (tropical cyclone warning system) Jakarta, maka siklon tropis ini diberi nama ‘Seroja’ sesuai dengan urutan penamaan siklon tropis,” jelas Dwikorita.

Saat itu pusat sistem Seroja berada di perairan Kepulauan Rote sekitar 24 km arah barat daya Kupang, NTT. Bergerak ke Barat Daya dengan kecepatan 3 knots atau sekitar 6 kilometer per jam menjauhi wilayah Indonesia.

Dwikorita menjelaskan bahwa saat terbentuk, kecepatan maksimum di sekitar sistem seroja adalah 30 hingga 35 knot atau 55 kilometer per jam dengan tekanan di pusat siklon mencapai 996 hektopaskal dengan tendensi semakin menguat. Pada Senin (5/4) malam Dwikorita melaporkan bahwa pusaran Seroja semakin kuat. “Kecepatan angin tercatat sudah mencapai 45 knot atau 85 kilometer per jam,” jelasnya.

Akibat dari amukan Seroja baru terlihat jelas pada Senin pagi (5/4). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 10 Kabupaten termasuk Ibukota Provinsi yakni Kota Kupang menerima paparan cuaca esktrim dengan dampak yang bervariasi mulai dari hujan deras, banjir bandang, angin kencang hingga tanah longsor.

Sehari sebelumnya, Kabupaten Malaka dan Kabupaten Flores Timur juga melaporkan kejadian banjir bandang yang menelan puluhan korban jiwa dan menghanyutkan puluhan rumah. Dengan sebaran dampak ini, praktis separuh dari NTT yang memiliki 21 Kabupaten dan 1 kota terdampak siklon tropis seroja. Selain NTT beberapa daerah di Kabupaten Bima, NTB juga mengalami banjir bandang.

Presiden Jokowi pun telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan terhadap bencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang menelan korban tersebut. Pihaknya telah memerintahkan Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Panglima TNI dan Kapolri untuk secara cepat melakukan evakuasi dan penanganan korban bencana.

Kepala Negara telah memperoleh laporan lengkap terkait bencana tersebut dari Kepala BNPB Doni Monardo. Menindaklanjuti hal itu, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat dalam memastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan ketersediaan logistik yang baik di lapangan. Serta memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi hingga pembangunan infrastruktur yang cepat.

Pada kesempatan yang sama, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas para korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut. ”Saya memahami kesedihan yang dialami saudara-saudara kita akibat dampak yang ditimbulkan dari bencana ini,” tuturnya.

Terakhir, Jokowi mengingatkan agar seluruh pihak waspada terkait kondisi cuaca. Peningkatan curah hujan di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir harus diwaspadai. ”Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah,” ujarnya.(jpg/tan)

Artikel Terbaru