25 C
Manado
Rabu, 25 November 2020

CEP-SSL Perkuat Pelayanan Masyarakat, VAP-HR Kehidupan yang Beriman Takwa

Visi-Misi Olly-Steven Lebih Visioner

MANADO-Pemaparan visi-misi tiga pasangan Calon Gubernur Sulawesi Utara pada putaran pertama debat public, Kamis (5/11), memberi petunjuk kepada masyarakat siapa lebih layak memimpin Sulut ke depan.

Secara garis besar, Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut nomor urut 3 Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw (Olly-Steven), visi-misinya lebih visioner, karena menatap jauh ke depan. Mereka akan membawa Provinsi Sulut bisa merebut berbagai peluang memanfaatkan posisi strategis di Pasifik.

Kemudian Paslon nomor urut 1 DR Christiany Eugenia Paruntu SE dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL), lebih mengutamakan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sementara Paslon nomor urut 2, DR (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh dan DR Hendry Runtuwene (VAP-HR), mengutamakan kehidupan masyarakat yang beriman dan takwa kepada Tuhan.

Penyampaian visi misi diawali Paslon nomor urut 1 CEP-SSL. Diawali pemutaran video visi misi. CEP-SSL memiliki visi ‘Sulawesi Utara Bangkit Menuju Masyarakat Yang Cerdas, Energik, Profesional, Sehat dan Sejahtera Melalui Percepatan Pembangunan Berbasis Teknologi Berwawasan Lingkungan’. Adapun misi dari Paslon yang diusung oleh koalisi Partai Golkar, Demokrat dan PAN tersebut yakni; 1, Mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. 2, Membangun kekuatan ekonomi kerakyatan dan memperluas lapangan pekerjaan demi terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan sosial. 3, Mempercepat pertumbuhan ekonomi berlandaskan pada pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi. 4, Memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat yang berbudaya, toleran, serta menciptakan rasa aman dan damai dalam berinvestasi. 5, Meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi. 6, Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang jujur, profesional dan transparan.

Dilanjutkan dengan penjelasan Paslon. ‘’Baik. Apa yang akan kami buat apabila kami terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulut. Dengan tagline yang sudah kami sampaikan lewat video yang bapak ibu lihat yaitu Sulut Bangkit. Yang akan saya dan bapak Sehan buat untuk Sulut menjadi bangkit dan tangguh yaitu ada 3 hal. Pertama, kepemimpinan yang strategis. Strategic leadership akan kami lakukan sepanjang kepemimpinan kami,’’ kata Tetty.

‘’Yang kedua, new public management atau manajemen publik baru. Dimana kami akan lakukan layanan yang terbaik untuk bisa melayani masyarakat dengan seutuhnya,’’ jelas Tetty. Kalau yang ini tentu keduanya sudah pengalaman melakukan selama dua periode menjadi bupati. Keduanya terkenal sangat merakyat.
‘’Yang ketiga adalah bagaimana kita akan membangun sustainable development atau pembangunan yang berkelanjutan yang dimana kita akan lakukan dengan 3 hal ini. Itu harus sukses untuk membangun sulut bangkit kedepan,’’ ujar Tetty. Pembangunan berkelanjutan, tentu CEP-SSL harus melanjutkan pembangunan yang sangat banyak sementara dilakukan Olly-Steven saat ini.

Membaca tiga poin visi misi tadi, masih kurang kuat untuk membawa Sulut bangkit. Pengertian bangkit, tentu harus ada lompatan kemajuan. Coba kita membaca apa yang disampaikan calon wakil gubernur Sehan. Mungkin Sehan bisa meyakinkan Sulut bisa bangkit dengan program yang ditawarkan. ‘’Dengan visi misi yang kami utarakan, kami percaya bahwa Sulut dari aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan tentunya akan lebih bergairah. Kami akan meningkatkan kualitas koordinasi dengan pemerintah daerah terutama berkaitan dengan hal-hal yang menjadi kewajiban dari pemerintah provinsi untuk memberikan stimulan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota. Hal ini tentunya penting karena kedudukan gubernur dan wakil gubernur adalah perwakilan pemerintah pusat yang tentunya menjadi mediator, inisiator, motivator dan supervisor di tingkat provinsi. Jadi ini hal-hal penting yang kami letakkan dalam visi dan misi kami untuk membangkitkan dan menggairahkan pertumbuhan ekonomi serta menurunkan angka kemiskinan di sulawesi utara,’’ jelas Sehan.

Penjelasan Sehan, tidak ada program yang jelas yang bisa membuat Sulut bangkit. Terkait koordinasi dengan kabupaten/kota, bisa diapresiasi. Karena memang selama ini menjadi salah satu penghambat kemajuan daerah. Yaitu adanya ego bupati/walikota. Sehingga sulit koordinasi dengan gubernur. Ini sudah dari jaman Gubernur SH Sarundajang, yang tidak dapat merangkul semua bupati/walikota, terutama walikota Manado. Dan itu juga berlanjut sampai saat ini, walikota Manado sulit berkoordinasi dengan gubernur Olly Dondokambey dalam rangka membicarakan pembangunan dan kemajuan di Kota Manado sebagai ibukota provinsi. Tapi apakah CEP-SSL bisa lebih hebat dari SHS dan OD dalam melakukan sinergitas dengan bupati/walikota walaupun berlainan partai?

Visi Sulut bangkit CEP-SSL juga kurang meyakinkan, karena dua periode memimpin daerah mereka, tidak ada lompatan kemajuan. Misalnya Kabupaten Bolmong Timur, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 2010 sampai tahun 2018, Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) bertahan di urutan 14 dari 15 kabupaten/kota. Tidak ada kabupaten lain yang berhasil dilewati. Bertahan di urutan kedua dari bawah. IPM Minsel juga dari 2010 sampai 2018 tidak ada kebangkitan. Bertahan di urutan 7.
KEHIDUPAN YANG BERIMAN TAKWA
Bagaimana dengan Paslon nomor urut 2 VAP-HR? VAP dalam pemaparan visi-misnya, mengatakan, ‘’Visi kami, menjadi pemimpin yang diberkati untuk memberkati semua orang.’’ Kalau ini tentu saja VAP sering melakukan. Antara lain, suka bagi-bagi uang ke masyarakat. Semoga tidak hanya di saat Pilkada.
Misinya, dilanjutkan oleh Runtuwene. ‘’Untuk meraih visi tersebut, misi yang akan kami capai adalah bagaimana pertama kami mewujudkan suatu kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang beriman takwa. Tanpa iman tanpa ketakwaan kepada Tuhan, maka segala upaya pembangunan secanggih apapun teori-teori pembangunan yang kita pakai, ketika masyarakat kehilangan jati diri dalam takut akan Tuhan lewat latar belakang kehidupan beragama, maka cita-cita itu tidak mungkin akan tercapai,’’ jelas Pdt Hendry yang juga mantan Sekum Sinode GMIM.
Lanjut HR, akan menjamin semua golongan agama yang ada di Sulut. ‘’Oleh karena itu sekalipun kami berdua berlatar belakang Kristiani, tetapi kami mau sampaikan bahwa ketika kami memimpin, kami mau berdiri di atas semua kepentingan golongan agama yang ada di Sulawesi Utara ini. Demikian kami akan mewujudkan suatu pembangunan yang berintegritas, bermoralitas tinggi, membentuk suatu pemerintahan yang baik the good governance. Selanjutnya juga dari pemerintahan yang baik, akan mewujudkan suatu kehidupan masyarakat yang baik pula di berbagai bidang kehidupan di tengah-tengah masyarakat termasuk di dalamnya ekonomi. Dan oleh karenanya, kami mau membangun ekonomi kita yang mempunyai daya saing global. Bukan daya saing lokal tapi daya saing global,’’ jelas Runtuwene.
VISIONER
Kesempatan terakhir diberikan ke Paslon nomor urut 3 untuk memaparkan visi misi. Olly Dondokambey SE dalam memaparkan visi-misi, mengatakan bahwa sudah lima tahun memimpin Sulut, banyak lompatan besar dilakukan. ‘’Cita-cita Trisakti sudah direalisasikan, tapi banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Di era revolusi industri empat titik nol, kita punya visi besar yang bersinergi dengan pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin supaya Sulut menjadi Etalase Indonesia di Kawasan Pasifik,’’ tegas Olly.
Untuk bisa bersaing di era Pasifik, Olly-Steven menyiapkan masyarakatnya. ‘’Kedepan, kita bangun Human Capital sebagai modal bersaing di era perdagangan bebas, sekaligus mengembangkan karakter manusia yang unggul dan beriman. Di antaranya dengan membangun Islamic Centre, Christian Centre dan pusat pendidikan agama lainnya.’’
Untuk mencapai cita-cita etalase Indonesia di Pasifik, berbagai gebrakan sudah mulai dilakukan. Bukan baru konsep apalagi rencana, tatapi faktor pendorong sudah dikerjakan. ‘’Kita dorong sektor pertanian dan perikanan, galakkan pasar ekspor, dengan Direct-Call Trading ke Narita Jepang. Ini sudah jalan. Kita percepat KEK Pariwisata Likupang, termasuk sumberdaya manusianya melalui pembangunan akademi dan SMK Pariwisata. Kita kembangkan KEK Bitung, bangun kawasan industri di Bolmong sebagai pusat pertumbuhan baru,’’ jelas Olly.
Olly-Steven merangkul 15 kabupaten/kota untuk bergerak bersama-sama, dengan mengutamakan potensi daerah masing-masing. ‘’Totabuan harus jadi lumbung pangan di Indonesia Timur sehingga kita percepat penyelesaian Bendungan Lolak. Nusa Utara sebagai pusat industri maritim, dan Minahasa Raya sebagai etalase agrokompleks, perdagangan dan jasa, serta pariwisata,’’ jelas Olly.
Penunjang Sulut etalase Indonesia di Pasifik, Olly-Steven percepat konektivitas wilayah melalui Perluasan Bandara, Tol Manado-Bitung, Tol Airmadidi-Amurang, jalan Lingkar Manado, dan Trans Sulawesi. Percepat bendungan Kuwil dan Sawangan untuk pengendalian banjir dan penyedia air baku, fasilitas rumah sakit, pembangkit listrik, pelabuhan laut di pulau-pulau, serta pengembangan energi terbarukan.
‘’Di Bidang Telekomunikasi, kita manfaatkan jejaring Pemersatu NKRI Palapa Ring yang tersambung ke Pacific Ring, sebagai internet tercepat dan pusat pengembangan teknologi layanan digital. Mari bersama Olly dan Steven, solid bergerak mewujudkan mimpi Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang tambah hebat di Kawasan Pasifik,’’ beber Olly. (myw)

-

Artikel Terbaru

Zaman Kapolri Idham Azis, tidak Ada Anjak yang Habis Sekolah

Dalam Apel Kasatwil 2020 di Mabes Polri pada Rabu (25/11), Kapolri Jenderal Idham Azis menyampaikan perihal pembinaan personel kepolisian. Ada hukuman dan penghargaan bagi anggotanya. Bahkan, seluruh personel Bhayangkara akan mendapatkan jabatan sesuai dengan kompetensi individu.

Perselisihan Dua Desa, Kapolres Turun Tangan

MANADOPOST.ID- Anak-anak muda di dua desa yakni Desa Tenga dan Desa Pakuure, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) belum lama ini sempat terjadi perselisihan.

Lansia 80 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai

MANADOPOST.ID--Desterina Talamuda (80), warga Kuma Kecamatan Essang Selatan, ditemukan tak bernyawa di Sungai Liumbarango.

Hadirkan Ketum GMNI, Liow Apresiasi Bedah Buku OD-SK

MANADOPOST.ID--Mahasiswa dan generasi milenial Sulut mengikuti Diskusi bedah buku ‘Moving Forward: Memahami Revolusi Mental dan Politics of Hope Dalam Kepemimpinan Aksi Nyata dan Tata Kelola Pemerintahan ODSK’ di Grand Puri Hotel Manado, Rabu (25/11).

Percepat dan Perluas ETP Daerah

MANADOPOST.ID--Bupati Sitaro Evangelian Sasingen didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Herry Bogar menghadiri webinar akselerasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), secara virtual di Media Center Sitaro, Selasa (24/11).