alexametrics
25.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kementerian PUPR Pacu Tuntaskan 2 Bendungan di Sulut

MANADOPOST.ID—Memasuki semester yang ke dua ditahun 2021, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I terus memacu penyelesaian dua proyek bendungan di Sulawesi Utara (Sulut). Dua proyek tersebut, yaitu Bendungan Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara dan Bendungan Lolak di Bolaang Mongondow.

Meski dalam suasana pandemi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, namun menurut Kepala BWS Sulawesi I Bastari, pekerjaan bendungan tidak boleh dihentikan. Hal ini dilakukan guna menjaga target penyelesaian bendungan yang adalah salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Bendungan Kuwil dan Lolak adalah Proyek Strategis Nasional, dan ini dipacu penyelesaiannya agar tahun ini dapat selesai,” terang Bastari. Dirinya menyebutkan bahwa dengan rampungnya ke dua bendungan tersebut, dapat segera dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Bendungan ini banyak manfaatnya. Antara lain untuk mencegah banjir, penyedia air baku, sumber energi listrik, saluran irigasi bahkan untuk pariwisata guna meningkatkan perekonomian di daerah,” tambah Bastari.

Pelaksanaan proyek bendungan yang tetap berjalan meski pada suasana PPKM skala mikro pun dipastikan oleh pelaksana proyek. Manager Project Bendungan Kuwil Paket Satu PT.WIKA Bismayoedi mengungkapkan bahwa proyek Bendungan Kuwil termasuk kategori kritikal untuk tetap dilaksanakan. “Bendungan Kuwil termasuk kategori konstruksi, PSN dan kritikal. Jadi dapat dilaksanakan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat,” ungkap Bisma.

Senada, Manager Project Bendungan Kuwil PT Nindya Karya Radityo Pratama menyebutkan bahwa proyek Bendungan Kuwil paket dua hampir rampung, sebab dipacu penyelesaiannya meski dimasa pandemi dengan prokes.

“Proyek Bendungan Kuwil termasuk salah satu PSN, jadi masuk salah satu kriteria sektor yang bisa beroperasi secara Work From Office. Di lapangan pun pekerjaan yang tersisa tinggal sedikit. Tenaga kerja yang ada juga sudah tidak banyak. Jadi selalu dijalankan untuk prokesnya,” tutur Radit.

Adapun Kepala BWS Sulawesi I memaparkan progres Bendungan Kuwil yakni Paket I (satu) realisasi fisik 80,2 % dan Paket II (dua) 97 %. Untuk Bendungan Lolak, Paket 1 (satu) realisasi fisik 99 %, Paket II (dua) 62,9 %.

Bendungan Lolak memasuki masa penyelesaian akhir. Pada awal semester II tahun 2021 Paket I realisasi fisiknya 99% dan Paket II 62,9%.

“Yang kita dorong proyek utamanya saat ini adalah bendungan Lolak dan Kuwil. Mudah mudahan di awal tahun depan sudah selesai,” tutup Bastari. (Desmianti Babo)

MANADOPOST.ID—Memasuki semester yang ke dua ditahun 2021, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I terus memacu penyelesaian dua proyek bendungan di Sulawesi Utara (Sulut). Dua proyek tersebut, yaitu Bendungan Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara dan Bendungan Lolak di Bolaang Mongondow.

Meski dalam suasana pandemi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, namun menurut Kepala BWS Sulawesi I Bastari, pekerjaan bendungan tidak boleh dihentikan. Hal ini dilakukan guna menjaga target penyelesaian bendungan yang adalah salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Bendungan Kuwil dan Lolak adalah Proyek Strategis Nasional, dan ini dipacu penyelesaiannya agar tahun ini dapat selesai,” terang Bastari. Dirinya menyebutkan bahwa dengan rampungnya ke dua bendungan tersebut, dapat segera dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Bendungan ini banyak manfaatnya. Antara lain untuk mencegah banjir, penyedia air baku, sumber energi listrik, saluran irigasi bahkan untuk pariwisata guna meningkatkan perekonomian di daerah,” tambah Bastari.

Pelaksanaan proyek bendungan yang tetap berjalan meski pada suasana PPKM skala mikro pun dipastikan oleh pelaksana proyek. Manager Project Bendungan Kuwil Paket Satu PT.WIKA Bismayoedi mengungkapkan bahwa proyek Bendungan Kuwil termasuk kategori kritikal untuk tetap dilaksanakan. “Bendungan Kuwil termasuk kategori konstruksi, PSN dan kritikal. Jadi dapat dilaksanakan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat,” ungkap Bisma.

Senada, Manager Project Bendungan Kuwil PT Nindya Karya Radityo Pratama menyebutkan bahwa proyek Bendungan Kuwil paket dua hampir rampung, sebab dipacu penyelesaiannya meski dimasa pandemi dengan prokes.

“Proyek Bendungan Kuwil termasuk salah satu PSN, jadi masuk salah satu kriteria sektor yang bisa beroperasi secara Work From Office. Di lapangan pun pekerjaan yang tersisa tinggal sedikit. Tenaga kerja yang ada juga sudah tidak banyak. Jadi selalu dijalankan untuk prokesnya,” tutur Radit.

Adapun Kepala BWS Sulawesi I memaparkan progres Bendungan Kuwil yakni Paket I (satu) realisasi fisik 80,2 % dan Paket II (dua) 97 %. Untuk Bendungan Lolak, Paket 1 (satu) realisasi fisik 99 %, Paket II (dua) 62,9 %.

Bendungan Lolak memasuki masa penyelesaian akhir. Pada awal semester II tahun 2021 Paket I realisasi fisiknya 99% dan Paket II 62,9%.

“Yang kita dorong proyek utamanya saat ini adalah bendungan Lolak dan Kuwil. Mudah mudahan di awal tahun depan sudah selesai,” tutup Bastari. (Desmianti Babo)

Most Read

Artikel Terbaru

/