Proyek Eceng Gondok di Dinas PU ‘Misterius’

Tamengkel: Untuk Alat dan Solar

MANADO—Proyek eceng gondok yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), belum lama ini mendapatkan sorotan dari legislator DPRD Sulut.Pasalnya selain angka yang besar tiap tahun, penyelesaiaanya pun belum bisa dipastikan kapan. Bahkan dari sumber koran ini menyebut, eceng gondok yang menghiasi Danau Tondano masih cukup banyak. 2019 lalu, sekira Rp 3 miliar dialokasikan untuk pengadaan ampibi dan longarm. Kemudian 2020 ini ada sekira Rp 10 miliar dialokasikan. Dalam rapat bersama Komisi III pekan lalu, ini sempat disorot.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Sulut Adolf Tamengkel pada koran ini kemudian menjelaskan, anggaran Rp 10 miliar tersebut dipakai untuk pengadaan alat berat, ponton serta pembelian solar. “Tidak ada proyek di situ. Anggaran tersebut untuk pengadaan alat dan solar. Karena memang kita fokus dalam menuntaskan pekerjaan,” ungkapnya, belum lama ini.
Tamengkel juga mengatakan, pembersihan eceng gondok terus dilakukan secara maksimal. “Kita sangat terbuka jika ada orang yang ingin memantau langsung pekerjaan. Karena kita memiliki dokumen awal pekerjaan dan saat ini yang telah dilakukan. Memang cuaca seperti angin yang saat ini terjadi, membuat sedikit kendala. Angin menghantarkan eceng gondok ke beberapa lokasi yang telah kita kerjakan. Sehingga, harus lagi kita masuk ke lokasi tersebut. Seperti yang ada di Kakas,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menekankan jika bersihnya Danau Tondano salah satu prioritas Pemprov Sulut. Hingga kini luas pembersihan eceng gondok sudah mencapai 100 hektar dari total 300 hektar yang terdapat eceng gondok. “Kita optimis, tahun ini eceng gondok di Danau Tondano bersih. Sudah 100 hektare yang diatasi. Dan itu terus dilakukan secara bersama. Jadi kita optimis penanganan eceng gondok dilakukan secara maksimal,” ujarnya.
Pemprov menurunkan lima unit ekskavator dan tiga unit kapal khusus pengangkut eceng gondok serta alat berat untuk membantu mengangkat eceng gondok di Danau Tondano. “Alat itu sampai saat ini terus stand by. Pembersihan walaupun di pandemik Covid-19, terus dilakukan. Saya sudah meninjau langsung lokasi, dan pekerjaan terus berjalan,” bebernya.
Di sisi lain, Pakar Pemerintahan Dr Alfons Kimbal mengatakan, anggaran yang dialokasikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. “Kalau ada anggaran yang dipakai untuk satu objek pekerjaan, yang setiap tahun dilakukan, maka itu harus ada evaluasi tim. Pasti ada kendala di lapangan atau hal yang sebenarnya menjadi utama harus diselesaikan. Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan, tidak termanfaatkan dengan baik,” tandasnya. (*)